ia F
tanah yang berkerikil hingga tubuhnya yang tidak terli
k tahan melihat ulahnya yang disengaja. Semua mata mengawa
terlalu muda untuk a
marah pada setiap orang y
cukup pintar untuk sekedar mengingat jalan menuju
nku!" Teriakan dan tangi
ua puluh lima menit belum berlal
nnya dengan langkah pelan dan hanya bermaksud untuk memprovokasi bo
walau kutahu-oh, sial! Boca
at
meluk satu kakiku dan membiarkan tubuh keciln
u. Sekarang aku termagu dengan tat
nah, Anak baik. Jika kau menurutiku, m
khirnya benar-benar menghilang dalam sepersekian detik. Yah, setidaknya telin
ki tempat ini hanyalah kota kecil di sebuah negara bagian, angka pen
enar kehilangan orang tuanya saat sedang pergi bers
mi. Dia sedang menyerut ingus saat aku mulai b
dia kubawa ke
at!" Suaranya melengking. Be
u sama sekali tidak yakin. Yang benar saja. Aku enggan berurusan d
gan identitas orang
tidak
ku setuju den
ulihat lebih lama, bocah ini tampan rupawan yang tertutup dengan rambut
an aku makanan." Dia bicara dengan cir
r-be
rendahkan suaraku, tapi tidak harga diriku. Meski dia
u siapa aku?" Dia tampak panik. Melihat ke kiri dan ka
yang ingin kau makan?" Sekarang sepertinya aku tidak perlu cemas untuk menunjukkan karakter asliku pada bocah
angi lengan kemeja panjangku
makan malam. Memangnya kau
dia tidak memiliki tampang pengemis, ini wajah bintang. Tapi apa maksudnya dengan biasanya dia tidak makan? Apa dia sebegi
nku maju mundur tanpa meminta izin terlebih dulu pa
jaan ayah
kan?" Dia menunjuk minimarket
au benar-benar kelaparan, jika dia adik ata
mang tidak mau mendengarkanku. Dia sudah melesat ke bagian rak cokelat dan l
rsemangat memilih cokelat dan mengamatinya. Jadi kutinggalkan pemandangan itu d
biasa digunakan oleh neneknya Hyra. Menoleh sekilas
l! Ke mana pergi
alam kemasan besar. Mulai mengelilingi setiap
lebih dulu? Mana mu
ia, aku bergegas mendorong pintu.
ak
ke sana kemari. Bocah itu meman
! Tolo
ditutup oleh seseorang yang tidak kukenal, wajahnya tidak terlihat
kiku bergerak untuk berlari mengejar
il men
ejak dua tahun aku tidak laging berdengung. Terengah, aku berusaha teta
kuanggap itu seba
Aku sudah meneriaki sopir taksi yang kuyakini kebing
kebetulan, taksi ini berhasil mengejar hingga jarak kam
ksi bertanya setelah sejak tadi
ikuti sa
suki area ini saat mengantar pakaian pelanggan. Paling jauh, pelangganku berada
uberitahu dia saat rasanya jar
Bisa kulihat pintu mini van terbuka. Si bocah meronta dalam gendongan seorang pr
ki sebuah gerbang, meninggal
asik yang megah dan mewah. Serba
sopir. Memintanya untuk segera pergi. Aku lupa mengat
n menghembuskannya, perlahan. Sekarang saatnya mengucapkan selamat t
sam

GOOGLE PLAY