img Dosa Termanis dengan Calon Iparku  /  Bab 6 Hinaan Januar | 6.32%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 Hinaan Januar

Jumlah Kata:1188    |    Dirilis Pada: 23/01/2024

i Weekend seperti sekarang harusnya dia bisa santai. Namun pada nyatanya hal t

n terakhir. Semenjak sang ibu pergi lima tahun yang lalu, Safira hanya hidup bersama sang ayah d

a sering marah-marah tidak jelas kalau sedang tidak punya uang. Menjengkelkannya lagi, ayahnya Safira juga menjadi seorang penjudi dan

ikit utang senilai ratusan juta rupiah, dengan bekerja di Bar miliknya. Mengandalkan gaji SPG juga

sebut tak serta merta turut memperbaiki keberlangsungan hidup Safira. Memilih menutup ra

eriak memanggil Safira ketika baru saja m

erantakan itu duduk bersandar di sofa

asan di wajahnya lekas menyahut, "Iya, bentar!" Lalu, membua

ing itu tidaklah terlalu luas, hanya ada dua kamar, ruang tamu mini, dapur seadanya, serta kamar mandi satu yan

sekilas, lalu

t kamu! Ngap

ira tidak menyukai sifat ayahnya yang sekarang, tetapi dia tidak menghilangkan rasa hormatnya pada

asih cabe rawit lima biji sama sayuran kalo ada," titah Januar

hnya. Berbalik, lalu segera menuju dapur untuk membuatkan mi rebus sesuai

meja makan kayu yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Setelah meletak

nada pelan. Berdiri di sisi sofa tunggal dengan perasaan tida

aka Safira sudah bisa men

," ucap Januar sambil beranjak dari sofa, kemudian

nya ke dapur,

r. Ini malah Bapak tambahin lagi jumlahnya. Kalo caran

nya? Safira sudah lelah berurusan dengan utang sekaligus dengan Kai. Gara-gara

duit segitu, mah, gak ada apa-apanya buat dia," sahut Januar dengan

i. Setelah minum, dia duduk, meletakkan botol kaca ke meja dan mulai memakan mi rebu

r Safira sambil memejamkan mata

Lagi pula, dia juga belum berkewajiban nanggung biaya hidupku." Safira memberanikan diri untuk m

ak

aget. Lalu botol minum yang terbuat dari kaca terjatuh, dan menggelin

udah gak sabar pengen besanan sama orang kaya. Percuma punya muka cantik kalo gak dimanfaatin, ck

mulut ayah kandungnya. Safira sungguh tidak mengenal sosok yang tengah makan

butuh uang, Pak? Butuh modal. Sementara aku belum ada uang untuk

u yang bingung? Tinggal nikah. Udah beres. Gitu aja dibikin pusing!" Januar berdec

aranya dia bisa mendapatkan uang banyak untuk melunasi utang-utang

engnya dia berkata, "Apa perlu bapak yang ngomong ke Arkana? Ba

ggeleng, lalu Safira memohon, "Enggak! Bapak gak

h sangat baik padanya selama ini. Safira

r kaya gak pernah dimintain duit. Kerja siang malem tapi gak bisa lunasin utang-utang. Gak berguna banget kam

an tatapan nanar putrinya yang hampir menangis. Pria paruh baya yang rambu

ira gak pernah berarti di mata Bapak?" Lelehan bening nan hangat menetes di pipi Safira, tetapi

di bak cuci piring. Tubuhnya sudah merasa sangat lelah, dan ingin cepat-cepat menyelesaikan kekacauan ini. Istirahat

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY