img Bad Duda  /  Bab 1 Pria Arogan | 1.28%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Bad Duda

Bad Duda

Penulis: Abigail Kusuma
img img img

Bab 1 Pria Arogan

Jumlah Kata:1573    |    Dirilis Pada: 13/01/2024

fuck out

ng perhatian. Dia berhenti penuh kepedulian terhadap seorang wanita y

pekerjaan. Dia mendapatkan fasilitas sebuah kamar dari hotel mewah di hari pertama ked

dang oleh seorang wanita yang didorong kasar hingga terjatuh.

kali? Aku ini bukan

ggapmu itu apa?!" pria tampan itu membalas k

dihujani kalimat sarkasme yang menegaskan ketidaksukaan. Tatapannya

Dia tidak bisa menutup mata-lalu pergi. Sebab, situasi kejam d

at terang itu memuncak ke ubun-ubun ketika mendengar rintihan

itu." Bibir mungil Edeline dengan sada

hnya. Dia berlutut lalu memapah wanita yang terjatuh itu untuk ber

pria sampah dan bodoh sepertinya." Edeline mengulas

y aw

u. Sorot matanya menajam ketika memindai pria itu. "Mulut sampa

duli pada ekspresi pria itu. Bagi gadis cantik itu,

di bahu kiri. Perhatiannya kembali fokus pada wanita itu saat sebuah alcohol swab dikeluarka

jatuhkan dan menginjak harga dirimu ..." Edeline terhenti sejenak saat samar-sa

k bermoral seperti itu. Perasaanmu dan harga dirimu lebih penting dar

aan dari seseorang itu. Ujung bibir itu tertarik-yang membuat bibir mungilnya menipis oleh senyuman manis yang m

ingkan wajah-yang bersamaan senyuman ramahnya berubah sinis ketika menatap pria di ambang pi

matanya telah tajam membidik Edeline-gadis aneh yang berani ikut campur akan urusannya. "Kau ini masih k

mpan itu. "Aku tahu bersikap sopan dan menghargai dibandingkan

ampan di hadapannya itu. Memang dia akui bahwa pria berperawakan tampan itu pasti sudah berusia matang. Menurut tafsirann

sebelum membuat cermin untuk orang lain. Selain itu, tanyakan pada wanita ya

ulas seringai sinis yang mengejek. "Yang d

marku, dia membuka pakaiannya-entah itu untuk menggoda atau apa pun itu, aku ben

n tidak percaya diri. Namun, logikanya berusaha menghibur wanit

uk guna menyembunyikan wajahnya yang memucat takut. Itu menanda

hati ingin membela orang yang lemah, tapi apa-apaan ini? Dia sangat

ak bekerja sa

perhatian Edeline, membuat gadis ca

ak menge

iknya wanita yang kau bela itu, aku tidak percaya. Berapa kau menerima u

nnya itu sungguh cerdik mempermainkan emosinya. Dia bisa saja meledakkan amarah

nang dari pria itu. Selain itu, wanita yang takut dan tidak percaya diri di sam

rpanjang masalah ini. Tujuanku datang ke sini

amping Edeline seketika pergi tanpa berpamitan. Tidak ada sedere

leh rasa canggung yang tidak nyaman untuk lama-lama diresapi. Namun sekejap kemudian,

h mau meneruskan aktingmu?" pria itu mem

ia memalingkan tatapan kesal. Lebih baik memilih mundu

koper yang ditariknya menyangkut pada karpet tebal yang menyelimuti lantai koridor kamar. Pun d

Cepat-cepat Edeline mengutip dan memasukkan pernak-pernik isi di dalam tasnya itu.

uara tenang, namun tidak menutup

Edeline mendikte tegas

elah membaca id card itu, ekspresi pria itu menajam seolah menakuti Edeline

d card milik Edeline. Tatapan mengejek dan mencemooh. Dia sama sekali tak mengira

pun dia berhasil merampas benda ber

yang tidak tahu aturan." Pria tampan itu berkata

Edeline tidak ciut oleh mata tajam pria itu yang berpadu ke matanya. "Lalu bagaimana denga

senyuman kejam. "Minta maaf

! Kau yang harus minta maaf padaku!" E

er Edeline Johnson!" Nada bicara pria tampan itu me

ikontrol telah merayapi tubuh, merusak kenyamanan di

u. Melainkan pergelangan tangan kurus Edeline dicengkram kencang-tubuh

ria itu berdesis rendah di de

n aku." Bibir mungil Edeli

menggiring pikiran pada hal-hal menakutkan dan menjijikkan. Ke

A-aku katakan .

ngannya yang satu memukul tangan pria itu-sampai Edeline tidak menyad

mbil melirik-lirik ke pintu-pintu kamar. Setelah menemukan kamar tujuannya, Ede

ayangkan tatapan tajam ke arah pintu kamar Edeline. Dia mengerang kesal, kemudian

kesal dengan eksp

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY