img BIDADARI  /  Bab 8 TERIMA KASIH TUHAN | 5.33%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 8 TERIMA KASIH TUHAN

Jumlah Kata:2241    |    Dirilis Pada: 15/03/2023

t pemandangan di hadapanku tadi, ras

memilih menutup pintu dan bersandar di belakang pintu sambil mengam

ng tidak ingin aku lihat itu.' Aida bergidik jijik, tapi di

ni bisa mengembalik

karena memang kamar itu

kamar pembantu."

at panas tubuh manusia diterima oleh sensor maka pengatur udara di dalam kamar itu aktif otomatis dan menyesuaikan sendiri ti

inggal di tempat

rdiri tepat di hadapannya, bisa melihat pemandangan kota Jakarta dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi, beda

isa menjadi hibura

ini untuk menaruh b

uka lemarinya. Besar dan banyak space yang memb

otel berbintang lima yang sering aku lihat di televisi. Wah

mbil dia senyum-senyum sendiri m

rangan yang luas, tapi tidak seperti ini. Dua tingkat biasa saja dengan banyak barang perabot khas masyarakat yang masih berbudaya menyimpan barang tak digunakan dengan harapan barang itu bisa berguna suatu saat nanti tapi tanpa mereka

yang sudah disusun sedemikian ru

rang. Jadi tentu saja tempat tinggalnya bukan sebuah tempat tinggal yang biasa seperti rumah kebanyakan orang kaya zam

orang yang mengerti tentang ilmu design interior. Brigita banyak ikut andil dalam pemilihan furniture. Makanya

kamar ini kayaknya serba keren dan otomat

ti sebuah hunian smart home for better living yang biasanya hanya bisa dilihat oleh Aida di ikla

u masuk dalam kamar ini aku pun bisa mengumpat dirimu, keluargamu dan siapapun yang menyakiti hatiku t

tidur setelah kondisi hatinya sedikit lebih baik. Aida juga sudah

puan." Kejadian itu sempat menggores hatinya. Tapi dengan cepat Aida menggelen

-cepat wudhu. Aku belum salat Dzuhur dan Ashar karen

tidur yang sangat empuk dan baru pertama kali d

ajiban yang memang tidak m

mana arah k

inya dia ingin langsung mengambil

a

situ mat

matahari cenderung berada

ah bisa menerka-nerka

hu Ak

budaya yang diterapkan warga di kampungnya sehari-hari. Karena itu, meskipun Aida berada jauh dari kampung dan dari kelu

akan dan minum. Tak perlu ditunggu, dirinya pun sudah khusyuk melak

... hi

memang dia sudah tidak tahan lagi u

nya dan juga hinaan yang bertubi-tubi yang diberikan kepadanya oleh beberapa

tertawa atau menunjukkan bagaimana di

a biasa. Usianya bahkan m

is dan tidak merasa sakit dengan s

h sakit dan kecewa den

h Aida sedikit bengkak bisa tak terasa lagi dalam

ghfir

ik semua ucapannya sesa

bermaksud aku ingin mengumpatmu yang telah menorehk

aat dirinya mengutarak

ua tipu daya syaitan di balik prasangka buruk terhadap-Mu.

ni di mana dirinya berada bersama dengan orang-orang yang tidak

a yakin

emua yang kurasakan tidak ada apa-apanya dari semua ujian yang Engkau berikan kepada para na

rdayaanku sebagai manusia, aku punya Tuhan yang hebat. Aku punya

ut mata Aida ketika bibirnya berbisik, membuat bul

dalam ke

r segala bisikan dan Maha

anya, membuat dirinya memejamkan

perlindungan-Mu untukku. Lihatlah semua kebaikan yang telah Engkau berikan padaku saat ini." Aida pun menggir

i adalah sebuah nikmat yang telah engkau berikan untukku yang harus a

hal yang menurutnya adalah kel

r untuk pendidikan adik-adikku? Lihatlah bagaimana sekarang ketiga adikku bisa kembali bersekolah di tempat

sudah didapatkannya seakan-akan luka itu seperti lava yang mendingin dari letusan gunung. Membawa kesuburan dan

di alam semesta. Tapi aku mencintai-Mu dan punya harapan besar, Engkau rela memberikan sedikit senyummu padaku saat Engkau melihatku di sini memujiMu, mengingatMu dan menyatakan cintaku pada-Mu wahai dzat

ulkan perih dan luka dalam lubuk sanubarinya. Sebuah senyum pun muncul di bibirnya sea

dan gelisah. Rasanya

aman surga. Jaga ibu, Lingga, Arum dan Lestari supaya mereka bisa mendapatkan ketentraman, keselamatan, kecukupan rezeki di tempat yang jauh

dia yang sudah merasakan betapa tenang hatinya ke

ya. Demi kemuliaanmu yang mengabulkan permohonan hamba-Nya, berikanlah ke lapangan kubur bagi mereka yang telah meninggal dunia bagi kaum muslim dan muslimat. Bagi mereka yang mengalami kesulitan karena siksaan kubur akibat kelalaian mereka di dunia, ringankanlah walaupun itu hanya satu detik. Untuk mereka yang masih hidup,

annya mengelus wajahnya dan menutup doanya dengan suj

bih tenang." Lega

, aku

g bersamaan ketik

kbar All

a Aida dari handphone yan

a berdoa tadi dia tak menyangka kalau memang dia

keinginan Aida untuk menunda waktunya beribadah. Di

enanya, pandangannya terarah pada koper-kopernya yang masih ada di dekat pintu dan teraba

. Aku harus merap

n hal lain tentang apa yang sudah

r-kopernya untuk memindahkan semua isi pakaiannya juga barang-barang

ang ada di depan cermin meja rias dan melihat matanya sembab karena tangisan

keadaan ini lebih bagus bukan? Aku mengetahui sikap aslinya lebih dulu dan aku tidak harus m

wajahnya. Walaupun dia melihat wajahnya sedikit memar di bagian

bisa menarik hal-hal positif dalam dirinya bahkan saat ini ketika Aida

kbar Alla

t itu tas yang masih ada handphone di dalamnya dan belum

ulu ajalah biar tenang n

Tak ada kegiatan lain yang harus dia la

nya tenggorokanku

inum apapun. Sudah berjam-jam berlalu. Aida sendiri sadar

gara-gara haus," keluh A

kuu

dari pagi Aida tidak makan dan minum mulai dari saat dirias, di pesawat, di

logis itu seperti sudah tid

juga. Tapi gimana kalau a

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY