img AKU DAN TEMAN SUAMIKU  /  Bab 7 7. Keguguran | 12.73%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 7. Keguguran

Jumlah Kata:1314    |    Dirilis Pada: 30/11/2021

tan dipagi hari, Tara menghirup udara segar yang mampu membuat tubuhnya rileks dan nyaman. Meskipun masih bel

amannya dari dalam rumah.

an kecil yang berada di dekat dapur. Sudah ada

elihat pamannya sudah rapi

erlu bantuan, hubungi saya atau kamu ke mbok Minah, tetangga sebelah

Sekar. Usianya dua tahun sepuluh bulan, hanya beda tiga bulan dengan Fia. Untungnya Fia termasuk a

mu belum

a raker katanya mbok, besok mun

sih Ra, kedengaran munta

a Tara hamil namun ia tak berani bertanya

t kepunyaan pamannya memas

amuala

aykumu

beginian kayaknya seger." paman Erik memberik

Tara mencium punggung tangan pamannya. Yang terheran-

cepat Tara menghabiskan segelas besar es cendol. Sesekali Tara menyuapi Fia yang ternyata juga menyukai rasanya.

atikan, keponakann

sudah

an, berkat

." paman E

pamannya. Baru segar sedikit rasa tubuhnya Tara melanjutkan

ug

erdekat yang letaknya cukup juah dari tempat tinggal Tara. Paman Erik menitipkan Fia di

n Erik kaget. Lalu ber

ik melanjutkan ucapannya, s

ondisi ibu dan bayinya." paman Erik terdiam, jadi ben

tanya paman Erik melanjutkan akt

ibu hamil, tidak terlalu stres dan m

makasih." Paman

n bapak Tara. Mengabarkan kalau Tara sedang

, sesaat setelah Tara sadar. Ia mempe

pa ga bilang pam

idak mau paman da

ga tidak tahu k

Kini air matany

itulah yang diucapkan pamannya, sebelum

*

n, dan pulang lembur hari ini. Padahal Zaka ingin memastikan keadaan Tara yang sudah s

a sudah ada di rumah, namun nihil. Rumah Tara gelap. Hanya lampu teras yang menyala. Zaka memarkirkan

seorang ibu yang kebetul

nya keman

ak s

kelu rasanya lidah Zak

n ga ada, soalnya ga pernah lihat." ketus

, ga tahu kemana. Rumah i

yang sebenarnya

Sang ibu memberitahukan bahwa kunci rumah Tara dititipkan di rumah bu Yosi, segeralah Zaka meminta izin kep

baju kaos milik Zaka, satu buah kemeja kerja Zaka dan satu buah boxer. Zaka membuka laci lemar

ang. Yah sudahlah,mungkin ini sudah keputusannya. Aku jadi bisa fokus pada Mei dan anak kami. Suatu saat jika aku

nci pintu rumah, Zaka mengembalikan kunci tersebut ke rumah bu Yosi. Langkahnya lebih ringan, senyumnya

*

a, kelj

k. Tara mengus

ma, ia kangen

erin kita telpon papa ya." Tara beralasan, nafasny

menoleh, yah sejak saat itu, bapak Tara mengetahui semuanya. Namun t

k, jangan sampai suamimu b

u di kampung saja."

istri dan calon anak mereka pak

erut kamu itu bagaimana

mengusap perutnya. Lalu pergi dari hadapan bapak d

u pernikahan mereka, Rik." tamp

ngkan hati Tara, karena pasti dia yang lebih kecewa pada

h sekalipun Tara mengeluh atas kondisinya, yang hamil tanpa suami di sampingnya. Paman dan bapaknya senantiasa me

ahirkan, kamu mau

gaiamana dengan anak dan cucuku?tid

mendengar ucapan bapaknya pada paman Erik, uc

ntar

berbuat banyak. Bayi bapa

uaa

ga jatuh terjerembab. Membuat Mei kehilangan bayinya. Zaka terpukul dan merasa sangat sedih, pena

la tetap ingin bekerja, hingga terkadang pulang malam. Sampai terjadilah peristiwa hari ini. Dimana Zaka memandang jenazah bayinya

*

ote dan

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY