img Bayiku Bukan Untukmu  /  Bab 5 ketika ia mengusap pipi si kecil | 8.77%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 ketika ia mengusap pipi si kecil

Jumlah Kata:917    |    Dirilis Pada: 23/08/2025

memberi pertanda buruk. Nayla berdiri di depan kamar bayi, menatap dalam diam tubuh mungil yang tertidur pulas. Jem

. Dari sekadar asisten rumah tangga, kini ia menyandang peran sebagai seorang "istri pura-pura" dan lebi

kutkan adalah ancaman

an membunuh demi kepentingan kekuasaan dan uang-sudah bergerak. Mereka

ini," suara Arkan terdengar dari ambang pintu, b

. "Malam ini? Tapi... bayi ini baru

Kalau kita tidak pergi sekarang, besok pagi kita mungkin tida

as. Ia tahu Arkan tidak sedang berlebihan. Ia pernah melihat sendiri bagaimana beberapa orang bersenj

duk, suaranya berget

ri kita yang benar-benar siap. Tapi aku janji, aku tidak akan membia

aya, sungguh, tapi hatinya masih penuh luka, penuh ketidakpastian. Namun

kan sebelumnya. Hanya berisi beberapa pakaian bayi, popok, serta

ut, meski dalam hatinya ia sendiri ketakutan setengah mati. Kata "Mama" keluar begitu saja, dan seketika membua

atu lampu kecil di ruang tamu untuk mengelabui orang luar seakan rumah mas

terperangah

entu yang tahu. Kita tidak bisa keluar

a. Mereka menuruni tangga sempit yang gelap,

ngek lagi, tapi syukurlah segera terdiam saat Arkan mengulurkan jarinya dan menyentuh

Ia membuka pintu besi kecil yang langsung terhubung ke hal

gap mereka. Dingin, lembap,

n setapak. Seorang pria bertubuh tegap berdiri

iap, Tuan," ka

"Bagus. Kita har

Tangannya basah oleh keringat, meski udara begitu dingin. Arkan duduk

ncang menembus

a perasaan aneh yang menghantam dadanya-antara lega karena meninggalkan

anya Nayla akhirnya, suarany

daknya untuk sementara," jawab Ar

lok tajam. Bayi itu terbangun, menangis keras. Nayla panik,

di sini, Nak. Tolonglah tenang,

"Kau harus menenangkannya, Nay.

ir menangis sendiri. Tangannya ge

gerakan terlatih, ia menggendong dan menepuk punggung kec

ah di wajah lelaki itu. Bukan hanya dingin dan penuh

aman," kata Arkan, suaranya j

ap dalam hatinya. Rasa takut yang selama ini mendominasi, perlahan

Namun tiba-tiba, dari kejauhan, sorot la

"Persiapkan diri. Se

rbelalak

bil. Tetapi mobil lain itu semakin mendekat

ntam bagian belakang mobil mereka. Nayla menjerit,

iak Arkan, menahan tubuh

adegan dalam mimpi buruk. Teriakan, tangisan ba

u, Nayla hanya punya satu

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY