img Fragile Heart (Hati yang Rapuh)  /  Bab 4 Kau Bajingan! | 5.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Kau Bajingan!

Jumlah Kata:1429    |    Dirilis Pada: 18/01/2024

n baik dan sesuai rencana, walau terkadang dia masih merindukan Xavier. Tapi hanya pada saat dan momen-momen tertentu, saat rasa kesepian mulai menggerogoti hati dan ji

dai yang menerpa kehidupan Jasmine yang sudah tenang dan damai. Hal yang

mimpi buruknya. Sayangnya, ini semua adalah kenyataan. Xavier Coldwell-pria yan

kan wajahnya di bantal, menarik napas dalam-dalam dan mengh

sil move-on!" ucapnya dengan kekehan sarkas yan

tap langit-langit kamarnya yang berwarna putih polos. Dadanya masih

pak lebih tampan dari terakhir kali Jasmine melihatnya. Wajahnya lebih maskulin dengan rahang taj

g Jasmine ingat. Bukannya Jasmine memperhatikan sampai detail, tapi hanya denga

g masih sama dari dirinya selama empat ahun ini adalah hatinya. Dia

nta menjadi benci. Jasmine tidak sabar untuk hal tersebut terjadi. Dia harus menjaga sikapnya juga agar kakak dan orang tuanya tidak curiga pada hubungannya den

pada Bernard tidak pernah bisa melebihi rasa sayang antara seorang teman, dan Bernard

Dubai, agar dia bisa menghindara acara pertunangan kakaknya. Ya, lebih baik begitu, daripada dia tersiks

*

rtutup berwarna ungu. Dia sengaja mengenakan pakaian yang berwarna cerah,

ata, hidung, pipi, dan mungkin seluruh wajahnya pasti tampak memerah kalau tanpa riasan. Ditambah d

orang tua Jasmine, beserta Jel

ekali. Aku sudah sangat

f. Dia duduk di samping ibunya, dan tepat di hadapannya adalah Xavier.

ita semua sudah kumpul

makan malamnya,

las kasih sayangnya dan perhatian luar biasa pada sang tunangan. Harusnya ini adalah h

seharusnya terasa lembut di lidahnya itu, kini entah kenapa terasa begitu sulit bahkan untuk ditelan. Obrolan antara ay

reka. Dia memakan makanannya dengan pelan dan raut wajahnya tetap tenang dan terke

a. Daging di atas piringnya masih tersisa setengah, namun dia mer

aja, Nak? Kenapa kau tida

embari melebarkan senyumnya. "Aku tadi sore sudah makan cemila

makanan penutup. Dia lalu menatap ke arah Jelena. "Jelena, Mommy sudah me

gaimana denganmu, Xavier? Apa ka

balas tatapan Mila dan tersenyum padanya. "Aku

layan untuk mengeluarkan hidangan pudding mereka yang memiliki banya

avier, "Aku tidak tahu

h, ya? Kau mungkin ti

Xavier. Dia masih ingat semuanya dengan sangat jelas. Dia yakin, bahwa Xavier tidak suka pa

empat tahun pastinya cukup bagi seseorang untuk mengubah selera makannya. Jadi Jasmine

pria itu

tampak di bibir Xavier dengan ta

kannya lagi sepa

*

nya. Perutnya terasa tidak enak, dan dia juga merasa sedikit mual seolah asam lambungnya naik. Tapi

empengaruhi Jasmine sampai sebesar ini. Jasmine melangkah cepat menuju kamarnya,

Walau Jasmine tahu bahwa tidak seharusnya dia merasa seper

annya dengan Xavier. Itu mungkin juga karena Jasmine berhasil mengontrol ekspresi wajahnya

tangan Jasmine. Dia terkesiap dan sontak berbalik. Matanya membelalak saat

e melebar.

dalam. Lagi, Jasmine mendapati dirinya tenggel

mine sekaligus membenci diri sendiri ka

ibu jarinya dengan lembut ke bawah mata Jasmine. Tatapannya sangat d

m, namun kini semua itu menerpanya seperti air bah. Mata Jasmine terbelalak. Sengatan rasa yan

a satu sent

a, bersejajar ke wajah Jasmine sambil ber

Xavier dari wajahnya dan mendorong pria itu dengan kasar. R

lebih lama lagi, Jasmine membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam. Dia bersandar d

iton Xavier. Pria itu berkata, "Kita harus bicara, Jasmine.

h mendengar ucapan pria itu. Dia jatu

jin

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY