img Why not!  /  Bab 8 Pandangan pertama | 21.62%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 8 Pandangan pertama

Jumlah Kata:1233    |    Dirilis Pada: 01/12/2021

epan anak saya?" Amara berdiri bersedekap di hadapan

duda, anak satu. Gadis kecil yang waktu itu, kam

Amara

, sial. ucap Amara dalam hati. Ia ju

agi terikat sama siapa pun juga, jadi ya ...," Dani senyum-senyum. Ia berjalan kembali ke dalam

dengan dengan pria mana pun." Kembali Amara beruca

ghadap kembali ke Amara

engucapkan itu, kembali memutar tubuhnya menuju ke arah pintu masuk resto

i yang belepotan saus kepiting. Dani tersenyum melihat hal itu. Tak mengira, wanita cantik yang duduk di hadapannya adalah seorang ibu tunggal yang b

ITB? Sipil?" Dani

inggal Bari," celotehan Bari membuat Amara menatap

h ada yang temani, siapa tau, itu ... saya." Kembali, Dani begi

ean." celetuk

ara. "Bar, Bunda kamu sejudes ini, ya, orangnya?"

jak pisah sama Ayah, semua Bun

dah berlebihan, dan baru menyadari hal itu. Dani juga diam dan menatap Ama

n mencuci tangan. Lalu melakukan pembayaran pesanan mereka di kasir

serius, mau dekat dengan Bunda ka

u Bari lancang. Bari duluan, permisi." Bari beranjak. Ia mencuci

*

ari begitu tak enak hati. Amara mengabaikan, bahkan, langsung masuk ke d

dari samping. "Sori, Bun," suara Bari. Amara membuka perlahan kedu

a. Bari mengerat

h menempelkan waja

b Amara lalu melepaskan lenga

enjangnya menindih kaki Amara. "Sori," Bari justru se

undanya di giniin, sana!" Ama

ggak bisa tidur kalau Bunda

oleh kayak gitu, Bar. Kita nggak tau dia baik apa nggak, jujur apa

ulu, temenan aja," lampu temaram di kamar Amara

embali tersenyum. Ia memeluk Amara lagi, masih dengan p

an Bari lalu beralih ke kepalanya, diusapnya pelan. Barinya sudah dewasa, t

r .

m .

n ia. Kamu, sekarang udah punya pacar, jaga perasaan dia, jangan rusak dia, tread her like you tread me. Bari sedih, kan, kalau

gguk. "I lo

dur. Semua halang rintangan mereka jalani berdua, hingga perl

*

jam makan siang. Tak sengaja, mereka berpapasan di lobi.

Amara." Dengan pakaian kantor, Dani begitu berbeda saat berpakai

. Saya masih ada urusan di luar kantor, nggak bisa terima ajakan kamu, Pak Dani." Am

a?" tan

Keduanya masih berdiri berhadapan di l

rsenyum dan mempersilakan Amara berjalan lebih dulu. Amara pun berjalan, tanpa mengiy

g, petugas bank istirahat juga, k

uma taruh berkas aja, nant

i tersenyum, karena tak ada sanggahan apa pun dari Amara. "Ajakan makan siang say

oran jepang itu. Pria itu hendak memesan beberapa makanan, cukup banyak jika untuk makan siang kedua

" Sorot mata Amara begitu tajam menatap pria yang duduk

rtama, Amara?" tanya Dani sambil mena

k. Ken

opi dekat kantor saya, kamu lagi sama laki-laki yang mirip sama kamu entah siapa itu, yang kedua, saat kamu sama B

, saya suka kamu. Jadi, jangan susah payah bangun dinding pertahahanan begitu keras. Karena saya, yang ak

ama ucapannya?. uja

sam

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY