img Gairah Panas Tuan Arion  /  Bab 3 Menahan Gejolak Gairah | 3.66%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Menahan Gejolak Gairah

Jumlah Kata:1423    |    Dirilis Pada: 10/10/2023

eriakan kencang dari

butik, apa yang kalian mau?" Arion dengan wajah ceria berbic

Iris dan Irina manja. Arion merasa bersalah kepada kedua

da Iris dan Irina, "Artinya

cepat Iris mengambil alih ponsel Emily, "Ok

wa renyah, "Ok! Wait me there," da

mu sebenar

otong Arion dan m

l menyuruh para penjaga butik untuk membungku

a?" tanya

n," sahut Arion yang akhirnya bisa bernapas lega. Kemudian

l melihat sekitar 20 paperbag be

gi menuju kasir dan membayar semua tagiha

k dengan menenteng begitu banyak

be

ngirim kita untuk pelatihan terlupakan," sahut Felix s

ion yang duduk ditempatnya-kursi belakang. Felix menyusul

Let's

nya kepada Arion, "bukannya kalia

hanya aku dan Raul yang ingin pergi, tapi ternyata wanita jal

kau sampai lengah

tubuhnya terasa begitu aneh. Tapi dia tidak ingin mengatakan hal itu kepada kedua sahabatnya. "Sialan, obat ap

ya, tapi melihat waktu, rasanya sudah tidak sempat. Setidaknya di

cana lain, yaitu mencari tahu dalang di balik kejadian ini. Bagi

laju masuk ke dalam gerbang megah, pemandangan yang luar biasa mulai terlihat. Tepat di sepanjang jalan masuk, rerumputa

eduh dan menawarkan rasa sejuk yang menyegarkan. Sinar gemerlap lampu pun bermain-main, mene

r klasik dan sentuhan modern, menjulang megah dengan atap tinggi dan kubah-kubah elegan yang menggambarkan kekayaan dan kemegahan kelua

iasa. Rimbunnya berbagai tanaman hias memberikan warna-warni yang menakjubkan, dari bunga-bunga mawar yang harum hingga taman berpadu dengan pepohonan eksotis yang langka. Kolam renang besar terhampar luas

jak kita untuk menjelajahi keindahan alam yang diciptakan manusia dengan begitu apik. Seluruh taman ini dirawat dengan teliti, menjadikannya tempat yang

kanan yang luar biasa dalam lingkungan mereka. Lampu-lampu taman mulai menyala keseluruhan, menciptakan aura romantis ya

a yang begitu indah. Dalam gemerlap kemewahan dan keindahan taman, terdengar suara riuh t

ahun, dimana Arion sendirilah yang akan menjaga kedua adik perempuannya dari pr

turun namun tiba-tiba kepalanya terasa begitu sakit membuat dirinya kesulitan berdiri. "Hey are you ak?" t

an dirinya kembali, "Hem,

rina menyambut Arion penuh dengan suka cita. Begitu j

r untuk Arion. Iris dan irina menyambut dengan bahagia hadiah kecil yang ia belikan, karena ses

dan Irina, namun seseorang sadar akan hal itu. Dia tahu kal

iron yang sedang berusaha menahan sakit, dengan

enyuman bahagia, dia mengecup pipi ki

kamu jawab..." tanya Bella lembut seraya mengusa

rjaan mom, dan ponselku low baterai.

kali ingat is

ve you." Sahut Ari

at, kamu tidak perlu dis

ak ingin mengecew

kesayanga mereka sedang kelelahan," jawa

mom, kalau begitu aku langsung

night

ti pintu samping mansion yang tembus dengan pavilion miliknya yang di bangun terpisah.

i, bahkan untuk membangun beberapa rumah tipe 120 pun masih sangat bisa. Jadi untuk membangun satu pavi

adik perempuan. Dia tidak ingin kecantikan adik perempuannya menja

erlip begitu indah. Namun, saat ini dia hanya butuh isitrahat. Dan tiba-tib

on, seandainya wanita itu tidak menahan tubuh Arion. Sudah

lagi begitu khawatir meli

, kepalanya pun semakin perih, "Kamar!" pinta

n membawamu, ke

hut Arion

u kenapa bisa seperti ini?" gumamnya pelan dengan nada khawatir. Dia beru

berusaha menahan gejolak gairah yang sedang m

a sangat

han? Dan siapa ya wanit

an kolom k

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY