img Harga Diri Seorang Wanita  /  Bab 5 Apakah Kamu Keberatan | 7.14%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Apakah Kamu Keberatan

Jumlah Kata:1103    |    Dirilis Pada: 01/12/2021

an datang," ujar Nyonya

ngin. Ia tidak pernah akur dengan ibu tirinya itu dan tidak

ki tamu," tegur Tua

gadis muda yang berlar

a begitu mirip dengan Nyonya Besar. Beg

ulang dari sekolah dan langsung berla

tanya Nyonya Besar sambil me

di samping sang ibu, Lul

liki tamu? Setidaknya ucapkan salam. Tunjukka

sekolah internasional ternama di kota, menatap ke arah Jenna. Tent

ngan sebutan kakak ipar!" tegur Leonel da

menikah," jawa

egas Leonel tanpa menatap Jen

uk dalam dan tidak ber

rencana akan menikah?"

," jawab Le

pernikahan di mana? Lalu, akan berbulan

du. Apakah kamu keberatan, Jenna?" tan

p pria itu, jantungnya berdebar kencang, ada perasaan hangat dan bahagia. Jenna tidur perlu pesta meri

ya tanda setuju dan tida

a Yura mengatur pernikahan sederhana, segera

h memasuki usia menikah dan selalu harus menghadiri acara perjodohan yang membosankan. Setidaknya, setelah menikah, Leo tid

gu dan tanpa tuntutan seperti ini. Ja

Nyonya Besar Kim sambil men

iriku dan akan memahami, serta memaklumi semua tinda

ya itu, mengapa perkataan

ng pasti, kehadirannya tidak disambut oleh semua anggota keluarga. Hanya Tuan Be

*

ngunjungi panti jompo Kasih, untu

nenek tersenyum lebar saat Jenna menyampaikan tentang rencana p

kamu b

u, Ne

ur kamu bertemu den

t mempercayainya dan nenek

uh perut bagi

ik lengan Jenna dan memeluk cucu satu-satunya itu. Cucu da

ntung Keluarga Kim. Leonel Kim berdiri di sudut ruangan dan sibuk dengan ponsel pintarn

manggil calon su

k dan berjalan

enek mem

ku kirim sur

nselnya ke saku celana dan melangkah mendeka

tanya Leonel yang tidak mema

u dan hanya itu." Jenna menjelaskan, tetapi tidak melanjutkan kata beri

nekmu, aku akan menjaga

n ucapan Leonel k

enyum dan menga

g berbakti. Nenek sudah dapat merasa tenang, ada seseorang yang menjag

ncari cara agar kita dapat tinggal bersama, seperti dulu. Dan Nenek,

air mata. Sedangkan, sang calon suami sudah berpindah ke su

pada sang asisten untuk mendorong ku

elama aku masih hidup, aku akan menjamin semua hak

enyampaikan perkataan Tuan B

atakan, ter

engan sang nenek. Setelah itu

kapel sederhana kota ini. Hanya keluarga inti ya

*

ng sederhana membalut t

ang itu dan menyerahkan sebuah bu

ya. Ya, usianya lebih tua tiga tahun dari Leonel Kim. Beruntung, pria itu tidak mempermasalahkan hal terseb

altar. Tidak memiliki ayah ataupun saudara, membuat Tuan

h di tangannya. Kursi roda Tuan Besar Kim didorong o

dengan balutan tuksedo h

yang juga duduk di kursi roda dan

uduk di barisan depan, menunjuk

ah dan anak itu, kembali terbang ke negara

dan beberapa sta

ya

img

Konten

Bab 1 Hamil Bab 2 Sekretaris Hantu Bab 3 Penghargaan Bab 4 Menuju Gerbang Neraka Bab 5 Apakah Kamu Keberatan Bab 6 Suaminya
Bab 7 Tidak Tahu Harus Bereaksi Seperti Apa
Bab 8 Ingat Alasan Kita Menikah
Bab 9 Mengunjungi Nenek
Bab 10 Arti Dari Kata Sopan Santun
Bab 11 Menjenguk Tuan Besar Kim
Bab 12 Status Sosial yang Berbeda Jauh
Bab 13 Hanya Tanggung Jawab
Bab 14 Bukan Panti Sosial
Bab 15 Perlakuan Buruk
Bab 16 Gunakan Otakmu!
Bab 17 Tidak Lagi Merasa Cemburu
Bab 18 Masalah Langsung Menghampiri
Bab 19 Belajar Untuk Tidak Peduli
Bab 20 Penyesalan
Bab 21 Bersedia Menderita
Bab 22 Sandiwara
Bab 23 Yang Seharusnya Dilakukan Oleh Keluarga
Bab 24 Tidak Bahagia
Bab 25 Mereka Tidak Akan Peduli
Bab 26 Sungguh Malang
Bab 27 Kalian Salah
Bab 28 Separuh Jiwa Turut Terhempas
Bab 29 Menyusul Putranya
Bab 30 Di Ujung Keputusasaan
Bab 31 Beri Aku Kekuasaan
Bab 32 Aku Ingin Hidup
Bab 33 Harus Peduli
Bab 34 Separuh Jiwa Tertinggal
Bab 35 Duka Cita
Bab 36 Syarat
Bab 37 Tuan Rumah
Bab 38 Kita Adalah Suami Istri
Bab 39 Kehidupan Pernikahan
Bab 40 Menggunakan Kesempatan Sebaik-baiknya
Bab 41 Apakah Rasanya Masih Sama
Bab 42 Muak
Bab 43 Amat Sangat Terlambat
Bab 44 Tidak Berlebihan
Bab 45 Aku Tidak Beruntung
Bab 46 Tidak Merasa Curiga
Bab 47 Kebetulan
Bab 48 Pilih
Bab 49 Bertindak Lebih Bijaksana
Bab 50 Hari H
Bab 51 Tersulut
Bab 52 Mengharapkan Kematian
Bab 53 Rasa Bersalah
Bab 54 Kembali Terpuruk
Bab 55 Tidak Lagi Ada Harapan
Bab 56 Dia Gila
Bab 57 Buta Adalah Bayaran
Bab 58 Tidak Bisa, Bukan Tidak Mau
Bab 59 Ini Gila!
Bab 60 Hanya Mereka Berdua
Bab 61 Mencoba Untuk Memperbaiki
Bab 62 Bukan Salahmu
Bab 63 Keajaiban
Bab 64 Bodoh
Bab 65 Bukankah Itu Sempurna
Bab 66 Berlutut
Bab 67 Hal Buruk
Bab 68 Sekali Ini Saja
Bab 69 Cukup Sampai Di Sini
Bab 70 END
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY