img Dikejar Jodoh  /  Bab 2 Permintaan Bunda Elena | 1.74%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Permintaan Bunda Elena

Jumlah Kata:1549    |    Dirilis Pada: 05/03/2024

nada suara yang berusaha ia buat senormal mungki

a gak boleh a

tiap akhir pekan?" Elena menghampiri wanita yang ia panggil dengan sebut

lagi ke Bandung." Elena menganggukkan kepalanya. Bunda memang beke

. Dari nada bicaranya, Elena tahu jika sang Bunda sedang marah kepadanya dan ketik

adi sarapan, makan siang jadi makan malam. Memang kamu sepertinya harus punya alarm hidup yang ingetin kamu supaya gak telat makan." E

udah gede, l

berdua sama aja. Mentang-mentang Bunda gak tinggal bareng kalian jadi suka s

ama seperti ibu-ibu lain yang akan terus berbicara untuk menutupi rasa khawatirnya. Yah, se-tua apapu

il piring yang sudah terisi nasi da

katakan walaupun mungkin ada nada protes yang mengisi kepala mereka, keduanya akan tetap mendengarkannya. Yah... walaupun jik

tuk menikah?" tanya Bunda

makanan yang ia telan kali ini terasa hambar. Dirinya bahkan denga

dah cukup matang, Len," tambah Bunda karena Elena mem

ena. Tangannya meraih gelas dan menenggak isinya untuk sejenak menetralk

a sempat terkekeh mendengar ucapan Bunda yang sarat akan k

a Bunda. Punya Elang. A

ud Bunda, Len." Bunda men

ahannya. Mencoba percaya jika akan ada saatnya Elena datang padanya mengenal

Elang. Yang Bunda maksud suami, Len. Kapan kamu

nang yang coba ia tunjukkan di saat hatinya sedang bingung untuk merespon pertany

a dengan nada lembut tanpa intimidasi. Tetapi pertanyaan yang Bunda lontarkan bukanla

ar?" tanya Felicia sembari menatap Elena dengan tatapan sendu. Ia sebenarnya tahu apa yang menyeb

an dari dirinya. Ia berada di posisi sulit. Jika ia jujur, Bunda pasti terluka. Teta

ni, tidak akan mau bicara sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Ele

nya membahas masa depan yang entah akan berakhir seperti apa. Layaknya menjalani suatu perjalanan dengan seseorang yang bahkan tidak kita tah

dengan kamu. Kamu berbeda dengan Bunda. Kamu gak akan bernasib

. Tidak menutup kemungkinan Elena trauma akan pernikahan jika ia melihat dengan mata dan kepalanya sendiri bagaimana seorang pria y

anya menuntut. Kamu tau itu kan?" tanya Bunda sambil

n, Len. Kamu harus bangun masa depanmu dengan keluargamu sendiri." Jujur, Felicia ta

Kali ini aja, Len. Tolong kamu penuhi keinginan Bun

saan sakit yang mereka pendam selama bertahun-tahun. Perih yang tidak bisa digambarkan dengan kata, hingga mereka memili

Damar kirimkan padanya jika pria itu ingin hubungan mereka masuk ke tahap yang

a sinyal itu dengan bahagia seperti wanita lain yang akan bahagia begitu kekasih yang lama ia pa

erharap melalui udara yang masuk ke dalam paru-p

e terima ajakan Da

*

Wanita itu bahkan menyempatkan diri membeli beberapa makanan untuk ia persiapkan di apartemen Damar. Karena selama ini Damarlah yang biasanya sibuk

untuk hubungan mereka yang akan melangkah ke jenjang yang lebih serius. Malam itu ia akan menjawab kesediaan

a yang telah menjadi kekasihnya itu. Jujur, ia tidak pernah datang sendirian ke

kan memantapkan hatinya untuk menerima permintaan Damar untuk menikah dengan pria itu.

intu yang terlihat berserakan, seakan si pemilik terburu-buru melepasnya. Sepatu berhak tinggi berwarna merah itu membuat Elena berpikir. Seingatnya, Damar tidak memili

masuki apartemen Damar. Menyimpan kue dan beberapa barang yang

h suara asing menyapa telinga Elena. Suara se

yang tidak biasa. Suara itu makin kencang terdengar ketika dirinya semakin mendekat ke arah kamar sang kekasih. Suara

mendorong pintu kamar Damar yang tidak tertutup sempurna. Mata Elena membola. Degup jantung Elena berdetak lebih kencang. Wanita itu merasak

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY