img Melahirkan Keturunan Untuk CEO  /  Bab 5 Lelaki Es Balok | 7.35%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Lelaki Es Balok

Jumlah Kata:1407    |    Dirilis Pada: 02/06/2024

buat mata Kinara mengerjap. Terbangun

dian tatapan matanya jatuh pada sese

a kala menyadari kalau

i, baju nan kerudung yang ia kenakan masih baik-bai

afas pelan. Pandangan matanya menata

erkesan manis nan kalem. Tidak seperti monster kala dia terbangun. Jika ditanya l

ikirkan kehidupannya di masa depan yang akan datang. Kira-k

setelah melahirkan apa dirinya tidak akan bertemu dengan Aarav? Duh, m

nang, matanya merotasi ke sekeliling yang tidak t

rumahnya. Karena memang Aarav sendiri yan

n besar. Berpikir kalau di lemari ini

nya sendiri kala tangan i

tersebut, berharap lemari itu terb

kembali mencoba membuka lemari tersebut. Bukan hanya di tarik

ng tak kunjung terbuka membuat

edikit kericuhan, yang mana perempuan

al. Bingung juga bagaimana caranya untuk memb

atkala Aarav membuka lemari tersebut dalam sekali

ngedip untuk b

mping Kinara. Membuka lebar-lebar lemari t

Kinara merasakan kecanggungan. Bodoh! Itu

ja!" Aarav sudah kembali menuju tidurnya yang sempat terg

nyaan itu sontak membuat Aa

ra dengan cepat mengambil sebuah baju at

Aarav membuyarkan gerakan Kinara yang tengah

. Namun kemudian terbang

nsel di sana," ti

uan itu mengambil ponsel yang ters

i,

ponsel tersebut, menekan iko

arang untuk sal

..

dak paka

u

erlfonnya. Matanya melirik

aya bacaan salat setelah ini," ucap Aarav k

uk terakhir kalinya bola m

kulkas itu i

ara bersujud pertanda syukur atas suami barunya y

emutar-mutarkan sarungnya. Sedari tadi dia hanya berkutit denga

ah longgar, berakhir

arav yang nampak kesusahan. Sebuah senyum melen

gan sigap mengambil alih sarung ter

ucap Kinar sembari menarik saru

g kala Kinara terus sibuk menempatkan sar

pegang bagi

nya Aarav menun

ang te

gah

arung tersebut. Karena yang jadi masalahnya Kinara susah sendiri kalau bagian te

ra mendongak. Seketika pandangan keduanya bertem

ebih tampan nan adem. Terlihat pula muka so polos di jarak dekat sep

a, menolah pada kasur yang t

cara ini saja!' ucap Ki

ujar Kinara membuat Aarav memegang kedua ujung sarung

" Dengan muka serius Kinara memakai sarung tersebut, kemudi

tu melekat di bagian bawahnya.

us dibuat sabar oleh sa

kak

to

ak

enoleh ke asal pintu. Dia menatap Aarav

ana bersih dahulu saja. Dikarnakan belum benar-be

la bahwa Aarav jauh dari

agama. Ia juga bukan lulusan pondok pesantren ternama, ia hanya sekolah madrasah biasa

arena melihat ada keinginan di mata Aarav akan perkara agama. Terbukti bahw

u Aarav terlihat begitu menggemask

yang sudah melekat di diri Aara

ak

n segera membuka pintu, men

" Ucapan Lusi tercekat. Dia menatap Kin

bakal ambilin dulu seragam sekolah Lusi," ujar Kinara merasa bersalah. Ah, semua ini karena suamin

Lusi dengan tatapan sendu. "Lusi juga l

ng adik, segera menari

bawa kamu buat makan, sekarang Lusi sabar aja, karena sebe

aya dari tempat

midasi membuat Kinara terpera

k. Bu--bukan

pergi, bagaimana?" tanya

eakan memenuhi ruangan ini. Entah kenapa tapi ... perkataan itu membuat

arena ia menghormati dia sebagai seorang suami, takutnya malah ter

a mode dinginnya kembali membeku. Tidak seperti tadi

bibir Kinara. Tidak berani menatap Aarav ya

di telinga Kinara. Pria itu pergi dengan sifat dinginnya. Tida

ingatkan bersama sang Ibu dan Ayah mel

rindu kalian ...,' uc

semakin marah, dengan cepat Kinar

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY