img Keevan & Arletta  /  Bab 3 Mengambil Keputusan Berat | 3.41%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Mengambil Keputusan Berat

Jumlah Kata:1428    |    Dirilis Pada: 04/06/2023

lan kem

mbuat tubuh Arletta membatu. Dia menggelengkan kepalanya meyakinkan apa yang dia lihat ini salah.

ulai berlinang membasahi pipinya. Dia tampak begitu ketakutan. Dia bahkan tidak tahu harus bagaima

pi sekarang? Dia harus di hadapakan dengan kenyataan mengandung anak dari pria yang telah membuangnya. A

Arletta tidak mau sampai hal tersebut dia lakukan. Yang salah adalah dirinya, bukan bayi yang ada di k

a terkejut. Wajah Arletata mulai memucat. Namun Arletta berusaha menguatkan dirinya. Dia menghapus

lihat kedua orang tuanya berada di hadapannya. Gadis itu tak ingin sam

aka-sang ayah-melempar sebuah bungkusan yang dia dapatk

ah payah. Arletta lupa untuk menyimpan testpack baru itu. Dia meletakanya di atas meja kamarnya, hingga membuat kedua orang tu

tak Arletta seakan blank tidak mampu lagi berpikir jernih. Rasanya Arlet

begitu menggelegar. Emosi pria paruh baya itu sudah tidak bisa

cewa, akan tetapi wanita paruh baya itu berusaha untuk menjadi penengah. Jika dirinya ikut menyud

Arletta, berusaha membujuk putrinya agar menceritakan padanya. Nadanya pelan, hangat, dan penuh kelembut

na harus menjelaskan pada kedua orang tuanya. Hingga perlahan bul

tu benar?!" bentak Raka pen

pit. Tidak ada lagi yang bisa dia katakan selalin kejujuran. Sekeras apa pun dirinya berusa

eskan air mata. Pasangan suami istri itu begitu hancur dan kacau

anmu!" Raka nyaris beter

tap tajam dirinya. Tak ada kata yang dia bisa katakan. Hanya permintaan m

ak

embuatnya tersungkur di lantai. Sudut bibir Arletta sert

putri mereka. "Pa, jangan seperti ini! Tenangkan dirim." Melisa berusaha menenang

uaranya. Nadanya terdengar putus asa. Tapi pria paruh baya itu tidak akan

kandungannya adalah Keevan, itu pun percuma. Karena Keevan akan segera meninggalkan Jakarta. Arletta yakin, jika Keevan mengetahui ke

merasa gagal sebagai ayah, tidak bisa menjaga putri tunggalnya dengan baik.

h dari bayi yang ada di kandunganmu!" seru Rak

nganku," ucap Arletta dengan isak tangisnya.

ilang gugurkan kandungan

, Arletta," ucap Melisa yang tid

menatap tajam sang istri yang sejak

at ke arah ayahnya dan berkata tegas, "Arletta nggak akan gugurin! Meski Papa memaksa, aku n

memejamkan matanya kala melihat ayahnya ingin melayangkan tamparan. Namun, Raka

ari sini!" teriak Raka yang langsung meninggalkan Arletta. Raut wajahnya

Dia tahu dirinya telah membuat keluarganya ma

Melisa seraya memeluk erat putrinya. "Ma

alau aku masih di sini. Aku akan membuat kalian malu. Biarkan aku pergi dari sini, Ma. Aku

*

alah hari keberangkatannya ke New York. Dia akan melanjutkan S2

itu berhasil mengusik pikirannya. Biasanya Keevan selalu me

an bertemu dengan Arletta saat di kampus. Tepat di mana dia meminta Arletta untuk tidak

t sekarang?" tanya Wisnu-sang

an mengganggukan kepalanya, lalu dia masuk ke dalam mobil. Wisnu langsung memasukan koper Keevan

ama tidak melihat Non Arletta, ternyata keluarga Non Arletta sepertinya tidak lagi tinggal di Jakarta,"

Keevan dengan wajah yang begitu ingin tahu. Pria

na hanya mengatakan Keluarga Non Arletta sudah

apa pun padanya. Gadis itu bahkan tidak bilang akan meninggalkan Jakarta. Padahal se

u. Tapi kenapa sekarang dia harus memikirkan gadis itu? Keevan benar-benar memben

ntuk mampir ke satu tempat?" tanya K

takut Anda terlambat. Dan jalanan pun hari ini ke

ejamkan mata singkat. "Ya sudah, tidak per

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY