Kesucian yang Ternoda
Ipar Tercinta
"Dira, teteh titip anak teteh sama kamu", ucapnya terdengar seperti merintih. "Teteh jangan bilang gitu, teteh harus sembuh", "Teteh mau kamu gantiin teteh jadi Bunda dari anak teteh, kamu mau nikah sama Wira?" ucapnya begitu tiba-tiba. Diraya Paramitha, gadis muda yang harus dihadapkan pada kondisi kehilangan dan harus mengambil alih tanggung jawab besar atas hidup sang keponakan dan Wira Dharmawan, ayah sang bayi. Akankah Sang Pemilik Cinta membukakan hati keduanya, ataukah hanya pernikahan atas nama kewajiban yang akan keduanya jalani.
Bab 1 Pertemuan
Matahari sudah menanjak tinggi, seorang pria berusia kurang lebih 26 tahun masih bergelut dengan selimut dan kasurnya.
"Woy.. bangun!" ucap Hendra.
"Hmm."
"Wira, cepetan lo bangun kita ke pantai", ucap Oki yang baru keluar dari kamar mandi.
"Udah kalian berdua aja, gue ntar nyusul", ucapnya langsung mengangkat selimutnya menutup wajahnya.
"Maneh mah, nyaho urang teu apal tempatna (kamu tuh gimana, udah tahu kita gak tahu tempatnya)", ucap Hendra dengan logat sunda yang fasih.
"Iya lo mah gimana kita mau liburan ke pantai malah berakhir di kasur, ngenes", ucap Oki.
"Berisik lo berdua, ya udah kalian tunggu aja di luar gue mau mandi dulu", ucapnya final.
Wira, lelaki dengan tinggi 180 cm seorang pengusaha muda yang merintis perusahaannya sendiri sejak masih berkuliah. Dengan tubuh ideal dan wajah tampannya yang memikat kaum hawa, kulitnya sedikit putih dan badannya atletis beberapa otot tercetak di badan dan perutnya.
Wira Dharmawan, anak kedua dari 3 bersaudara, ia memiliki 1 kakak lelaki yang sudah menikah dan adik perempuan yang masih SMA. Keluarganya berasal dari Yogyakarta namun saat Wira sekolah Dasar ia pindah ke Bandung mengikuti Ayahnya yang bekerja sebagai polisi yang berpindah tugas dan hingga sekarang mereka tinggal di Bandung.
Wira bersama 2 temannya sedang berlibur di Kulon Progo, Rumah Budhe dan Pakde Wira yang berada di Yogyakarta membuat teman Wira yang sedang berlibur bekerja mengajaknya untuk menikmati liburan di Yogyakarta selama 3 hari, mereka memilih menginap di penginapan dengan pantai karena jarak rumah Pakde Wira dengan pantai yang lumayan jauh.
"Ehh itu banyak cewek-cewek pake jas Almamater cantik-cantik", ucap Hendra.
"Itu dari universitas mana ya? Kayaknya mereka lagi ada acara", ucap Oki sambil memainkan sedotan es kelapa ijo yang baru mereka pesan.
Wira hanya menatap jengah kedua sahabat karibnya sudah berteman dengannya sejak SMP itu, kelakuan 2 playboy dengan mata kerajang yang sering membuat Wira terkadang ingin menenggelamkan kedua sahabatnya itu.
Hendra memiliki wajah manis khas sunda tubuhnya tidak terlalu berisi ia memiliki kumis tipis dan alis tebal, sedangkan Oki lelaki tinggi dengan badan yang atletis seperti Wira, wajar karena ia atlet basket saat SMA dulu, wajahnya lebih tampan dari Hendra sedikit ia memiliki lesung pipi di kiri dan mereka berdua memiliki kharismatik yang berbeda hanya saja mereka sedikit genit pada kaum hawa.
"Wir, diem bae lu kesambet ntar", ucap Hendra yang memang selalu ceplas-ceplos.
"Gue lagi makan gak lihat lu", ucapnya kesal.
"Ehh iya ini ada kerang ijo, ahh di Bandung juga ada kayak giniaan gue aja waktu SD suka beli gopean pake plastik", ucap Hendra kembali.
"Berisik lo Hen, kita makan dulu." ucap Oki.
Tak berlangsung lama, mereka selesai menghabiskan makanan yang mereka pesan, Wira masih sibuk berkutat dengan handphonenya, ia mengecek urusan kantornya juga mengecek klien, Wira memang sangat profesional dalam pekerjaannya, ia juga tak suka membuang waktu untuk hal yang tidak penting termasuk saat ini untuk liburan saja temannya harus menyeret pakaiannya agar ia bisa ikut berlibur, Wira memang terlalu gila pada pekerjaan makanya ia sampai kini masih single karna terlalu sibuk dengan bisnisnya.
"Wir, kita kesana yuk, gue pengen ngeredem kaki tuh enak kayaknya", ajak Hendra.
"Kalian berdua aja, gue di sini aja panas", ucapnya malas karena memang Wira sudah sering kepantai ini.
"Yaelah ngajak Wira kudu pake jurus Kage Bunsin No Justu-nya Naruto biar ikut kita", ucap Oki yang kesal pada sahabatnya itu.
Wira hanya menatap kedua temannya itu yang sibuk berfoto ria dengan gaya macho mereka, Wira hanya menggeleng-geleng kepala dan ia kembali sibuk dengan handphonenya.
"Mas Riki, udah ini kita ada acara apalagi atau langsung pulang?" tanya seorang wanita dengan jas almamater yang berwarna absurd.
Wira yang sedang duduk mendengar suara wanita yang sedang berbincang itu dan melihat ke arahnya, ia sedang duduk di kursi dan memegang topi miliknya, Wira hanya bisa melihat wanita itu dari arah samping.
"Kita udah selesai sih, tinggal habisin waktu liburan aja, besok pagi kita pulang", ucap lelaki itu dengan logat jawa yang khas.
Wanita itu hanya mengganguk dan tersenyum pada lelaki itu, dan Wira hanya menatapnya, wanita itu tersenyum dan tertawa terlihat cantik bahkan sangat cantik, mereka sedang berkumpul beristirahat untuk makan bersama teman-teman kuliahnya, entah tugas apa yang mereka kerjakan hingga sampai ke pantai ini, dan Wira masih menatap wanita itu yang kini meminum air putih.
"Wir, fotoin kita cepetan", ucap Oki tiba-tiba datang menghampiri Wira.
"Kalian bawa tongsis kenapa mesti gue yang motoin", ucap Wira yang langsung meminum kelapa ijonya kembali.
"Yaelah bentar doang minta fotoin doang Wir, cepetan." ucap Hendra menarik tangan Wira dan akhirnya Wirapun mengikuti dua temannya itu.
Wira mencoba menahan rasa sabarnya tatkala temannya itu meminta berfoto dengan beberapa bule seksi yang berada disana dan juga meminta Kamera Nikon Wira yang mengabadikan momen tersebut, benar-benar kesal Wira hanya menghela nafas karena terpaksa menjadi tukang foto keliling Oleh sahabatnya itu.
"Ehh eta awewena galelis eung (Itu perempuannya cantik-cantik ya)", ucap Hendra melihat perempuan yang membuka jas almamater mereka dan langsung duduk di tepi pantai.
"Sayangkan kalau gak kenalan sama mereka mumpung ketemu sesekali", ucap Oki yang malah memberi ide buruk.
"Woy sadar umur, masih aja genit-genit umur udah tua!" ucap Wira.
Tanpa peduli ucapan Wira Hendra dan Oki langsung menghilang memulai aksinya, sedangkan Wira memilih duduk di tepi pantai sambil memotret pemandangan dengan kameranya.
Mata Wira tiba-tiba tertuju pada wanita yang sedang menggerai rambutnya, Wira tampak asyik memerhatikan wanita cantik itu, ia wanita yang tadi Wira lihat dan kini sudah membuka jas almamaternya, ia memakai kaos putih yang pas dengan lekukan tubuhnya yang tinggi dan sedikit berisi ia juga memakai celana panjang yang menutupi Kaki jenjangnya, rambutnya tertiup angin membuatnya merapihkannya dan Wira yang sedang memegang kameranya dengan iseng memotret wanita tersebut, wanita itu memiliki kulit putih dan leher jenjang benar-benar sangat cantik batin Wira berkata.
Beberapa foto berhasil Wira abadikan, ia melihat kembali foto-foto yang ia tangkap, beruntung tidak ada yang melihat Wira sedang mengambil potret wanita itu, jika tidak mungkin ia akan kena masalah karena wanita itu dikelilingi teman-teman kuliahnya yang berjumlah kurang lebih 30 orang dan dan 10 diantaranya laki-laki.
"Capek juga ya", ucap Oki yang duduk di pinggir Wira.
"Tapi enak sih liburan gini dari pada kerja lembur bagai kuda", ucap Hendra.
"Kalian memang dasarnya pemalas." ujar Wira
"Ehh cing lihat foto yang tadi", ucap Hendra merebut kamera Wira
Wira yang refleks ingin mengambilnya namun Oki juga ikut melihat hasil jepretannya.
"Lah ini cewek cantik banget loe fotoin", ucap Hendra.
"Wah gelo si Wira jarang-jarang motoin cewek", ungkap Oki.
"Eh jangan di hapus ya, kalau kalian hapus gue tenggelemin kalian sekarang juga", ancam Wira.
"Eh gak boleh suudzon sama saya teh, masa foto cewek cantik di hapus sih", ucap Hendra dengan muka sok polosnya.
"Yang mana sih ceweknya?" tanya Oki melihat ke arah wanita-wanita yang berkumpul di pantai.
"Eta tah nu make baju bodas, ehh geulis pisannya aslina (itu yang pakai baju putuh, ehh cantik banget aslinya), bisaan si Wira nyarinya." ucap Hendra menggoda Wira.
Wira hanya diam memerhatikan wanita itu, memang cantik itulah kata pertama yang dilontarkan hatinya melihat wanita itu, ia berharap bisa berkenalan dengannya meskipun ragu karena Wira memang tipikal pria yang cuek.
"Mau kenalan gak? Biar ku gue aja kenalinnya?" ajak Hendra.
"Apaan sih, gue cuman gak sengaja foto-foto aja cuman angle kebetulan bagus", ucap Wira langsung mengambil kameranya kembali.
"Ah loe mah gimana sih diajakin kenalan malah gak mau, nanti ke mimpi-mimpiin baru tau rasa!"ucap Oki.
Wira kembali memerhatikan wanita itu yang sedang sibuk selfie dengan ponselnya bersama teman-temannya, tak lama seorang pria sebaya dengannya menghampirinya. Jika diperhatikan lelaki itu sangat akrab dengannya sepertinya dia pacarnya pikir Wira, karena wanita itu langsung mengandeng tangan lelaki itu dan kembali duduk di atas pasir sambil berbincang-bincang dengan lelaki itu.
"Kayaknya loe pindah haluan aja, itu cewek udah ada yang punya kelihatannya si cowok itu kabogohna", ucap Hendra menepuk bahu Wira.
"Saingan berat bro, si cowok ganteng masih muda juga cocok sama si ceweknya" ucap Oki.
"Kalian berdua ngapain sih gue cuman fotoin dia aja gak ada rasa apa-apa udah ah bosen gue sama dua curut kayak kalian", ucapnya kemudian pergi.
Wira tahu ia sedikit kecewa ketika wanita itu tiba-tiba di hampiri oleh pria yang tiba-tiba datang , umurnya terlihat masih muda sebaya dengan wanita cantik itu, Wira tidak cemburu dia memang hanya mengagumi wanita itu karena wanita itu cantik natural dengan senyum manis tidak lebih.
*-*-*-*
Wira kembali ke penginapannya setelah hari sudah sore, ia kembali membuka laptopnya untuk mengecek email yang masuk dari kantornya, memang begitu sibuk Wira bekerja sampai liburan kini pun ia masih saja sibuk dengan urusan kantornya.
"Wir, kapan kita ke Malioboro?" tanya Oki.
"Besok ajalah kita kan pulang besok pagi", ucap Wira tanpa melirik dan masih fokus pada laptopnya sambil mentransfer foto dari kameranya.
"Lusa kita balik Bandung ya? Sebentar banget liburan teh", ucap Hendra.
"Kalian kalau masih betah terusin aja liburannya, gue masih banyak kerjaan dan gara-gara kalian narik gue kesini jadi pekerjaan gue numpuk", ucap Wira menyeruput kopi yang ia pesan.
"Ah kaga gue malu sama Budhe sama Pakde lo." ucap Oki.
Wira pun tak menghiraukan kicauan sahabat-sahabatnya, ia lebih memilih fokus pada Laptop kesayangannya. Setelah selesai dengan pekerjaannya Wira kembali memainkan ponselnya, ia melihat beranda pada akun facebook, bagai tertimpan durian runtuh Wira menemukan akun Instagram wanita yang ia temui di pantai tadi siang, mungkin karena ia mengaktifkan lokasi di ponselnya jadi mudah menemukannya.
Wira yang penasaranpun melihatnya namun tidak banyak yang dia harapkan karena mungkin wanita itu menyembunyikan akunnya dari publik, Wira hanya melihat foto profilnya saja yang berada di beranda wanita itu.
Wirapun menambahkan pertemanan padanya, namanya Dirayana Paramitha kelahiran 1998 umurnya masih muda. Wira berharap permintaan pertemanannya di sosial media di konfirmasi olehnya.
From : Maya
Mas besok lusa jadi pulang kan?
To : Maya
Kenapa dek?
From : Maya
Bunda sama Ayah mau ada acara, Mas disuruh datang",
To : Maya
InsyaAllah Mas pulang
Wira menaruh ponsel di kasur dan ia mengusap wajahnya, ada rasa sedikit lelah yang ia rasakan, sejujurnya Wira dulu bukan penggila kerja seperti sekarang. Saat dia sekolah ia sama seperti teman-teman sebayanya yang selalu pergi keluar dan menghabiskan waktu bermain hingga larut malam. Saat itu Wira memiliki kekasih yang ia pacari sejak pertama kali masuk SMA, mereka juga selalu menghabiskan waktu bersama.
Saat itu Wira memilih kuliah di Bandung, sedangkan kekasih Wira bernama Giskha memilih kuliah di Surabaya bersama kakaknya yang menetap di sana, awalnya hubungan mereka baik-baik saja karena masih terjalin dengan kabar yang mereka berikan.
Namun setelah satu tahun Giskha seolah menghilang dan Wira juga tak pernah bertukar kabar dengan Giskha. Wira sudah mencari informasi tentang Giskha kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya, namun selalu tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, hingga akhirnya 5 bulan setelahnya Giskha datang sendiri pada Wira membawa undangan pernikahannya dengan seorang pengusaha ternama di Surabaya.
Dan semenjak saat itu, Wira yang patah hati merasa kecewa karena dikhianati pacarnya. Sejak itulah Wira melampiaskan semua amarah dan emosinya dengan bekerja keras hingga ia memutuskan membuat usahanya sendiri. Yang Wira tahu Giskha meninggalkannya karena lelaki yang menikahinya seorang pengusaha kaya dan ia berusaha agar bisa menjadi seperti suami Giskha. Dan terbukti selama beberapa tahun kerja kerasnya berhasil, ia membuka perusahaan sendiri tak lepas dari bantuan Ayahnya yang memiliki sahabat pengusaha pula.
Wira mulai menutup dirinya dari wanita, belum siap membuka hatinya pada wanita mana pun karena terlalu takut kejadian dahulu terulang kembali. Bagi Wira jika ia sudah siap ia akan memulai berhubungan serius dengan seorang wanita, namun untuk saat ini ia masih ingin mengabdikan dirinya pada perusahaan yang dibangunnya.
Gadis yang Ternoda
Kesalahan satu malam yang membuat Leanna hamil, mau tak mau Dean membatalkan pernikahannya dengan Trisha. Namun kebencian di hati Dean masih tetap membara pada Leanna. Dean menganggap Leanna lah penyebab ia kehilangan Trisha. Mampukah Leanna meluluhkan hati Dean? Apakah rasa cinta akan hadir di d
JANDA YANG TERNODA
21+ Di bawah umur menyingkir Tigran adalah seorang pewaris utama Mayori Group yang merupakan makanan berkualitas yang sudah tersebar di seluruh Asia. Tanpa sengaja berkenalan dengan seorang wanita single parent, memiliki anak bernama Kayla. Rasa ketertarikan semakin besar terhadap Naomi dan akhi
PERNIKAHAN YANG TERNODA
Abelia tahu diri, ia memilih menepi, menjauh dari kehidupan Bara, sang suami yang lebih memilih pulang ke rumah selingkuhannya. Namun saat sesal menghampiri Bara, Abelia sudah menjadi milk orang lain.
Kehormatan Yang ternoda
Salmah gadis desa yang hidup dalam garis kemiskinan harus berjuang lebih keras lagi ketika nasib membawanya pada pemerkosaan terhadap dirinya sehingga melahirkan seorang anak yang BERNAMA Ayuna. Setelah tiga tahun kemudian sang pemerkosa Jhondra Mahardika datang untuk merebut Ayuna dari Salmah ketik
WANITA TERNODA
Instagram : Mariagustisilaban Nala Sundari, tidak pernah menyangka jika kesuciannya harus direnggut secara tragis oleh pria-pria yang tidak ia kenal. Lima orang, bergantian memerkosanya. Dunia Nala hancur. Rencana pernikahan yang akan digelar dua hari mendatang, berakhir begitu saja. Setelah kejad
Gadis Ternoda
Diana dijebak dan dijual oleh temannya kepada seorang pria yang tidak dia kenal. Karena hubungan satu malam itu, dia pun hamil. Beberapa tahun kemudian, Diana bertemu lagi dengan ayah dari anaknya tersebut. Namun sial, ternyata pria itu adalah kekasih sepupunya sendiri. Apa yang akan terjadi selan
Skandal Ranjang Ternoda
SKANDAL RANJANG TERNODA Tak ada yang lebih memilukan dari cinta yang usang namun dipaksakan. Dalam rumah yang megah dan kehidupan yang mapan, sepasang suami-istri bertahan bukan karena cinta, tapi karena status dan kewajiban. Ketika keheningan mulai menggantikan tawa, dan pelukan hanya menjadi rutin
Derita Gadis Ternoda
Namanya Ana. Ia perempuan muda yang cantik, pendiam dan sangat lugu. Tak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya kalau ia akan menjadi korban pemerkosaan. Ana hamil dan diusir oleh ayahnya. Ia berangkat ke Jakarta dan membawa janin dalam perutnya. Di Jakarta pahitnya kehidupan Ana dimulai. Ia
Yang Terbuang, Yang Tak Terbendung
Setelah sepuluh tahun di panti asuhan, keluargaku akhirnya menemukanku. Kukira ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, tapi aku segera sadar posisiku. Aku adalah kuda pekerja yang membiayai kehidupan saudari kembarku yang sempurna, Kirana, sementara dia adalah anak emas yang mereka banggakan. Satu-
Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur
Almira terpaksa menikahi ayah dari murid les privatnya, Adrian Elvano, setelah sebuah insiden tak terduga membuat mereka kedapatan tidur bersama dalam satu kamar hotel. Kejadian itu murni salah paham, namun Mami dan nenek Adrian bersikeras bahwa satu-satunya cara untuk menjaga nama baik keluarga ada
Suami Yang Tersakiti, Istri Yang Egois
Yuna, seorang gadis sederhana dari keluarga miskin, datang ke Mansion Jackson untuk bekerja sebagai babysitter demi melunasi hutang keluarganya kepada rentenir. Dengan hati penuh harapan dan beban berat, ia memasuki dunia baru yang jauh berbeda dengan kehidupannya yang serba kekurangan. Di sana, Yu
Janji yang Diingkari, Hati yang Sejati
Ketika penglihatanku akhirnya kembali, aku menyadari bahwa pria yang aku nikahi sebenarnya adalah adik laki-laki pacarku, Hurst Owen. Sementara itu, Brady Owen, yang berjanji untuk mengakhiri semua hubungan dengan cinta idealnya, Betty Kirk, ternyata selama ini ada di sampingnya. Malam itu, ak
Janji yang Hancur, Cinta yang Tak Terucap
Selama enam tahun, aku mendedikasikan hidupku untuk istriku, CEO teknologi Isabella Prameswari. Setelah aku menyelamatkannya dari kebakaran, aku menjadi satu-satunya orang yang merawat ibunya yang koma, mengesampingkan hidupku sendiri agar dia bisa membangun kerajaannya. Lalu dia muncul di televisi
Jodohnya yang Tak Diinginkan, Sihirnya yang Terlarang
Selama lima tahun, aku adalah pasangan sang Alpha, tapi suamiku, Bram, menyimpan seluruh kasih sayangnya untuk wanita lain. Di sebuah pesta akbar kawanan, sandiwara rapuh kami hancur berkeping-keping saat sebuah lampu gantung kristal raksasa terlepas dari langit-langit, jatuh lurus ke arah kami ber
Istri yang Terabaikan
Pernikahan selama lima tahun, suamiku selalu absen di hari ulang tahunku. Tidak ada hadiah, tidak ada ucapan untuk merayakan. Dia berkata, "Aku sudah memberi uang, belilah apa yang kamu inginkan." Namun, dia mulai mempersiapkan ulang tahun Fiona setengah bulan sebelumnya. Dia berkata, "D
Kasih Sayang Yang Dikhianati
Althea tak pernah menyangka pernikahan tiga tahunnya yang ia pikir begitu sempurna ternyata hanya sebuah topeng belaka. Lucas, sang suami, yang selama ini terlihat romantis dan selalu memanjakannya, ternyata tak pernah benar-benar mencintainya. Semua perlakuan manis itu hanyalah kamuflase untuk men
Anak yang tersembunyi
Seorang anak yang lahir tanpa diinginkan, karena sebuah ketidaksengajaan. Malam itu Alia ditugaskan untuk menunggu anak dari seorang majikannya, yang belum pulang dari bekerja. Namun naas. saat dirinya memmbukakan pintu, ternyata tubuhnya langsung diseret oleh tangan kokoh, dan dimasukkan ke dalam k
AZAB SUAMI YANG DZOLIM
Kalina pengusaha yang sukses dan menikah dengan Adit yang hanya pegawai bank. Tetapi, ternyata Adit hanya memanfaatkan Kalina saja. Dia bahkan berani sudah mengkhianati cinta Kalina dengan menikah lagi. Dengan cara elegan Kalina pun membalas semua sakit hatinya.
Anak Yang Tertukar
Raya selalu merasa terjebak dalam dunia yang penuh dengan kebencian. Sebagai gadis berusia 22 tahun, ia terlahir dalam keluarga kaya, namun hidupnya tak pernah terasa lengkap. Semua itu berubah ketika ia menemukan dirinya terperangkap dalam tubuh seorang antagonis bernama Selina dalam sebuah novel y
