img Hasrat Terlarang dengan Atasan  /  Bab 2 Kemungkinan Hamil | 1.79%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Kemungkinan Hamil

Jumlah Kata:1089    |    Dirilis Pada: 16/08/2024

uh Venina menegang. Dia memegang erat berkas di tangannya

gerti maksud, Bapak," s

saya semalam?" desak Er

enenangkan diri agar keresahannya tak

amatamu ada di ruangan saya?" tanya Erlangga dengan suaranya ya

nya yang menyebabkan kacamatanya tertinggal di ruangan Erlangga. "Saya... saya tidak tahu, Pak,"

erjadi malam itu, Nina. Jangan berpura-pura seolah-olah kamu bisa melupakannya begitu saja,"

ga dia terpaksa berlutut di hadapan pria itu. "Saya... saya janji akan melupakan semuanya dan tidak akan pern

wanita itu dengan keras. "Jadi, benar kamu memanfaatkan kondisi saya semal

tidak bisa mempercayai bahwa Erlangga men

erlihat jelas di matanya. "Apa benar yang saya katakan itu? Apa benar kamu kemba

perlakuan Erlangga yang meragukan integritasnya. "Apa yang sebenarnya Bapak ingin denga

aya untuk berbuat lebih dari ini!" Erlangga menghem

g bercinta semalam kalau memang itu yang ingin Bapak dengar," ucapnya dengan

i tegak, menahan pandangan tajam sang atasan. "Lebih baik Bapak memeriksa kamera pengawas untuk mengetahui semua

kan ruangan itu, meninggalkan Erlangga

*

dirinya setelah melihat bagaimana caranya meluluhkan Venina. Dia telah

mungil berkacamata itu ketika memandangnya

ang ingin Bapak dengar," suara Venina terus bergema

ngan gerakan cepat, tangannya gemetar saat dia menjawab panggilan. "Batalkan semua p

h dia ke ruangan saya sekarang!" tamba

Riko mengabarkan bahwa Venina tidak ada di ru

nuhi oleh segala kemungkinan mengerikan yang bisa saja terjadi pada wanita itu. Venin

yapu meja Venina, mencari-cari tanda-tanda keberadaannya. Namun, tida

mbol untuk naik ke lantai atas. Dia menunggu dengan tidak sabar sampai akhirnya pintu lift

edung, tubuhnya terayun di ambang bahaya. "Kamu gila, huh?!" jerit Erlangga, langkahnya te

penuh dengan kecemasan dan kekesalan. Dia merasakan detak jantungnya berdebar

bih lanjut. Dia melepaskan pelukannya lalu menatap wanita di hadapannya lekat-lekat. "

r tanpa suara. Dan dalam keheningan itu, Erlangga merasa sesak. Apa yang sudah dia lakukan? B

rnya dengan tulus. Diremasnya bahu Venina dengan lembut. Dilet

langga menjaga suarany

utusasaan. Wajahnya pucat, dan matanya terlihat begitu lelah. "Apa yang Bapak inginkan?" tanyanya dengan sua

rlangga dengan tegas. Membuat tubuh Venina menegang

Gambaran tubuh wanita itu, lembut dan menggoda, tiba-tiba saja mun

k pakaian kerjanya yang monoton dan tampak longgar di tubuhnya itu. D

na saling bertautan. Terlihat buku-buku jarin

terjadi kedepannya," ujar Erlangga dengan tegas, mencoba men

ngan dahi berkerut, mencoba memahami ap

gan hati-hati, menelan ludah saat dia mengungkapkan kata-ka

amnya sambil mengusap perutnya tanpa sadar. Bagaimana mungkin dia tida

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY