img Keputusan Takdir  /  Bab 9 Perasaan | 10.71%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 9 Perasaan

Jumlah Kata:1410    |    Dirilis Pada: 30/11/2024

ini, hatiku tetap berharap untuk bisa memili

nggu karena Sabtu dan Minggu adalah hari libur. Anak-anak SMA Cakrawal

, tadi saat di toilet, dia di lempari telur busuk oleh anak-anak keluarga kaya. Ia tida

ia massa yang meliput perpecahan keluarga Amarangga

ng yang memang tidak menyukai Sally. Meski anak-anak keluarga kaya menghindari

miskin hanya karena bi

ermenung dalam kata-kata buruk orang lain terhad

karena kita juga tidak bisa mengendalikan kebencian manusia. Setiap orang memiliki mulut, da

ntarkan pujian kepadamu, tidak berfikir saat dirimu jatuh dalam keadaan buruk. Mulut yang duluny

i ini adalah kenyataa

rikan tatapan tajam bagi siapapun yang

wangsa, mereka harus berfikir puluhan kali sebelum benar-

lly berhenti berjalan, berbalik menatap Dewa di b

hu tidak tahu, "Ke

cuma lo pelototin mereka semua. Mulut mereka nggak aka

ereka bisik-bisik

ikit tidak nyaman terhadap per

ngan di antara keduanya terlalu kentara. Keluarga Ajiwangsa

h dari mana dan sudah berdiri di sam

selalu acuh pada Sally. Kenapa si tengil i

lly, tidak memberikan wajah un

dia kembali mengajak, "

a b

yang m

rang. Sialan, dia menggunakan Mama Vira

ak bisa menolak apapun bila su

n tatapan mata banyak orang di sekitar. Menonton

nji mau nemenin

gan Sally yang menganggur, "Perintah orang tua

k Sally pergi dengan ale

i depannya, "Jangan pegang-pegang! Dewa, besok aja ki

uda

elukan hangatnya, iris pekatnya melirik V

uh tak acuh seperti biasanya. Ekspresi pemberi kesan m

ke rumah Mama Vira. Bukan mau pergi perang," sewot Sa

ranselnya. Merasakan sedih di hati, Veen tidak bisa pulang d

esalan Aruna sedikit mereda karena penjelasan dari sang kekasih.

membuat kejadian tersebut nampak seperti cinta segitig

ikan apakah gadis lembut itu akan ma

mbut. Saat ini cap tersebut tidak berlaku, ek

Membawa kekesalan di dalam hati bersama lajunya langkah kaki. Tidak i

*

laikum Ma,

mussalam.

a Vi

sayangannya. Dia merasa iba melihat bekas memar

bir Sally, tidak ingin membuat wanita

e lantai atas, berganti paka

engambil piring dan mengisinya dengan na

tidak akan muat memakan semua itu. Dia mengeluh, "Ma, Sally nggak punya perut selebar

ri kesayangan Mama. Pasti kamu juga melalaikan tugas untuk mengisi giz

um,

utuskan secara sepihak, Vira berteriak membuat protes Sall

ri kamar atas, menjadi

. Sudah lama terakhir kali mereka sholat berdua dengan Veen sebagai imam, Sally takut rasa masa lalu ke

. Malem ini nginep disini aja, Mama juga udah selesain semua pekerjaan di

. Meninggalkan dirinya bersama piring berisi banyak makanan. Dia melahap

jarang berbuat baik pada dirinya. Boleh di katakan, perbuatan baik seorang ibu u

emam karena takut mengikuti lomba menggambar saat kelas 5. Di malam har

hui Sella telah meraw

da mengingat kisah hangat

di patok kucing," celetuk Veen, d

samping membuat ia menoleh. Ini adalah Kiki, kucing kesayangan Vira. Sally me

n. Vira mengintip dari dinding dapur, tersenyum m

makan, berdiri tidak ada ten

Veen sangat terganggu

. Mengibaskan tangannya seperti ing

i di akhir, mereka mengucap salam, Sally buru-buru mena

n menoleh kebelakang ingin be

isa menetralkan detak jantungnya, sholat bersama Veen b

seorang Veen Darendra, ia kembali menghadap kedep

kebenaran yang dia sembunyikan selama ini, mungk

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY