img Istri Yang Tak Dirindukan  /  Bab 8 Berangkat Ke Jakarta | 7.84%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 8 Berangkat Ke Jakarta

Jumlah Kata:1493    |    Dirilis Pada: 10/11/2021

k timur. Aku sudah bersiap-siap untuk berangkat meneman

ng dalam tas ransel. Tidak banyak yang kubawa, karena memang kami hanya b

Pak Nurmin juga memberikan alamat Mas Anan yang ada di Jakar

ada di Jakarta," ucap Pak Nurm

," balasku me

g sukses di sana. Rumahnya besar dan

tentang kesuksesan mas Anan da

ukses, toh akhirnya ia m

direktur terkenal dari perusahaa

Nurmin menje

pa, Pak?" tany

at, sebelum akhirnya ia melanju

u sudah menikah di kota Jakarta. Dia juga sudah mempunyai seorang

berdetak setelah mendengar

a ini di Jakarta punya keluarga baru d

menganggu

ata. Pantas saja selama merantau mas Anan tidak pernah pulang. Ibarat k

Jakarta, tapi tidak pernah sekali pun

k Nurmin, seketika wajahnya memerah seolah

in Bunda dan punya Adik bar

sama Ayah, Nak. Biar bagaimana pun itu teta

yah, tega ninggalin kita dan pun

i awan yang tadinya terang kini berub

ma ini, Bapak sudah berbohong

engihklaskan Mas Anan memi

ut wajahnya terkesan sangat

di Jakarta. Bapak, cuma bisa bantu doa, agar kamu bisa pu

lembar warna merah ke dalam sa

Pak," ba

itan pulang untuk melanjut

bib. Bapak, mau melanjutkan pekerjaan yang ter

lam," jawab k

tang bersama Ustaz Rahman. Bu Helmi beserta sua

anya Bu Helmi semba

tnya dengan

," jawabku

staz! Biar, Bunda duduk di belakang sama

peduli dengan warganya. Hal sekec

angguk. "I

ersilahkan aku dan Habib masuk ke dalam. Bu Helmi ju

aju meninggalkan desa. Perjalanan dari rumah k

*

aruda dari Medan menuju Jakarta. Ustaz Iman membelikan tiket penerbangan dengan uang pribadinya. Bukan ada maksud t

n celana panjang kever berwarna hitam. Penampilannya layak disebut pria masa kini. Pun

aikum," uca

ke arah Ustaz Iman d

lam," sahut k

n Farzan,"

yalami Ustaz Iman dan m

ersenyum. "Sudah siap bera

uk pelan. "Sia

iri?" tanya Ustaz

Ustaz Halim. Tapi, Beliau seda

, bu Helmi dan suaminya, Pak Akbar kepala desa kami yang mengan

a sembari memberi salam dan menyebutka

ku memperke

ya sekilas menatapku lalu be

kbar," ucapnya se

az," jawab

dan Ustaz Iman terlibat obrolan ring

wat akan take off menuju bandara Soekarno - Hatta. Jarak yang

selama di Jakarta. Terimalah!" uca

u?" tanyaku

keperluanmu selama d

Bapak yang sudah bersedia mengantarkan kami

yisipkan amplop yang ku tolak tadi

au terus merepotk

an, Ay. Justru, Ibu bangga

n ini rezeki

" sahut

kan menjadi pemenang dan men

u mengiyakan

ake off sudah tiba. Kami berpamitan kepad

Jakarta! Jaga kesehatan dan

memeluk Bu Helmi meng

t sampai tujuan dengan memba

jawab mere

an Habib beserta Nara, ya,

Akbar," balas Usta

ang nanti akan Bapak hadiahi sunat

Pak?" ta

mengangg

bisa sunat," t

lupa mengucap puji syukur. Di tengah kemiskinannku masih banyak orang yang perd

Habib saja! Biar saat masuk dalam pesawat tidak kewalaha

rsamaku saja Ustaz Rah

au gitu," jawa

!" ajak U

r, kami pamit

ya, Ay!" sahut

masuk ke dalam pesawat. Sementara Ustaz Rahman

n menuju ke pesawat yang s

duk di depan kami bersama ustad Iman. Ustaz Rahman masih memangku Nara

anti, Ustaz lelah harus memangku Nar

pangku. Kamu' kan juga harus istirahat,

rus ngerepotin,

ntuk menahan tubuhku dari benturan

g?" tanya Ustaz

sedari tadi memasang safet

kok," jaw

ang," ucapnya sembari mem

az Rahman menyent

jadi lipatan ganda. Pandangan kami seki

sadar dan mengucap ist

u. Kuusap dadaku yang

ahman yang menyadari akan kesa

ya lirih. "Maaf, Ay. Aku tid

lalu menunduk.

inggal landas meninggalkan bandar

*

sam

like ya guys. Biar dapat not

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY