img Cerita Penggenjrotan  /  Bab 3 Tukang Jamu | 1.80%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Tukang Jamu

Jumlah Kata:2333    |    Dirilis Pada: 29/11/2023

NG J

knya. Tempat ku ini sangat strategis di dalam gang hanya ada rumah ku. Meski pengap karena dikelilingi te

as dengan basa-basi dan berbagai tuntutan. Untuk melampiaskan libido

il mencari alamat ku. Suatu hari saat aku baru membeli rokok di warung aku berpapasan

ang jadi tukang jam

tegurku. D

jamu mas

i, ke rumah" ajakku dan

ah , si mbak me

tempatnya mas

mu apa y

pa yang mau untuk pegel linu

apa" t

anya" katanya

i mbak" kata

mbak, biar kalau malam

menggoda dan mengarahkan pembicaraan ke yang porno-por

ok rumahnya dikunci. Saya ketok s

ore jadi saya dari pagi sam

agus untuk anak muda, biar kulit

ya mana ?" t

mas, kalau ada ngapain j

punya

mi saya dulu udah tua, mu

-kadang lagi nggak punya duit, dia tetap membuatkan jamu untuk ku. Dia pun s

i memasuki usia 27 tahun, asalnya dari daerah Wonogiri. Mbak Wati menganggap rumah ku s

l 5 sore. Kalau dia datang ke rumahku jamunya juga sudah hampir habis. Paling paling sisa segelas

mpai sejauh ini aku menganggapnya sebagai kakakku saja. Karena dia pun menganggapku sebagai adiknya.

Mungkin juga karena aku tidak berani kurang ajar jadi Mbak Wati makin percaya pada diri ku. Padahal wooo ngaceng. Aku hanya berani mengint

nginep di sini ?" tany

sorean, lagi pula besok saya nggak jualan,

empat tidurn

dur di tiker aja. Mas

n setengah gembira. Karena kupikir i

apa-apa k

uk kembali mengintainya. Badannya mulus bahenol walaupun kulitnya tidak putih, tetapi bentuk tubuhnya sangat sempu

hubungannya dengan kumis tipis yang ada di atas bibirnya itu.Selesai mandi, kini giliranku masuk kamar

sekali sih, ngapain aja

amas sekalian bia

adi keburu dingin deh, ab

i dan aku berusaha mengorek informas

ijet nggak" ka

gak nolak" kat

ya pijet

gal celana dalam. Kumatikan lampu sehingga suasana kamar jadi agak remang-remang. Nggak nyangka sama sekali, tern

akanya Mbak Wati ini tidak canggung sedikit pun merambah seluruh tubuhku sampai mende

buka saja ya biar

n cekatan dia memelorotkan celana dalam.

lu melihat saya te

saya dulu sering

ngajari sa

at bagian dalam paha ku, tempat yang paling sensitive dan paling merangsang. Mungkin kalau ada kabel di

engambil inisiatif. Aku akan mengikuti kemana kemauan Mbak Wati. Kalau terjadi ya terjadilah,

entang. Tanpa ragu dan tanpa rasa malu dan bersalah aku segera menelentangkan

rkomentar mengenai dicky ku. Kaki kiri, kaki kanan, paha kiri, paha kanan, kepala tangan kiri, tanga

uh

s" katanya

tahan, ngac

a-apa tandan

stirahat sebentar saya mau

p dan telanjang. Tiba-tiba aku merasa ada yang menindihku dan kembali kurasakan pij

a aku sadar yang mengkibatkan rasa geli itu ada bulu-bulu apa mungkin

itu di punggungku. Kini aku sadar penuh , dan dicky yang dari tadi bangun meski

a" setelah dia tu

melihat Mbak Wati ada dimana . Dia kembali memijat kakiku lalu duduk di atas kedua pahaku . Ia

eberapa saat kemudian aku merasa mbak wati mengambil posisi jongkok dan tangannya memeg

n-pelan seluruh tubuh si dicky masuk ke dalam lubang vagina mbak waty. Mbak Wati lalu mer

yang diinginkan. Karena aku tadi sudah ngloco dan posisiku di bawah, aku bisa menahan aga

ergerak dan kurasakan lubang vaginanya berdenyut-denyut. Mbak wati mencapai orgasmenya yang pertama

Ku atur posisi yang lega dan mencari posisi yang paling enak dirasakan oleh memek mbak Wati.

aju dan memundurkan si dicky . Mbak wati mulai melenguh-lenguh dan tak berapa lama dia bert

rna. Kubenamkan si dicky sedalam mungkin dan bertahan pada posisi itu sekitar 5 m

saya belum pernah ma

antuk se

h lah ti

dur. Paginya sekitar pukul 5 aku bangun dan ternyata mbak wati tidur di samping ku.Kuraba memeknya, lalu ku cium, tangan ku,

kukangkangkan kedua kakinya . Aku tiarap di antara kedua pahanya dan kusibakka

segera menyerang ujung clitoris, karena kalau mbak wati belum terangsang dia akan merasa

sunguh-sungguh karena dia juga mulai mengelinjang. Tangannya kini tidak lagi mendorong kepalaku, mulutnya

clitoris. Pinggul mbak wati yang bahenol mengeliat seirama dengan gerakan lidahku. Tangannya kini

nya ke kepalaku untuk semakin membenam. Vaginanya berdenyut-denyut. Dia mencapai klimak

-spot, dan setelah teraba kuelus pelan. Dengan irama yang tetap. Mbak Wati kembali menggerakkan pinggulnya yang bahenol da

rnyata mas p

u sampai penasaran mancing-mancing mas

n macem-macem supaya

ng ajar. Selain itu aku juga ingin

aku suka mas orangnya sopan nggak

emek ku. Aku belum pernah lho digituin

bungan yang biasa saja dan itu pun mbak wati jarang sampai puas. Dia mengaku

enak sekali, pere

amu koq, yo te

mbak, barang ku

a iso

tak a

a ke ujung ******. Dia berkali-kali merasa mau muntah, tetapi terus berusaha mengemut si dicky Setelah terbiasa akhirnya dik

ia menuruti semua perintahku. Bagian zakarnya juga dijilatnya seperti yang kuminta. Dia tidak lagi mau muntah tetapi m

nan, keras sampai memek

iak keras sekali. Dia mencapai orgasme tertinggi. Sementara aku masih agak jauh . Setelah member

nit dia berteriak lagi dan aku pun mencapai titik tertinggi sehingga mengabaikan t

emang benar-benar sempurna sangat bahenol, Teteknya besar menentang, pinggulnya besar dan pinggangnya ramping sungguh

g ke kampung mau dikaw

s, tapi aku nggak bisa nolak keingi

habis-habisan. Seingat saya malam itu saya sampai main 7 ron

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY