img Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris  /  Bab 4 Menampar Erika | 1.63%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Menampar Erika

Jumlah Kata:911    |    Dirilis Pada: 05/03/2025

dak bisa dipalsukan, ini dokumen online. Coba lih

a, wajah Erika perl

au dengan ujian masuk khusus. Ujian ini diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar berprestasi, di mana mereka m

rhasil mendapatkan tempat

i. Kekesalan sebelumnya langsung sirna dan digantikan oleh kegembiraan yang melua

an ini. Yang terpenting baginya adalah Fernanda bisa men

canggung dan menimp

nada jijik, "Apa hebatnya itu? Lagi

ng yang bahkan tidak memenuhi syarat,

ya sampai bunyinya bergema tajam dan membentak, "Cukup!" Ke

e mengantar Fernanda ke kamarnya yang n

u, tapi ini cocok dengan sifat Fer

r kakak laki-lakimu. Kakakmu sibuk dengan pekerjaan di perusahaan dan jarang pulang rumah. Di sebelah kamar

elanjutkan, "Jika ada sesuatu yang kamu butuhkan, s

Michelle dengan ekspr

ndi dulu," gumam Fernanda

Michelle segera pamit untu

an tubuhnya, memberikan kilau cemerlang pada matanya. Bulu matanya berkilau

rambutnya sampai setengah kering. Namun, begitu melihat

Dia tidak membawa banyak barang ke sini, hanya ada beberapa potong pakaia

erceceran, dia mendapati foto kakekny

iba-tiba, dia bangkit berdiri d

agu, dia menghampirinya dan bertanya dengan nada

elayan mendongak dan menjawab,

an raut wajah suram, "

antai atas, sedang memainkan

a berbalik dan berjalan menuruni tangga

saat dia mendekati ruang musik. Sesampainya di pintu, dia mendobrak dengan

ang sedang duduk di depan piano berba

resi masam, "Apa-apaan ini? Kamu hamp

ya dan mencengkeram lengannya erat-erat. "Di mana foto ya

kening berkerut sambil bertanya dengan berpura-pura bo

g Erika kembali ke piano sekuat mungkin. Kemudian, dia merai

a dipertegas oleh helaian poninya yang basah, pip

dengan suara bergetar ketakutan, "Aku ... aku sudah membuan

ran yang kencang itu mendorong kepalanya ke samping dan tubuhnya terhuyung. Seketika, dia mer

dak, aku akan memotong tanganmu!" desis Fernanda dengan suar

dari vila hanya untuk mendapati bah

, tapi kakeknya telah merawatnya dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Bagi Fernanda, kak

pakan penghormatan atas kenangan a

anda bergerak cepat di atas ponseln

balasan yang berbunyi, "Serahkan saja pada

angi pipinya, dengan Michelle yang menopangnya. dia menangis terisak dan meratap, "Ibu, Ayah! Dia baru k

img

Konten

img
  /  3
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY