img WANITA SIMPANAN MILIK SUAMIKU  /  Bab 4 AMARAH | 6.06%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 AMARAH

Jumlah Kata:1306    |    Dirilis Pada: 19/03/2024

r kembali. Aku pasti tak akan membi

" seru Pak Tino me

buatku ingin kabur saja, tapi aku menguatkan dirik

di peluk mama Alex yang tampaknya

g, An. Dari tadi Alex

u terfokus pada cowok yang sedang terbaring dengan perban di kepala

ante?"tanyaku sambil masih

ih dan bolak balik menyeka a

parah lukanya. Dalam waktu kurang lebih d

pa tante?" tany

hingga kemungkinan besar selamanya ng

dengar pertanyaanku, tangis mama Alex semakin menjadi.

i. Nggak usah pakai nan

dengar suara Alex. Dengan langkah seribu ak

aanmu yang tadi, tanganku nggak lumpuh. Masih bisa berfungsi kok. Memang sih ngga

perti dulu lag

ingin kemungkinan besar akan terasa sedikit nyeri. Truss... nggak bisa di gunakan ngangkat yang berat-berat. Ehm... apa

lah sepele, lex! Kok kamu bisa s

a! Sudahlah, lebih baik kamu pulang saja. Nggak ada gunanya k

ta bahwa tangan Alex nggak bisa berfungsi normal lagi. Emosi melihat Alex yang bersikap menyepelekan masalah y

ng nggak seharusny

han, tidak bisa kubendung lagi. Kubalikkan badanku menghadap jen

hlah jangan marah-marah lagi, bukannya tadi kamu nyari-nyari Ann

t nih! Lebih baik kalian keluar dulu saja. Aku perlu

a kita keluar dulu," seru mama Alex menenangkan

lahnya. Namun, aku sadar masalah yang dihadapinya adalah masalah berat. Mungkin walaupun bersikap tenang-tenang saja, sebenarnya dia juga meras

tak kepalanya. Namun sekali lagi aku berusaha menahan emosiku dan tetap

lanya juga seharian mengunci diri di kamar dan menolak bertemu dan berbicara dengan siapapun. Tapi... ada kalanya juga dia kelihatan sedikit baikan d

esuatu yang pribadi ngg

i tadi kamu sudah tanya

ini tidak pernah menjengukmu, tapi kenapa sedikit pun kau tidak bertanya alasannya p

aku... baru tau kalo dia juga sudah keluar dari sekolah. Sebenarnya

rgi sebelum kita mendatangi rumahnya waktu itu,"jawa

n? Kamu kok ngg

dia datang untuk menyampaikan keputusannya yang ingin mengakhiri hubungan kami. Waktu dengar dia bilang tentang putus, aku pikir dia lagi ngerjain aku. Tapi ekspresi Erna saat itu sedikitpun tidak menyiratkan kalo dia bercanda. Dia malah melanjutkan menjelaskan kalau dia akan seg

ap ke luar jendela. Aku menunggu sampai beberapa menit tapi d

ampai ke rumahku, kamu ngg

semudah itu berakhir. Tapi saat mengetahui dia sudah beberapa hari nggak masuk sekolah, perasaanku mulai nggak enak. Dan puncaknya saat kita mengunjungi rumahnya yang sudah kosong waktu

rlihat aneh dan tiba-tiba pergi saa

tus asa. Aku nggak tau harus mencari dia kemana lagi. Tak satupun saudara Erna yang aku kenal dan aku tau rumahnya. Karna frustasi aku mulai menekan gas motorku kuat-kuat dan menyetir bak orang kesurupan. Saat aku sadar motorku mulai

nang tiba-tiba berubah menjadi ekpresi kesa

tanya kan? Kalo sudah puas, lebih baik k

rna aku takut malah membuatnya jadi tambah sedih. Jadi, saat dia mengusirku aku benar-benar ingin menolaknya. Aku ingin tetap berada di sampingnya dan menangis bers

i itu. Namun aku tau jika aku memaksa tinggal, dia akan membenciku dan makin men

*

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY