img Keputusan Takdir  /  Bab 8 Sebuah Hak | 9.52%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 8 Sebuah Hak

Jumlah Kata:951    |    Dirilis Pada: 30/11/2024

an memahami bahwa dirimu bukan hakku. Kamu ada

kanannya yang menenteng

endengus pada akhir kalimat. Dia kembali memanda

a sampai pada tit

dia tidak akan merasa sedih. Namun, karena peru

dalam setiap masalah, tidak bergantung lagi pada siapapun seperti seb

anpa dorongan dari perubahan sifat Veen, akan teta

a dengan menyanyikan sebuah lagu di atas panggung

pada Veen memasu

n satu kelas yang sama. Veen selalu dingin pada

pada Veen mema

olahraga, para anak-anak perempuan bermain Voli. Sally tidak s

an. Bahkan sampai berkata kasar pada dia. Saat itu j

een memasuki tahap tig

mbuat alumni SMP Cahaya 1 angkatan mereka melongo, t

goreng. Veen bilang Sally suka nasi goreng, jadi Aruna membelikan ini saat Veen membeli minuman hangat. "Sally, ini Aruna

t Sally selalu ingin mendengus keras. Dia berdiri, "Ng

ap

ud

ihnya. Dia menarik lengan Aruna dan menyembunyikannya di be

gangguk,

sung berganti pakaian untuk kemudian pergi mencari Sa

dalam diam. Sehingga dia tau beberapa tempat yang

beritahu Aruna. Jadi tidak heran Ar

kasih penuh cinta. Apa mereka ingin menunjukkan pada

Mereka berdua diam, tidak ada yang memulai berbicar

pertanyaan mencengangka

gue? Peduli apa lo? Pulang sana, urus

mulu

ai hitamnya yang panjang tidak di ikat terbawa angin malam, menari bersama menghiasi wajah

erin gue lagi. Mulai sekarang, kalau lo butuh sesuatu, jangan sungkan hubungin gue atau Mama Vira, kita siap ba

lah lama sekali menahan diri untuk tidak menangis. "Gue tahu, tapi ini bukan urusan

ua telapak tangannya ke dalam saku jaket, menatap Sally yan

itu, gue tetep selalu ada

ngkah, tapi sekat tak kasat mata seolah menjauhkan mereka dengan jarak ribuan mil jau

kir jalan kisah ka

i kembali pada tahun-tahun remaja ketika Sally masi

sampai kapanpun dia tidak boleh mencintai Sally. Gadis itu bukan haknya,

dirian, merasa sudah tidak sanggup menatap gadis yang sam

bil dirimu." Bisiknya rendah, mengambil langka

ng kerikil di jalan. Ia mendongak, wajah cantik

ally?" Tanyanya

jawab, "Dia baik-baik aja, mulai sekarang

anya hal yang sangat menganggu dalam hati ma

tanya ka

sahabat baik sejak kecil, Aruna takut

a mungkin dan memasuki mobil. Malam sudah sangat larut

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY