img Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku  /  Bab 2 menampilkan sisi kelamnya | 6.90%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 menampilkan sisi kelamnya

Jumlah Kata:1341    |    Dirilis Pada: 13/09/2025

seolah membersihkan kotoran yang menempel di sudut-sudutnya. Namun, tidak bagi Vania. Hatinya masih terasa kotor,

mpukan uang yang bisa melunasi semua hutang orang tuanya. Jumlahnya persis seperti yang ia sebutkan semalam, seratus juta rupiah. Vania hanya menat

-basi. Ia hanya menatap Vania sekilas, matanya dingin dan tak terbaca. "Rahasiakan kejadian ini," suaran

kan tidak repot-repot menoleh kembali. Pintu kamar tertutup dengan buny

untut dan menjijikkan, setidaknya memiliki sedikit sopan santun. Mereka mungkin memberikan uang dan pergi, tetapi tidak

memunguti gaunnya yang sudah robek, seolah kepingan harga dirinya turut tercerai-berai bersamanya. Dengan enggan, ia memakai

isa membuat adiknya tidak perlu mengalami penderitaan seperti dirinya. Tanpa ragu, ia meraih amplop itu dan memasukkannya ke dalam ta

mai oleh orang-orang yang bergegas menuju aktivitas pagi. Rasanya begitu ironis. Di saa

masuk dan menemukan Cinta, adiknya yang berusia tujuh tahun, terlelap di sofa ruang tamu. Rambutnya yang hitam

mengelus rambut adiknya dengan lembut. Ia melihat jam dinding. Sudah hampir jam enam pagi. Ia tidak tega membangunkan Cinta. Perlahan, ia menggendong tubuh kecil itu dan membawanya ke kam

hati, ia bangkit dan bersiap-siap. Hari ini adalah hari penting, ia harus ke kampus. Ia mengenakan celana jins dan kaus

u melihat sang kakak. "Kakak sudah pulang!" sapa Cinta riang. Ia menghambur k

berusaha menahan air mata. "Maaf, Sayang. Kakak lembur di rest

adiknya tahu pekerjaan kotor yang ia jalani. Ia tidak mau Cinta membencinya atau merasa malu. Ia hanya ingin Cinta tumbuh menjadi anak baik-baik, meraih

dengan semangat tentang teman-temannya di sekolah, tentang pelajaran matematika, dan tentang inginnya menjadi seorang dokter. Vania tersenyum,

ampus yang megah, bersih, dan penuh dengan mahasiswa-mahasiswi yang ceria. Di sini, ia adalah mahasiswi cerdas yang berdebat te

a bisik-bisik dari para mahasiswa. Vania tidak terlalu peduli. Ia sudah terb

dosen baru kit

u dengar dia

i! Yang penting

sih muda dan dari

bil pusing. Ia hanya ingin segera sampai di kelas, du

nya yang cerewet, melambaikan tangan padanya. "Vania! Sini! Kenapa baru datang?" ta

"Aku tidak tahu.

tanya dia mengajar mata kuliah Ekonomi Moneter. Wah

tampan atau tidak. Yang penting ia bisa lulus, mendapa

. Suasana di kelas menjadi hening. Semua mata tertuju pada pintu.

putih yang pas di tubuh atletisnya, celana kain hitam, dan rambut yang di

, mata itu, dan sikap dingin itu. Pria itu adalah Reza. Pria yang se

tatapan mengintimidasi. Vania menunduk, berharap pria itu tidak menyadari keberadaannya

i, semuanya. Nama saya Reza Mahesa. Saya akan mengajar mata kuliah Ekonomi Moneter. Saya tidak suka basa-basi. Saya hanya suka mahasiswa yang cerdas d

tubuhnya membeku. Tatapan Reza menyapu seluruh ruangan, dan seolah-olah waktu berhenti, mata mereka bertemu. Reza menatap Vania dengan tatapan

segalanya darinya kini akan menjadi bagian dari setiap harinya. Pria itu adalah dosennya, dan di dalam kelas ini, ia han

setiap tatapan dari pria itu mengingatkannya pada desahannya semalam? Malam itu, ia berharap ia tidak akan pern

img

Konten

Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 1 memabukkan
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 2 menampilkan sisi kelamnya
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 3 Suasana di dalam kelas
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 4 Koridor
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 5 tidak mampu menenangkan
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 6 menerima pesan
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 7 menghindari kontak mata
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 8 tidak ada yang mengenalinya
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 9 setelah dihantam materi
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 10 diberikan Reza
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 11 Vania melanjutkan pekerjaannya
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 12 hari Minggu
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 13 menenangkan Cinta
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 14 tepat di sebelah Reza
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 15 mengendalikan segalanya
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 16 Reza tidak tinggal lama
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 17 sedang berada di kamarnya
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 18 mengisyaratkan Vania untuk menunggu
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 19 Tugas yang diberikan Reza sudah selesai
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 20 menyerah begitu saja
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 21 menunggu pria itu
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 22 Reza masih memeluk Vania erat
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 23 Semua ini terasa seperti mimpi
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 24 menjadi pernikahan terbaik
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 25 Setelah malam lamaran
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 26 Hilang
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 27 Vania berlari
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 28 tidak peduli
13/09/2025
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Bab 29 amarahnya
13/09/2025
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY