img Why not!  /  Bab 7 Saya Dani | 18.92%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Saya Dani

Jumlah Kata:1024    |    Dirilis Pada: 30/11/2021

g dilontarkan Dani. Sesekali Dani menatap Amara, entah karena mencoba m

asih bisa, karena untuk ruko, kami sangat hati-hati melepasnya, Pak, harus jelas untuk usaha

ara. Jemari tangan Amara me

itu. Dani tersadar. Ia tertan

n anda lagi, benar ini nomor ponselnya?"

in tidak jadi, nanti akan kami kembalikan, f

berapa total DPnya?" Dani mengel

mengangguk. Amara mengambil formul

Namun Amara tak banyak bicara lagi. Ia ingat, jika pria ini sudah mem

pastikan kabarnya. Selamat siang, Pak."

a melepaskan jabat tangan lagi. Amara merapikan lembar

kembali memanggil. Amara

ani dan Amara saling menatap. Dengan cepat Amara

a kamu s

deketin Bundanya, harus lewat putranya dulu," ucap Diva. Amara menatap sebal ke Di

masinya Mbak," ujar Dani sambil tersenyum sumringah. Pria itu berja

punya anak dan istri. Mbak kenapa bilang

bahu Amara. Amara diam, ia merasa heran dengan dirinya sendiri, setelah sekian lama, mengapa harus merasakan getaran it

. Sukses ya, Ra, aku ke kantor duluan, bye ...." Diva ngeloyor pergi. Amara

*

ktunya ibu dan anak itu menghabiskan waktu berdua. Bari yang sedang duduk santai di sofa ruang TV, menatap sejenak ke Amara ya

i beranjak berjalan ke arah meja lalu m

mengangguk. Putranya segera masuk ke dalam mobil, lalu

an sea

uk berhadapan dengan Amara. Keduanya seda

bisa buat jajan-jajan," jawab Amara

utan jualin,

emudian menganggu

kuliah, dia pingin jualan aja, kar

s kamu

aku bohong. Mereka keluarga

el yang jalanin, keuntungannya ya bagi hasil, lumayan kayaknya,

ub. Ide itu baru mau dibicarakan B

uin, tektokan kita mantap banget,

gap kamu anak yang selalu nurut apa kata Bunda, ada masanya kita bisa ngobrol banyak hal, Bar, ya kayak gini

epalanya maju sed

ada ubannya ya?" bisik

Bari. Amara semakin memajukan

ning Amara begitu la

u, Bunda,"

ra tersenyum begitu bahagia. Pemandangan itu tak lupu

. Amara mendongak. Ia diam. Tak membalas sa

. Amara justru membuang pandangan dan menyambu

Bari. Dani menjawab dengan s

ko perumahan," jawab Amara sa

ulan saya sendirian," ujar Dani.

, Pak, di sana." Tunju

bolehin, lho, Ra

i." Amara judes. Mode bawa

enuh penekanan. Amar

Amara. Raut wajah Amara tak menunjukan rasa nyaman. Dani memesan ma

siapa?" t

m," jawa

a anak satu." Dani menatap Bari begitu serius. Amara menoleh cepat dan melotot, Bari pun s

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY