Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 8 memuji

Jumlah Kata:1311    |    Dirilis Pada: 30/06/2025

n besar menyambutnya dengan kebahagiaan, memuji kisah cinta mereka yang inspiratif. Namun, tak sedikit pula yang mencibir, mempertanyakan keseriusan hubungan antara seorang CEO konglome

nyonya Dirgantara, mengelola rumah sebesar itu, dan berinteraksi dengan dunia sosialita yang sangat berbeda dari lingkungan panti

suatu pagi, sambil menatap koleksi sendok garpu perak yang berk

a formal, Mentari. Masing-masin

bingung. "Ah, ribet. Kalau aku sih, gar

i Mentari tentang dunia sosialnya, dan Mentari dengan riang mengajarkan Arjuna tentang kesederhanaan dan tawa. Mereka sering menghabiskan waktu di dapur, Ment

ngalokasikan sebagian besar dana pribadinya untuk proyek ini. Mereka berdua terlibat langsung dalam setiap tahap, mulai da

kejar-kejaran," kata Mentari suatu sore, saat mereka meninjau lokasi pem

Mentari. "Tentu saja. Semua yang

a. Ini adalah perwujudan dari mimpi Mentari, yang kini diwujudkan oleh Arjuna. Panti asuhan ini juga menjadi bukt

O" mereka. Mereka berlarian, memeluk Mentari, dan bertanya banyak hal kepada Arjuna. Arjuna, yang dulu kaku dan canggung di hadapan anak

uarganya. Bima, yang kini menghadapi tuntutan hukum dari Arjuna, mencoba segala cara untuk menghindari

isa melakukan ini pada adik kandungn

i batas, Bima. Kau tidak hanya menyakiti kakakmu, tapi juga be

man penjara atas kasus penggelapan dan sabotase. Kabar ini menjadi pukulan telak bagi Kirana. Ia tahu,

litasnya kepada Arjuna. Ia belajar banyak dari Arjuna, dan perlahan-lahan mulai bisa mengambil keputusan p

ernah saya lakukan," ujar Indra suatu sore di k

n masa lalu. Yang penting kau sudah berubah. Buktika

r memiliki kakak seperti Arjuna, y

awa stabilitas, kecerdasan, dan kekayaan, sementara Mentari membawa keceriaan, kesederhanaan, dan kehanga

nya sendiri, sepenuhnya bahagia dengan pilihan hidupnya. Mentari juga tumbuh dan berkembang. Ia belajar banyak tentang dunia bisnis dari Arjuna, bahka

n malam romantis di sebuah restoran

r dari segalanya," kata Arjuna. "Aku kehilangan kakiku, tunanga

tu semua sudah berlalu, Arjuna. Kamu sudah

ntari yang sebenarnya. Kamu membawa cahaya ke dalam hidupku

uga, Arjuna. Kamu menunjukkan padaku bahwa mimpi

cinta sejati bisa tumbuh di tempat yang tak terduga, da

ngunan modern dengan taman luas, perpustakaan nyaman, dan fasilitas lengkap kini berdiri me

dah, dan semua anak-anak panti. Arjuna dan Mentari b

entari," kata Arjuna dalam pidatonya. "Ini juga adalah simbo

ini bisa menjadi rumah bagi anak-anak yang membutuhkan, te

ati fasilitas baru. Suasana dipenuhi kebahagiaan dan harapan. Ini adalah bukti nyata bahwa cinta m

uncak kejayaan yang lebih tinggi. Ia tidak hanya berinvestasi pada bisnis, tetapi juga pada proyek-proyek sosial, terutama yang berk

panti asuhan dengan penuh kasih sayang, dan seringkali menghabiskan waktunya di sana, menjahitkan baju untuk anak-anak, atau mengajari mereka berbaga

ikaruniai seorang putri cantik yang mereka beri nama Bintang. Kehadiran Bintang semaki

sepenuhnya, bukan hanya fisiknya, tetapi juga hatinya. Ia telah melewati badai pengkhianatan, perebut

bukti bahwa takdir bisa membawa seseorang ke titik terendah, namun dengan ketekunan, cinta, dan kekuatan dari orang yang tepat, seseorang bisa bangkit kembali,

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY