img DENDAM CINTA  /  Bab 1 SELALU TERABAIKAN | 0.84%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
DENDAM CINTA

DENDAM CINTA

Penulis: Ikhaqueen
img img img

Bab 1 SELALU TERABAIKAN

Jumlah Kata:1022    |    Dirilis Pada: 03/12/2021

i h

ok to

amar. Itu terdengar begitu beri

balik pintu yang tidak lain adala

dalam. shiren kembali mengetuk pin

tenang sedikit pun." Ujarnya kesal lalu beranjak

m kau pulang larut malam." Ujar Shiren

memasuki kamarku! cepat keluar dari sini!" ucap

a kalinya, Ziana

ng kakak yang lebih di s

embenci sang adik atas per

akiti dan juga memfitnah dirinya. Shiren

ggu mu untuk sarapan bersama." ucapnya dengan lembut t

ar." Shiren pun kelu

h membuat kepa

arena kedua orang tuanya selalu saja sibuk

ikan Ziana. Ia kekurangan kasih sayang

rang tuanya, dan juga sang kakak yang meng

edua orang tuanya, dan juga sang kakak yang menyapa serta

sa di atur. aku terlalu memanjakan dir

, begitu kesal dengan sikap Ziana yang

arena kita pa... seharusnya kita lebih mengerti akan sifatnya saat ini. padahal dulu, Ian a

an karena penyakit Iren, Ian ti

nar-benar sangat menyesal dengan apa

jangan saling

uan Zi dengan nada acuh tak acuh akan Ziana.

enggunakan taksi. Sudah 2 tahun lamanya, I

g meminta sopir pribadi mereka untuk lebi

utuskan untuk pergi naik taksi ke

ya untuk masuk kedalam kelas/ruang dimana t

n pintu. tatapan sinis,dan ketidak nyam

dengan shiren. di beberapa mata

orang yang membencinya karena sika

uduhnya, ingin mencelakai shiren. Walaupun dirinya sangat membenci shiren, dan mengha

nya itu." Ujar seorang wanita y

i. Mungkin dia telah melakukan sesuatu

ih untuk pergi dari pada harus bertengkar dengan

an membelahnya. I

pohon yang ada di taman belakang kampus. Di sana Ia bisa menyandarkan t

rah langit yan

adil," gumam de

dan diasingkan oleh sem

aat mereka duduk di

en, karena selalu saja memintanya untuk memaklumi dan be

yang tidak ingin di salahkan atas apa yang tidak perna

n ziana,tapi ziana yang terlanjur kesal. Menghempaskan tangan ziana hingga membuat s

nghampiri shiren

enang. Ziana menggigit bibir bawahnya, mentahan

g sakit-sakitan itu." Gumamannya dengan langkah yang

ana di cap sebagai

iana yang tidak ingin diam, memilih untuk melawan dan ak

lah saat mendapat panggilan atas namanya. Hanya ibunya yang selalu datang, n

dan di teriaki oleh ayahnya,

ng, dirinya di ta

rinya didalam kamar dan m

yang tidak pe

yang sakit...?" Ujarny

menjadi tempat sandaran terakhir

banyaknya tekanan. Ia pun memutus

ilah sosok yang tidak di

ihatnya yang s

iri di depan ziana yang s

kau bisa ba

ri sosok yang tid

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY