n dalam keluarga Arjuna semakin meningkat. Beberapa kerabat Arjuna terang-terangan menyuarakan ketidaksetujuan mereka. Lingkaran sosialita yang dulunya me
Arjuna, hatinya seperti diremas. Ia merasa telah kehilangan berlian demi sepotong kaca. Bima, di sisi lain, semakin dikuasai amarah dan iri hati. Ia melihat
na suatu malam, tangannya menggenggam tanga
ar. "Apa lagi, Kirana? Kita suda
sangat mencintai perusahaan itu. Kita serang dari sana.
itu juga perusah
ngat frustrasi hingga menyerahkan segalanya!" Kirana meracuni pikir
uju dengan rencana Kirana. Mereka diam-diam menghubungi Bram, menawarkan kerja sama untuk menjatuhkan Dirga
esuatu yang tidak beres di kantor. Beberapa proyek besar tersendat, dan ia mendengar desas-desus aneh tentang
masa depan dirinya dan keluarga kecilnya bergantung pada kestabilan Dirgantara G
bekerja sama dengan Bram. Mereka mencoba melakukan sabotase da
belumnya. Ini adalah upaya untuk menghancurkan segalanya. "Bagaim
apan, email, dan data transfer yang mencurigaka
perih. Ia tidak bisa lagi menoleransi pengkhianata
rektur hadir, dan terutama Bima. Rahasiakan agenda rapat ini
mencekam. Arjuna duduk di kepala meja, di sampingnya ada Indra. Bima duduk
endat, kerugian yang timbul akibat sabotase, dan beberapa kecuran
, tidak lain karena ulah dari salah satu direktur kita. Ses
erliha
bukti-bukti yang kita m
menampilkan email-email rahasia dan bukti transfer dana yang mencurigakan. Suara
rkejut dan marah. Bima sendiri duduk membeku, wajahnya pas
n untuk membela diri?" tanya Ar
isa berkata-kata. Ia h
ai CEO Dirgantara Group, dan sebagai kakakmu, aku menyatakan bahwa kau secara resmi dicopot dari semu
anya melotot. "Kakak tidak bis
ang, Bima. Kau telah melewati batas," t
ruang rapat yang disaksikan oleh para direktur yang terdiam. Indra ha
akan ada lagi tempat bagi pengkhianat di perusahaan ini. Siapapun yang
penuh atas semua departemen yang tadinya dipegang Bima. Dan mul
ru. "Saya tidak akan
serta memperkuat sistem keamanan perusahaan. Ia juga mengumumkan rencananya untuk berinvestasi lebih banyak pada p
i menangis, sedih melihat kedua putranya harus bermusuhan begitu parah. Namun, ia ju
dak mengangkat teleponnya. Kirana tahu, semua sudah berakhir. Ia telah kehilangan Arjuna, dan kini, ia juga telah kehilang
ngan Mentari. Ia ingin segera memulai babak baru dalam hidupnya. Ia ingin
milih gaun dan mendekorasi rumah. Mentari memilih gaun pengantin yang tidak terlalu mewah, namun elegan dan men
has rencana masa depan mereka, impian-impian kecil yang ingin mereka wujudkan bersama. Arjuna bahkan mengusulkan untuk membangun
Mentari berbinar. "Wah, Pak
anmu, Mentari. Aku hanya in
Arjuna, yang telah didekorasi dengan indah. Hanya keluarga dekat dan teman-teman terdekat ya
apun, menunggu di altar, mengenakan setelan jas putih yang pas di tubuhnya. Jantu
angan yang membuatnya unik. Ia berjalan diapit oleh Dewi dan Ibu Indah, kepala panti asuhan yan
datang ke hidupnya, seorang gadis "barbar" yang berani dan blak-blakan. Kini,
suci terucap dari bibir mereka. Mereka mengikat janji sehidup semati
i," bisik Arjuna, setela
, Arjuna," balas Ment
stri dipenuhi kehangatan dan kebahagiaan. T
k panti asuhan datang, menyanyikan lagu-lagu gembira dan me
tersenyum tulus. Hubungan mereka sebagai saudara telah membaik,
hirnya bisa melihatnya bahagia seutuhnya. Ia telah mene
a, Arjuna memeluk Mentari erat. "Ak
aya tidak pernah menyangka akan meni
pernah menyangka akan jatuh cinta pad
n kekuasaan, dan badai dalam keluarga. Namun, semua itu telah mereka lewati. Arjuna telah menemukan kembali k
ghadapi masa depan bersama, bahu-membahu, sebagai Arjuna Dirgantara dan Mentari Dirgantara, sepasang suami istri yang membuktikan bahwa ci
a yang ingin Anda ubah atau tambahkan? Atau apakah Anda in

GOOGLE PLAY