img AKU DAN TEMAN SUAMIKU  /  Bab 8 8. Melahirkan | 14.55%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 8 8. Melahirkan

Jumlah Kata:1252    |    Dirilis Pada: 30/11/2021

i meminta kepada Zaka, agar mengantarnya ke pemakaman, dimana, bayi mereka dikubur. Dengan cucuran air mata kesedihan Mei menatap pusara anaknya, begitu juga Zaka, tertu

..be

unyi, tampak nama yang

a

a. Assala

aykumu

di man

makama

kamu ke rumah, ada yan

ik,

ap wajah

a Mas, disuruh ke rumah,

ayo, kita

annya diulurkan untuk

tinggal?" tanya Zak

Kan ada bik

erlakuannya pada istri pertamanya, berbeda dengan memperlakukan Tara.

as?" tanya

sangkan seatbelt lalu menutup pintu mobilnya. Zaka memutar tubuhnya agar sampai di sisi ke

masuk ke pekarangan rumah minimalis miliknya. Menuntun Mei turun dengan sangat hati-hati, membawanya ke

sayang, hati-hati di ruma

up

di depan pintu, tersenyum lalu membuang pandangannya. Begitu beruntung nyonya m

ya. Suasana sepi, begitu Zaka memasuki pekarangan. Tampak mama Zaka yang bernama bu Erika sedang merapikan kebun bunganya yang terletak di samping.

, wanita dengan wajah kerip

ci tangannya di kucuran air, lalu menyambut kedatangan anak tenga

seha

at,

rjalan beriringan,

m tahun itu, yang tampak serius membaca koran. Matanya tajam melihat ke arah Zaka

knya, namun sayang tak ada satupun anak lelakinya yang mengikuti jejaknya. Pak Darman memiliki tiga anak, semuanya lelaki. Darman sudah ingin sekali menimang cu

ta perihal kamu menikah

eg

ini. Rahasia yang sangat ia tut

tu

namany

berbicara dengan sang

apa kecewa kamu tidak memberitahuk

ri istri k

ama ingin m

ik,

ya, saat perjalanan kembali ke rumah. Sedari SD sampai kuliah, ia tipe lelaki yang tak pernah ditinggalkan oleh wanita, selalu dialah yang meninggalkan wani

*

Tara dari rumah sakit, setelah tiga hari dirawat. Ia ma

tubuh lemah bapaknya, dituntun pa

baya itu menenangkan hati anak perempuannya. Pak Danu tak ing

ntuk Bapak, Ra?" tanya pama

gegas ke dapur. Mengambilkan semangkuk bubur ay

kamu, perutnya sampe gede gitu," ledek pak Danu pada putrinya. Tara

r mandi. Setiap hari Tara selalu menyediakan ubi rebus untuk pamannya, seolah-olah tanpa ubi reb

kutan makan, salah sendiri," ucap Erik cuek. Lalu masuk

Bapaknya hanya tersenyum me

kirkan omongan

pak sehat dan insya Allah berumur panjang. Sampai cucu-

ingin kamu

ak dan anak-anak." Tara mengusap perut b

adalah dengan meli

ter

i ayah sendiri. Masa tau-tau harus memper

pak, suatu saat kamu bis

s. Sampai perutny

ngan mengulum senyum, Tara berdiri hendak ke dapur, menaruh mangkuk bubur. K

aru keluar kamar mandi, berdekatan, paman Erik menah

n hati-hati nduk." uca

ngis. Pak Danu terperangah saat ada caira

ngsung melihat ke bawah. Seketika wajahnya memucat, manakala m

an berlari membopong Tara yang pingsan. Membawanya masuk ke dalam mobil bak mi

rembes di jok mobil mbok Minah. Tangan paman Erik semakin gemetar memegang kemudi, tak dihiraukannya lagi tubuhnya yang tersapu angin dingin, di

erintih, membuat paman Eri

, sebentar l

t," rin

, selamatkanlah wanita yang aku c

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY