img Reinkarnasi Dewi Kemem  /  Bab 2 Part 2. Bayangan Misterius | 0.71%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Part 2. Bayangan Misterius

Jumlah Kata:1896    |    Dirilis Pada: 04/12/2023

i punggungnya, gadis itu menyusuri jalanan setapak hingga sampai di pemukiman warga. Rupanya, dia

aik-baik saja?" tanya seorang wanita paruh b

menitip salam buat Bibi." Zhi Ruo berh

lu sebentar! Kamu pasti lel

unggu karena aku harus membeli keperluan dapur. Aku pergi, ya, Bi,"

" panggil

memanggil namanya. Dia tampak tersenyum saat me

urun? Aku sudah men

ang tergantung di punggung Zhi Ruo dan

rindukanku?" Zhi Ruo tampa

etap tidak akan merindukanku," jawa

aiknya kita cepat!" Zhi Ruo lalu menarik tangannya dan b

paruh baya menyapa mereka, "Zhi Ruo, kenapa kamu baru data

eletakkannya di atas meja. "Ini Paman. Ternyata, aku sangat beruntung karena bisa

ihat lelaki paruh baya itu mengeluarkan sekan

selalu memenuhi permintaan Paman. Lain kali, bawa y

membawa tanaman obat buat Paman." Yuen terse

ai yang menjual daging dan aneka rempah. Rasanya s

ntas membeli daging dan memberik

a padaku? Zhi Ruo, bawa pula

mu. Selama ini, kamu sudah seri

il bercanda, mereka menyusuri jalanan pasar h

rang-orang di tengah jalan. Sontak, Zhi Ruo terkejut saat melihat mereka berlari ke arahn

uo yang tidak terima lantas berdiri dan b

lu berhenti. Dia melihat ke arah Zhi Ruo yang sedang

ang terluka karena kalian, apa kalian akan bertanggung jawab?" Zhi

jah yang terlihat datar tanpa ekspresi itu melirik ke arah Zhi Ruo. Dia te

entangku. Apa kamu tahu siapa aku?" tan

ng terjatuh di tanah. Dia begitu kesal karena daging untuk ibunya telah k

seperti ini. Dilihat dari pakaianmu, aku yakin kamu pasti salah satu oran

berapa lelaki yang bersama pemuda itu turun dari at

! Apa kamu tahu deng

erluka. Jika tadi aku sampai terluka, aku akan menuntut kalian!" Zhi Ruo

aafkan kami, Tuan." Yuen menunduk meminta maaf dan menarik tangan Zhi Ruo untuk pergi dari tem

embuat lelaki itu menatap Zhi Ruo yang mulai menjauh

sebaiknya kita beri dia pelajaran?" tanya seorang lelaki sambil me

daku!" Pemuda itu lantas kembali naik ke atas

ngumpat saat sedang membersihkan daging yang terkena tanah. Mulutnya ta

adalah Perdana Menteri Zu Qi yang sangat dekat dengan raja. Yang aku dengar, tuan muda itu juga sangat dekat dengan pangeran. Jadi, jangan membuat orang-orang seper

ng yang terpandang. Walau Yuen menasihatinya, dia hanya mengangguk dan mempertebal telinga. Ocehan sah

s jalanan seperti itu. Ah, sudahlah, jangan b

daging yang sudah dimasaknya. Melihat makanan di atas meja membua

berumah tangga? Lihat saja hasil masakannya. Wah, pasti suami

dan membelai lembut puncak kepala Zhi

h berpikir kalau aku akan menikah denganmu." Zhi Ruo mendengus seraya

ah denganmu. Lagi pula, wajahku terlalu tampan d

k piring-piring dari atas meja seakan-akan

ia bisa menikah jika sikapnya seperti itu?

tetapi Zhi Ruo menutupi dengan tubuhnya s

ingga menimbulkan gelak tawa. Keakraban yang terj

Dia telah menjadi sahabat Zhi Ruo sejak mereka masih kecil. Kehidupan sed

rena setiap hari harus bekerja keras mencari naf

rjibaku di bawah sinar matahari. Walau begitu, tidak sedi

ijaga dan dilindungi. Baginya, Zhi Ruo adalah wanita spesial karena

muda sederhana itu. Walau diam-diam rasa itu muncul di hatinya, tetapi Yuen lebih memilih untuk memendamnya

. Pemuda itu pulang tidak dengan tangan kosong. Sam

uga baik hati. Dan itulah yang mem

ngkrik dan lolongan anjing sering terdengar, tetapi sama sekali tidak men

. Dengan telaten, dia menyiapkan segala sesuatu yang

untuk bisa mencukupi kebutuhannya bersama sang ibu. Dia harus tetap naik ke gu

, Zhi Ruo lantas berbaring di samping ibunya. Dia tersenyum

u dan selalu ada untukmu." Zhi Ruo membelai lem

lubang di atas atap. Hawa dingin perlahan masuk dari lubang-lubang

ar-samar, dia mendengar suara orang berjalan di belaka

, dia tidak akan pernah beranjak. Sambil menutup telinganya, dia memaksakan

a niat yang buruk pada Zhi Ruo. Mereka begitu berani karena di rumah itu hanya ada Zhi Ruo dan ib

a. Mereka ingin menodainya dan itu bukan hal yang sulit karena lokasi rumahnya ya

ya mereka harus berpikir seribu kali saat melihat ses

gan hitam itu. Bayangan hitam dengan suara serak dan mata yang memerah sekelebat terbang di at

tuk mati. Andai saja aku tidak terikat dengan janji itu, a

am sebatang pohon hingga roboh. Dengan seberkas cahaya yang keluar dari

ng pohon yang teronggok di atas tanah hingga membuat Zhi Ruo terkejut saat p

Contin

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY