ragu! Aku aka
h mengalungkan tangannya pada seor
k cacing kepanasan di musim kemarau, sebab pe
h bar karena kepalanya begitu pusi
hun, cantik, dan memiliki kedudukan bagus di salah
arga besarnya, yang selalu mengatai dirinya perawan tua dan tidak laku
dicela perawan tu
ta gelap, di bawah alis tebal sang pria
h liar pria itu, dia seperti binatang buas ya
punggung kekar sang pria, sampai bekas ku
membuat Samira benar-benar telah kehila
memenuhi ruangan kamar yang nyaris tidak
*
Kenapa ini b
aget mendapati dirinya tanpa busana dengan seo
ga dengan jelas ia bisa melihat wajah pria den
na mengumpulkan kesadaran dan inga
tak dikenalnya ini. Belum lagi, noda darah di sepra
ar kesalahan yang ia lakukan, Samira panik langsung memunguti pakaian da
puk uang di atas meja se
va- sang Ibu sudah berdiri menunggunya. Wajahnya b
mandangi Samira dari ujung r
na?" Dingin Si
tar melihat dirinya masih men
lang semalaman hanya melihat pakaian, t
aiannya basah dengan bau yang menyengat se
parfumnya sampai habis ke tubuhnya un
m," sahut Samira menjauhkan mulutnya
amun, hati kecilnya belum siap mengungkapkan permainan gilanya itu. Buka
hnya. Silva yang gemar dunia kelab malam itu
u, pria hidung belang di kelab malam?" Silva sedikit menurunkan nada suar
, a-a
erjengit kaget, sejurus melihat kemunc
bingung melihat kehadiran Ph
uanya, baru ini Philip menginja
Silva dan Philip ju
irannya penuh tanda tanya. Tangannya mengepal hingga ujung kukunya yang ru
engadukannya ke Philip hanya
a menghampirinya, menyentuh wajahnya yang mem
ku pergi dengan
jadikan dirinya semakin menyedihkan. Pikirnya mengaku-
ohong dan berkata, "Sebenarnya aku pergi dengan kekasihku, Pi. D
is senyum kecil terb
a, Sayang. Apa kamu bisa membawan
ri tempatnya. Ia pun sudah tidak tah
t-cepat ke kantor, tanpa perlu berpiki
itan. Gegas membersihkan tubuhnya. Rasa sakit di sekujur tu
di depan cermin sebel
to kemarin sore. Pria tua berusia 60 tahun merupakan direksi di kantor tempatn
luar kota. Samira Brisia sebagai direktur Ut
h ditunggu oleh Miriam, HRD
menyiapkan berkas-berkas terkait calo
gernyit dahi kebingungan. Memang pak Baroto tidak memberitahu n
magang tidak perlu meng-int
ama ia menjabat sebagai Direktur Utama di sana. Alih-
tak mau Samira hanya bisa menurut m
angan direksi. 'Sial, sudah
Namun, di dalam ruangan ia dikagetkan oleh pegawai magan
ya melebar sempurna. Benar-benar tidak bisa dipercaya, atau dirinya be
a yang bersamanya s
*