img Partner Satu Malam Jadi Istri Kontrak  /  Bab 5 5. Kepergian Calon Buah Hati | 5.95%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 5. Kepergian Calon Buah Hati

Jumlah Kata:1068    |    Dirilis Pada: 12/12/2023

a ada darah dar

anik karena menyadari kedua kakinya sudah dialiri oleh cairan merah. Alessa berusaha beranjak d

minta pertolongan seseorang. Alessa akhirnya menyerah karena selain rasa sakit tapi aliran caira

kini berbaring dikubangan darahnya sendiri. Alessa terisak menangis pilu. "Rasa nyeri tertusuk, tubuh melemah drastis dan

al ini, maafkan Ibu, nak." Alessa berucap sendiri. Pe

merahnya itu. Dia menatap Alessa yang sudah tergeletak tak berdaya. Pria itu segera mendekati A

unlah," uca

ati?" tanya Julia yang b

pelan. Ia tahu Alessa masih hidup tapi kondisinya sudah mengenaskan karena cairan merah yang keluar dari dirinya begitu banyak. "

essa alami. "Bagus, bagus, setelah itu buang tubuh Gadis itu ke jurang

onya," sa

an menjadikan alasan janin itu untuk memporoti Jovian." Julia berucap sambil beranjak meninggalkan kamar yang Ales

keluar dari mansion ini. Beruntung suara deruan mobil terdengar dari halaman perkarangan rumah megah i

ong tubuh Alessa yang tak sadarkan diri itu. "Kemungkinan masih ada wakt

emudian meletakkan Alessa di bangku belakang mobil. "Bertahanlah, Nona kecil," gumam Robert. Saat itu p

ter Mina Harun!

Darurat. Dia terus meminta agar Alessa ditangani oleh Dokter Mina Haru

iannya pada Alessa yang malang itu. Wanita itu tidak memerdulikan keberadaan Rober

enghampiri Robert. "Gadis itu baru tadi pagi mengetahui kehamilannya, kini Ia keguguran dan aku tahu bukan secara alami melainkan,"-Wanita itu melepaska

malang itu." Robert berucap sambi

i. "Aku butuh keluarganya untuk menandatangani persetujuan operasi

g ini ... itulah yang sudah kuselidiki atas perintah N

ling tidak keluarganya mengetah

saku harus kutebus Mina." Rob

ilangan janinnya. Kini Alessa sudah beberapa hari di ruang rawat inap. Ia mendapatk

ya. Robert sudah memberitahu jebakan yang Julia inginkan pada Alessa. Rob

maaf pada gadis malang itu,"

tua itu mendapati sosok gadis muda yang cantik. Wajahnya berseri disinari sinar matahari dari jendela yang senga

lessa masih mengingat jelas penderitaannya yang harus melawan reaksi dari o

engandung anak dari pewaris

Alessa yang langsung menatap dirinya itu. "Maaf, Nona, Ayahku sebenarnya ta

dah terjadi. Dia sudah kehilangan janinnya. "Aku memang sedih karena kehilangan janinku yang tak berdosa na

ya Julia." Robert berlutut dihadapan Alessa untuk meminta pengampunan. Ia mem

erjadi ... aku memaafkanmu," sahut Alessa dengan suara inda

dosaku, biarlah aku memberimu tempat untuk jadi anak angkatku, Nona." Robert berucap p

aku lebih senang jika Paman juga m

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY