img SANG MEDIATOR  /  Bab 1 Bagian 1 | 3.45%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
SANG MEDIATOR

SANG MEDIATOR

img img img

Bab 1 Bagian 1

Jumlah Kata:2369    |    Dirilis Pada: 25/04/2024

. Tapi pekerjaannya sebagai seorang pembantu rumah tangga di rumah ndara Joyo hampir tidak memungkinkann

ar! (Tidak usah nangis,

ari berbisik-bisik di dalam

isa, (Iya, Ri! Aku sudah berdoa agar aku kuat, tapi kadang a

merasa sedih seperti Alia, tapi lama-lama dia menjadi terbiasa dan ak

Ya? (Sudah pernah mencoba bilan

menga

ggu tiga bulan lagi. Sesuai dengan kontrak yang

menga

h juga kalau cuma nanya," kata Sari, "Be

. Jantungnya berdebar kencang, membayang

*

run. Dia menjadi istri kesekian seorang saudagar tua yang kaya r

, terindah dan terbersih bila dibandingkan dengan rumah-rumah istri ndoro Joyo yang lain. Sehingga tidak heran, setiap enam bulan sekali Ningrum memecat

ah baca tulis dan hitung tidak masalah. Ningrum memercayakan Alia membersihkan lantai dua rumahnya, sambil melihat perkembangan kerja Alia, karena sebe

yang sembab oleh air mata. Ningrum gemas sendiri. Dia benci kepada orang yang

pada Alia. Dia memandang tajam Alia da

e mulih! Ora sah mulih kene maneh! (Minta pulang terus! Aku, kan sudah bilang, kalau sudah kerja enam bulan baru boleh pul

jawab. Ningrum juga merasa sebal, dia bisa saja membuat mereka berdua duduk bersimpuh sampai be

ni! (Tidak usah tanya tentang pulang-pulang lagi! Kalau sekali lagi aku mendengar tentang masalah pulang, k

mberi ampun kepada pembantunya yang kurang ajar bertanya padanya tentang masalah pulang. Hati

(Yang ini jangan disuruh pergi dulu, ya! Aku ingin mencobanya sedikit

panjang dan jilba kaos warna kuning gading, membawa tas ransel kumuh yang sepertinya berisi baju. Ningrum menghela nafas

opo, Ndoro? (Ingin diperis

tertawa ter

pi, tok! Sethithik ae! Oleh ora, Rum? (Kamu cemburu, ya? Jangan cemburu, Rum! Aku tida

o. Dia mengangguk. Mereka berp

, njih, Ndoro? (Saya siapkan tiga

ya, Rum! (Ya! Kamu sudah paham sekarang!

ndoro Joyo yang sudah renta it

merasakan didih k

*

s. Dia tetap melaksanakan tugasnya dengan baik, membersihkan lantai dua rumah ndoro Joyo dan ndoro putri. Dia tidak pernah mengeluh, tid

ti biasa Alia memulai ak

Nanti sore saja!)" Kata ndoro putri dengan suara yang lembut. Al

uruh apa, Ndoro?)" Tanya Alia, dia agak b

ejenak. Dia na

ata Ningrum, membuat Alia mendongak terkejut. Tapi buru-buru menundukkan pandangannya lagi. Waktu mendongak beberapa detik tadi, dia sem

um te

an kasar dia mengangkat dagu Alia. Membuat Alia

mu mau!" Kata Ningrum dan dilanjutkan dengan tawanya

, kan?" Tan

ra seperti ini. Seharusnya Ningrum galak dan marah-marah padanya, tapi sekarang yang terjadi ad

diperbolehkan pulang, N

ercaya mendengar pertan

lawase! (Mau tidak? Kalau tidak mau ya tidak apa-apa! Kamu tidak usa

an sangat cantik, sangat cantik jelita. Alia berusaha menundukkan kepala. Tapi Ningrum tetap memegang

t dan menginja

mu mati kabeh! (Kalau kamu tidak menu

*

egitu 'mriyayeni' atau begitu terlihat jelas memiliki strata sosial yang tinggi alias bangsawan.

h? (Mas Arya, saya benar-benar hendak minta tol

terse

mboten saged! (Maaf, jawabannya masih sama, Pak. Saya

ia merasa Arya hanya b

tus juta? (Mas Arya masih butuh uang, kan? Mau berapa, Mas? Lima puluh juta

utuhkannya? Arya menelan ludah. Sepertinya dia sedang berhadapan

i, (Saya butuh dua ratus juta, Pak, kalau tidak merepotkan,)

arena memang banyak saksi yang mengatakan bahwa pejalan kaki itu menyeberang jalan sembarangan. Tapi untuk menutup kasus itu Arya butuh uang yang cukup banyak, mungkin menang benar dia meminta uang seratus juta untuk bekal membayar ke sana ke mari. Dan uang seratus juta y

eluarga korban, nama dukun aborsi, tempat dan waktu semua kejadian dan semua kelengk

ang, Arya langsung luruh dan meny

tus lima puluh juta! Sekarang juga!" Kata Dewabrata. Dia terlih

itu. Sembilan digit angka sekarang sudah masuk ke rekeningnya. Arya nyar

, kan?" Tany

menga

mput mas Arya. Tolong disiapkan baju untuk bepergian selama

gguk. Dia m

nada keheranan. Sejak pertama kali Dewabrata data

ata te

dalam diri mas Arya y

*

eret masuk ke dalam mobil ya

sobek di beberapa tempat. Seandainya tidak memikirkan tentang uang, Sari pasti akan langsung membantu A

*

arus menghadapinya sendirian. Dia dipaksa untuk melakukan hal yang dikehendaki majikannya. Dia tid

ih dihujani sumpah sera

Mau diberi penghargaan, kok, tidak mau! Bod*hmu itu dihabiskan

alam-dalam. Air matan

(Tidak usah nangis! Kemayu! Sok jual mahal! Padahal aslinya jiwanya juga j

a sendiri beberapa tahun yang lalu, diperlakukan kurang lebih sama seperti ini. Rambutnya dijambak, dia diseret, disekap di kamar mand

angis tersedu. D

we, Ndhuk! (Maafkan aku, ya, Ndhuk! Aku hanya menjadi pembantu ndoro Joyo! Aku d

emakin kebingu

*

grum yang wajahnya

kalau Ningrum menangis sehisteris itu. Pas

a berdua masuk ke dalam rua

gi?" Tan

m meng

sah nang

aku diusir dari rumah itu!" Jawab Ning

dang untuk menampung barang-barangmu itu! Kalau sudah waktunya kamu pe

dengarkan d

membantu istri nd

uk. Ningrum me

nya besok. Aku minta tolong, ya, Sa

ni!" Kata Salli. Mereka berdua cekikikan. Dan

*

Alia yang sudah berdandan cantik mematuhi semua perintah Ningrum,

ia memasuki sebuah kamar besar yang biasa dibersihkan Alia setiap hari. Seb

untuk duduk di tepi ranjang. Dia terpekur. Jilbabnya sudah hilang sejak berangkat ke salon tadi, dia tidak di

erarti mati!" Ter

juga menahan lelah dan lapar. Sejak ta

ringkan tubuhnya di ranjang besar di kamar itu. Dan

*

sudah tertidur pulas. Dia ter

tubuh Alia yang

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY