img Dosa Termanis dengan Calon Iparku  /  Bab 5 Kepergok Seseorang | 5.26%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Kepergok Seseorang

Jumlah Kata:1043    |    Dirilis Pada: 23/01/2024

g, Safira bertanya, "Kenapa kamu luna

ya. Mengapa seorang Kai yang tidak ada urusannya sama sekali dengan utang-utang

a? Untuk apa Kai sukarela mengeluarkan uang sebanya

ira jika telah melunasi semua utang-utang perempuan itu. Rencananya, Kai akan mengatakannya nanti setelah surat p

Feeling-nya tidak salah lagi. Pasti ada niat tersembunyi dari kebaikan hati si manusia menyebalkan ini.

ku udah tau jawabannya," ucap Safira, yang lagi-lagi harus membuang kasar

bicara, "Jadi ... Apa timbal baliknya? Kamu mau apalagi dari aku? Gak mun

jari ke depan muka Safira

na kecokelatan, dengan bulu lentik alami. Hidung kecil, bibir ranum, dan paras yang cukup menggoda, membuat rasa pena

ah menggunakan berbagai macam cara. Jika seperti itu terus, rencananya hanya akan berjalan di tempat

ng terlintas dalam pikiran Kai. Dia akan membalik keadaan, s

lu," ucap Kai, dengan tatapan berbeda, dan sialnya

Kai yang kelam. Arkana saja tidak sememesona ini. Ah, tidak-tidak! Arkana dan Kai memang dua sosok yang

ja, darah Safira b

Tanpa permisi, dia mengecup singkat bibir sedikit terbuka itu hingga sang empunya terperanjat kaget,

napas Kai terasa menyapu permukaan kulit wajahnya. Posisinya sangat-sangat intim

i dengan nada mengejek, dan seketika itu juga

embelit pinggangnya, sambil hatinya mengumpat sejadi

kaku keliatan banget, ya, kalo salah tingkah gara-

h kali ini, karena Kai pa

kan apa yang ada di pikiran perempuan itu. Dia berkata, "Berhubung elu udah tau s

gue lunasin. Dan sekarang, elu yang utang sama gue. Jadi ...gue harap elu sadar diri karena mul

memundurkan kepalanya juga. Tubuhnya tidak bisa iku

isa manfaatin aku kayak gini! Kamu udah curang!" Napas Safira memburu akibat

puas. "Karena elu udah nipu keluarga gue juga

udah ket

-suka

sa seenaknya

hak g

Kai membuatnya emosi. Telapak tangannya sudah mengepal kuat, hendak meninj

utang budi! Karena selama ini gue udah baik hati gak bongkar rahasia lu

ng-

t lembut dan isapan melenakan. Sampai-sampai Safira pun tidak kuasa menolak ciuman itu. Kai

rnya itu. Telapak tangannya yang lain merayap di punggung Safira dengan perlahan, naik hingga

. Otaknya tak bisa digunakan untuk berpikir jernih. Bahkan, bayangan wajah Arkana y

i

an belum berpihak pada

ai

ng bisa saja tak terkendali. Kai menelengkan kepa

atur napas yang terengah, serta ritme jantung yang berdebar tak karuan. Sorot tajam sosok di depan pintu itu seo

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY