img Baby Han - (Gx G)  /  Bab 1 1. Aroma tubuh Judith | 2.33%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Baby Han - (Gx G)

Baby Han - (Gx G)

Penulis: zahabiya
img img img

Bab 1 1. Aroma tubuh Judith

Jumlah Kata:2392    |    Dirilis Pada: 28/08/2023

uhu Seoul, ranjang king size dan selimut putih lembut yang tebal menjad

hangatnya selimut tebal. Sesekali tubuhnya bergerak pelan, namun nampak resah. Malam

tiap malamnya. Sebuah memori tak menyenangkan yang bersem

hun yang menyandang status janda di

ketika mimpi mengganggu tidur lelapn

__

ela

pertahankan

Itu kepu

ak bertanggu

uk

nta

berhak hidup, bukan salahnya jika ha

gkuh di belakangmu, Kae. K

sementara napasku terengah ketika tersadar dari mimpi itu lagi. Sebuah mimpi yang sam

sebuah batu besar dan berat. Di saat yang sama perutku mulai bergejolak kuat, rasanya mirip terad

ngan langkah gontai menuju kamar mandi,

apku seperti hari-hari sebelum

Baby! Kumohon!" ucapku lirih mencoba be

hanya berupa cairan bening hingga tersisa rasa pahit yang mencekat tenggorokanku. Tubuhku bertahan pada posis

atkan aku

____

, 08.

langkah masuk ruangan yang akan membawa tubu

utku selama 2 bulan masa kehamilanku ini. Udara hari ini cukup dingin, jadi aku memakai baju rajut hangat, celana selu

nyapa pendengaranku, kubawa wajahku untuk m

nciumanku seperti pagi sebelumnya. Menyeret anganku pada suasana l

cup leher ... ku

jawabk

bul indah menempel pada dadaku, saat belahan kemeja yang tersingkap karena dua kancing teratas tidak di

a. Maka segera aku mengubur wajahku pada perpotongan lehernya, mengendus perlahan namun dala

.," guma

melirik padaku."Ayo Kae! Ku

ial! Ternyata ak

rakhir dengan menggigit bibir bawahku. Seketika rasa gugup menyergapku. Sementara wanita di depanku masih setia mengamati tingkahk

ang mendebarkan, kurasakan tubuhku berkeringat di saat suhu

ra berat dan serak basah yang terdengar cuk

u padanya yang

anjang ikal yang diikat rapi bukan dengan ikat rambut, melainkan dililitkan lalu ditusuk dengan sebuah tusuk kayu yang kurasa mirip sump

atapku beberapa detik sebelum mengalihkan p

dan feminin tampak keluar bersamaan. Dadanya yang menyembul samar terlihat dari kemeja yang

mengubur wajahku di dadamu. Menghirup dan mengendus perpotongan lehermu.

erebut untuk meng

ae

li menginterup

dingin, Nona," uca

ukup menjadi sebuah rasa penasaran karena apapun tentang dia; bau tubuhnya, selera musiknya, bahkan suaranya akan membuai angan

__

ang tidak te

g dipenuhi oleh karyawan lain. Beruntung aku berada di tempat paling pojok, s

buhnya. Oh. Sungguh, seharusnya setiap hari aku bersama dengannya saat memasuki lift. Agar ra

4 hari di antaranya dia mulai membawa tubuhku bersama untuk

Bukan, tapi baby yang menjadi

tubuhnya. Padahal itu hanya aroma parfum, yang ketika aku membelinya

i baby adalah aroma parfum ataukah bau tubu

perpaduan

ding' yang menandakan kami telah sam

ran keluar dengan cepat

-baik saja, Kae

wajahnya, lebih tepatnya perpotong

ihat angkuh ini. Biasanya dia berjalan cepat, namun pagi ini sepertinya berusah

ar aku tam

___

arin nona Judith memberiku ruangan pribadi yang besar. Dia memintaku pindah dari

akhiri perjalanan kami

tengah melewati kami sebelum akhirnya dia membungkuk hormat pa

ng dia pikir

lawan tatapan matanya. Spontan aku menunduk, perasaan canggung membelai otak nakalku. Sepe

an lagi!" sahut

gak menatapnya de

it bibirmu lagi

ertahan. Perasaan malu, gugup, di saat yang sama juga senang, semua bercambur membuatku mena

nya pucat," gumamku lirih di antara langkah kakiku memasuki ruangan, lalu dengan

ebih pucat dari biasany

lirihku sambil mengusap lembut

gar suara k

kau di

berjalan keluar dari ka

bilang kalau kau terlihat pucat.

-satunya bosku, mereka hanya tinggal berdua karena orang tua me

g tangguh untuk adiknya yang saat itu masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Maka dia meninggalkan semua kekayaan demi membayar hutang,

ebagai seorang desainer pem

sasi atas perpisahanku dengan David, mantan suamiku. Sejumlah besar ua

idak membuatku berhenti untuk mengej

angkut kesenangan, bahwa momen ketika jari-jariku menggoreskan pensil di atas ker

lepasan dari jiwaku yan

terpikirkan untukku memperoleh kesempatan menuangkan setia

campakkanku setelah begitu banyak aku berkorban untuknya, nama baiknya dalam keluarganya hingga mau berkontrib

ngan tersebut dengan jelas di depan mataku tetap mereka lanjutkan. Iya, dalam pernikaha

nikahan demi keluargaku, untuk

wo membangunkank

i di depan wajahku. Ah, sepertinya

ku baik-baik saja

man dalam hatiku, bahkan di hari terberatku ketika pertama ka

ramah, bahkan tawanya

cm beda beberapa senti Judith. Sifat mereka pun berbed

ile-nya, maka Judith menjadi pujaan para pria karena keangkuhannya. Di saat yang sama kecan

erta hubungan kerja yang telah dibangun orang tuanya, dalam waktu 10 tahun mampu berdiri dan memimpin beberapa an

hal tentang dirinya mulai m

yang serak basah sarat akan kesan s

h tertarik pada hubungan seperti ini dari awal. Yang kutahu bahwa aku mendapati pi

tuk menginginkannya. Aku mau dia berada di sekitarku dalam jarak lebih dekat dari s

kulit kami bertubrukan dengan sengaja. Aku bisa menggera

posesifnya. Merasakan dadanya yang hangat menempel pada milikku. Tuhan, kurasa mungkin bab

menggeram oleh pe

i merasuki pikiranku akhir-akhir ini. Mataku mengerjap, aku ma

arapan?" Dia bertan

ia kembali

bekerja cepat dengan membayangkan untuk menelannya. Tiba-tiba rasan

muntah. Seakan ada yang mendorong

sanku itu duduk, aku berjalan sedikit berlari menuju

gghhh! Arggh

bali terengah, detak jantungku sedikit cepat,

n rewel! Ibu harus k

mun aku bukan tipe orang yang suka dikasihani.

you o

an cairan bening yang terasa sangat pahit serta mencekat tenggoro

gghhh ... hoekkk!"

mbut tengkukku. Sentuhan ini terasa nyaman, namun sekaligus membawa rasa canggung. Aku me

mberiku rasa puas. Ini berbeda dari biasanya, hingga aku mengab

enguras isi perutku sambil berjongkok di depan cl

a serak basahnya memanggil namaku beberapa kal

ith!" gum

sam

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY