img Terpaksa Menikah Dengan CEO  /  Bab 4 Chapter | 5.06%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Chapter

Jumlah Kata:1422    |    Dirilis Pada: 17/01/2024

artemennya. Dibuka da

? Ha ha." Dia menerjang ke arahnya sambil meng

gendus mulutnya sedikit, dan kemudian

tawa, kepalanya bersandar di dadanya

gangnya, dia membantunya ke kamar tidur. Membuatnya duduk di

ya dengan berbisik, bibirnya membentuk cemberut. Hunter men

harus pergi ke sana juga, Henry. Saya tidak punya apa-apa." Setetes air mata lolos dari matanya. Dia membuka telapak tangannya di de

erpikir sedetik pun apakah dia makan sesuatu atau tidak. Seringkali dia menemukan permen karet

dia jarang berbicara dengan

gannya. Dia menyerah dan membaringkannya di tempat tidur. Dia menggumamk

kan baik-baik saja. Segalanya akan berubah." Dia tidak bisa mendengar bisika

an hati, dia mencondongkan tubuh ke depan

menjilat bibirnya untuk merasakan ra

lagi dengan lembut. Ekspresi wajahnya tidak bisa dibaca. Matanya tertuju pada tangan halus yang

erbisik, "Rasam

*

tidak dapat mengingat banyak hal kecuali dia terluka dan ma

menoleh dan kemudian duduk tegak. Dia meraih

a pada jam sembilan. Gaunnya tampak kusut dan

andi sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. Saat dia

mbelalak k

. di sana. Aku..." Dia meraba-raba dengan kata-katanya saat dia mendekatinya. Di

elihat ke bawah yang berarti menatap matanya. Dorongan untuk

iru itu. Jantungnya berdebar kencang ketika dia menyadari pria itu condong ke arahnya. Telapak

a? Kepalanya yang berdenyut-denyut sebelum m

ng begitu

rasakan napas mint di wajahnya. Dia menyad

menyentuh otot-otot di tub

mendekat, dia menutup matanya menunggu bibir pria itu mendara

begitu lama. Kenapa dia memak

an ciuman singkat di ujung hidungnya sebelum

sayang. Ditambah lagi inga

ia mendengarnya terkekeh dan meninggalkan kamar

mampu membuatnya terengah-engah. Dia berbalik dan matanya tertuju pada bayangannya d

dengan celana jins. Dia menghindari melihat kecantikan six-pac

ir kopi panas. Sambil menyiapkannya, dia mengunyah sendiri dua biskuit gandu

bagaimana dia bisa berbelanja dengan anggaran terbatas. Dia m

dia masih bertel

tapi untuk beberapa alasan, dia bisa

nda hari ini." Dia berkomentar tet

ap cangkirnya sendiri ketika sebuah tangan besar mendekati wajahnya dengan

ntanya untuk terus memakannya. Mulutnya sudah bergerak karena permen karet di mulutnya

bergetar, "Saya baru saja sarapan di dapur

Anda membutuhkannya." Ada sesuatu yang berubah

kan tadi malam. Dia berharap itu

Saya harap saya tidak mencoba me

un. Akulah yang..." Dia ber

! Mengapa dia merasakan matanya basah? Sambil mengedipkan air matanya,

memberikan garpu di tangannya, "Ini. Ini untukmu..

kan, dia ter

a melihat ke atas. Sambil menghela n

an makanannya. Apakah dia mendapat

mu menawari

tilah memikirkan hal itu. Ngomong-ngomong,

ia sudah melewatkannya? Dia tidak akan mengerti. Akankah dia? D

asti u

iknya dengan pan

di pintu. Itu

idak tahu siapa orang itu. Molly tidak ada di

il sedikit mengernyit dia meneri

ia hanya mengangkat bahu bingung. Amplop

arin mereka mengirim saya

ya dan mulai

Mason yang

rat untuk posisi yang Anda lamar. Jadi kami ingin menawarkan Anda pos

yan dengan keuntungan termasuk akomodasi di h

menanggung biaya peng

ta untuk datang ke kantor kami dan ber

anggapan p

la

pok L

canya dia mena

wajah Henry. Abigail memalingkan wajahn

hak-bahak. Dia memeluknya, mengan

dari bahwa dia membeku sesaat. "Perusahaan Levisay tempat saya seharu

dan mendorongnya sedikit. Menyeka air matanya dengan lembut menggunakan ibu jarinya, dia meli

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY