img My Tsundere King  /  Bab 2 Satu Kelompok | 2.35%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Satu Kelompok

Jumlah Kata:1206    |    Dirilis Pada: 22/01/2024

, istrinya bapak Dika," sapa aku deng

ibuku tanpa menolehkan kepala kepadaku, sebab sibuk mem

os menanggapi ibu

bapak cek tadi di garasi." Muka aku yang tadinya ceria, kini mem-poutka

antarkan bapak sampai sekolah, "jangan manja. Arah kantor bapak kamu berlawanan den

Naas, bapak dan ibu hari ini begitu kompak. Sedari masuk SMK dulu, aku memang di ajarkan supaya mandiri. Motor kesayanganku bermasalah, maka solu

ar kuat berdiri d

pauk nya. Bahkan ikan mujaer nampak bikin n

elikan kebab kesukaan kamu," kata bapak

oleh bapak, mataku bersinar seper

Mendapat respon anggukan dari b

, saking senangnya, aku tidak memperm

n mobil putihnya di depan gang komplek. Menyalimi tangan be

lan. Kalau bisa kamu harus dapat kursi kosong, jangan sampai berdiri sampai sekolahan." Jarak rumahku ke s

ati-hati nyetir mobilnya. Enggak usah ngebut-ngebut, takut nabrak kawanan semut

ndaraan berseliweran. Bapak sudah pergi duluan usai membunyikan klakson

u

membuatku susah menyeberang. Menepuk kening saat mengetahui hari ini adal

kendaraan, aku di kejutkan oleh suara bapak

u aku pun menjawab '

dek, sekarang jalanan lagi ramai-r

alte, tempat pemberhentian bus mau

antu aku nyeberang jalan,

i padang, atau tulisan nomor sedot wc yang ditempel pada tiang listrik? Sepertinya opsi pertam

saran, "loh, kok enggak ada sih anak pemuda tadi?" cicit beliau yang say

ada beliau, "Aku duluan, Pak. Sekali lagi terim

tidak ada satu pun tersisa kursi yang kosong untukku. Alam

gah-tengah karena mendapat dorongan dari penumpang lain arah belakang. Tas aku biarkan di depan menghindari sesuatu yang akan terj

apat senggolan keras

terlepas sebelah. Dengan gerakan cepat, aku seger

u

dalam tas tersebut. Tunggu. Sepertinya aku mengenali tas hitam ini? Memungut tas yang

andai sebagai musuh karena berhasil m

musuhan. Rupanya lelaki itu memakai earphone, m

cantik, malah bikin gue enek." Aku terperangah

" teriak Raja pa

turun, aku hampir saja terpeleset kalau tidak ada Raja di hadapanku. Astag

h pagi uda

itu aku dapatkan selepas tang

u lo sengaja modus biar gue pegang-pegang?" sembur Raja. Tak lu

ini Raja selalu sinis, menatapku tajam seolah ingin memakan mangsanya, bicara pedas, d

lu. Kelasku ramai meski penghuninya hanya berjumlah

epuluh menit beliau gak dateng juga," suruh Ti

enulis rangkuman Tata Hidang, tidak menghiraukan ucapan Titan barusan. Aku

maka aku tidak bisa menolaknya. Repot, cuy kalau berdebat bareng Eka. Bukannya

, "udah gih ke kantor sana. Nanti bu Juliana marah, waktu belajar

ja dibagi menjadi dua itu, sembari memba

penggaris kayu sebanyak tiga kali, agar

nurut, kecuali Raja. Huh, lelaki itu lagi. Aku sungguh

tek masak yang akan dilaksanakan minggu depan. Ternyata satu kelompok

ya. Aku sekelompok dengan Raja? Bisa hancur se-isi bumi, karen

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY