img Partner Satu Malam Jadi Istri Kontrak  /  Bab 4 4. Jebakan Fatal | 4.76%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 4. Jebakan Fatal

Jumlah Kata:1165    |    Dirilis Pada: 12/12/2023

e tahu jika aku

bu dan anak, apalagi usiamu masih muda jadi Tante rasa harus membantumu." Wanita itu meraih tangan Alessa kemudian menggengamnya. Dia menatap Ales

berprasangka baik terhadap orang yang baru Ia temui. Keadaa

ernah merasakan hamil oleh pacarku diusia muda kemudia

Alessa, Tante, maaf jika sempat meragukan kebaikan Tante." Alessa menun

rkan helaian rambut panjang hitam Alessa ke pinggir telinganya. "Kamu harus istirahat dan makan

aku tak menyangka sampai hamil anak dari Pria yan

ap bahu Alessa dengan lembut. "Nak, jadi

pertahankan kesuciannya dan masa depannya juga. "Aku sudah menodai diriku sendiri, Tante, parahnya aku malah ham

anmu atau mengugurkannya?" Julia bertanya p

k lama Alessa menginginkan keluarga yang bahagia. "Meski semua ini karena kesalahanku, aku tetap mempe

ah, betapa mulianya pilihanmu." Julia tersenyum kecil sembari membelai rambut h

seperti ini dalam hidupnya. Julia memperbolehkannya masuk ke dalam rumah bahkan Ia dilayani oleh pelayan. Alessa

a. Ia sudah duduk di salah satu

ulia. Alessa tergiur menatap berbagai macam hidangan makanan yang lezat. Perut Alessa

a, makanlah sepuas yan

yang lembut. Alessa melahap makanan yang terasa nikmatnya itu. "Ena

ak menyentuh makanannya melainkan memerhatikan Alessa yang sedang laha

a yang terbatas. Alessa memang sesekali membeli cokelat itu pun harus me

li menegak wine dari gelas kaca saat Pelayan tiba membawakan nampan berisi satu potong pie apel yang di

l. Alessa langsung menyantap pie apel tanpa ragu. Rasa manis langsung menguar dilidahnya tapi tak lama mulut hingg

adis naif yang diracuni oleh apel yang diberikan oleh nenek tua tak berda

heran. "Kenapa Tante menceritakan ki

an madu." Julia terkekeh pelan dengan kepolosan Alessa. "Sehabis makan,

Tante atas semuanya, Alessa mala

a tadi. Ketika di luar ruang makan. Julia menghidupkan satu batang rokoknya kemudian menyesap puntung rokok dengan pelan. "Anak itu tidak curiga memakan makanan

aksi selama tiga puluh samp

siapa pun membebaskan Gadis bodoh itu jika reaksi obatnya mulai bekerja."

gkuk patuh. "Baik, Nyonya." Pria i

nyeringai tipis. "Menyingkirkan satu lalat penjilat, bukan apa

elayan. "Silahkan, Nona," ujar Pria itu. Dia membuk

ma kasih," sahut Alessa

sulit diartikan. Dia harus menjalankan niat licik tuannya untuk mencelakan gadis

k, aku sudah kenyang dan

mberimu kekuatan," ucap Pria itu seraya menutup pintu kamar

sih ada orang yang baik padanya. "Nak, nanti Ibu akan bekerja agar tidak menumpang pada Tant

rdetak pelan detik hingga menitnya. Alessa mulai merasakan sensasi nyeri pada perutnya. "Sakit, aduh

kasur tapi kedua kakinya jadi lunglai untuk menompang bobot tubuhnya sendiri. Nyeri dari perut terasa menusuk-nusuk. Alessa

a ada darah dar

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY