img Terpaksa Menikah Dengan Pria Buta  /  Bab 5 5. Ancaman | 4.20%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 5. Ancaman

Jumlah Kata:1007    |    Dirilis Pada: 01/03/2024

akanan di meja makan dan juga menyiapkan makanan untuk suaminya sendiri. Ada y

kan saja," ujar Boora sembari mengambil beberapa p

tidak bisa kalau tidak bekerja seperti

"Lebih baik kau menyuruh

," sahut Bibi yang masih terlihat muda. Sia

in. Dan juga dia sangat menyukai Bae-Hyun. Entah dari kekayaannya ataupun ket

iberi harapan lagi Nona. Memang awalnya mereka akan menganggapmu sebagai Tuan

tajam untuk mengisyaratkan supaya

ir, lalu pergi dari hadapan

ng di bilan

kau harus berhati-hati,"

menunduk sopan. "Kalau begitu say

i hadapannya, un

. Tiba-tiba saja ada yang menarik dari bel

ekitar ruangan. Hawanya sangat panas. Pandangann

bibi

ya sekilas. Tangannya di lipat di dadanya. "Dari

apa

tanpa basa-basi dia menarik

tidak, hidupmu tidak akan damai!"

menahan tangan Eun-Hye yang menj

akan melepaskannya, karna dia sudah menjadi suamiku, Bibi," uca

aku menyukai Tuan Bae bukan? Aku men

ari dulu, kau menikah dengan Tuan Bae hah! Kau kira aku bah

terdiam.

am, lalu men

Bae, dia salah orang. Bodoh sekali dia," desisny

lu pergi tanpa permisi. Astaga,

ekali membenarkan rambut yang sudah mulai lusuh. "

pta

ya seseorang yang baru sa

depan kamarnya, lalu medongakkan kepalanya, m

T--t

--" belum Ga-Eun memutarkan tubuhnya, akan tetapi pr

tika tubuhnya terkunci de

cap Ga-Eun sembari menyung

kan tubuh gadis itu. Lalu merangkul pinggang Ga-Eun

-Hyun yang kini sudah melingkar di perutnya. Sekilas ia

au makan

makan bersamamu,

ersebut menduduki salah satu kursi y

Tuan, biar saya

menoleh ke samping. "Nona Bae? Bisak

lalu mengambilkan sepiring makanan untuk

istriku. Kalau ada yang mengusik hidupnya, atau bahkan kalian

na dengan sopan dan kompak, semb

asalnya, sebelum dirinya keluar. Dia mendengarkan

n hartaku saja, tapi--" batin Bae-Hyun sembari meringis kecil, ju

letakkan piringnya tepat di depan

ar Bae-Hyun spontan, sete

dapan Bae-Hyun, lalu mengamb

kira masih di kamar," ucap Bae-Je

nyuap makanannya, suda

bersama istriku saja, jangan ganggu,"

diknya barusan. "Ayolah, Adikku. Jangan te

an

nbarkan ke piringnya dengan asal, waj

eon. Ga-Eun kita makan di luar saja." B

yang belum dimakan sama sekali. "T--tapi Tuan, maka

engan nada ditinggikan. Membuat Ga-Eun ketakutan

idak pernah di lepaskan sedari tadi. Justru, Bae-Hyun

-Eu

sekali, pria ini tidak bisa melihat senyumannya. Rasa kecewa itu mun

kan hartaku?" tanya Bae-Hyun tiba-tiba. Ucapan pria itu membuat Ga-Eun membun

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY