img Can You See Me?  /  Bab 5 Yang Pertama | 5.49%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Yang Pertama

Jumlah Kata:1127    |    Dirilis Pada: 10/12/2021

berbeda gender yang tengah bercumbu dibangku pojok tempat duduk Nadiv. Air mata perlahan turun membasahi pipi mulu gadis berombre ungu itu. Ia tahu,

k gadis yang berada dipangkuannya itu dan kembali melanjutk

ue anterin," ucap Didan sambil menarik tanga

h mau liat? Mau tambah sakit

idak tahu situasi. Mereka tahu kalau Nadiv dengan pacarnya. Tapi seti

u. Dengan mantap, ia langkahkan kakinya menuju Nadiv. Lalu ditariknya baju Adelia hi

pekik

nanti di cap murahan. Ia memang sudah buta cinta. Ia memang sudah gil

ada disana jelas melebarkan matanya melihat perlakuan Rallin. Ini benar-benar mengagetkan. Terlebih Didan dan Rangga. Mereka menganga meliha

asih terlalu terkejut. Bahkan u

alau dia sedikit menikmati permainan bibir Rallin meskipun

Nadiv. Menatap dalam mata lelaki did

mana pun disini," ucapnya sam

encintai Nadiv, ia tidak suka kalau miliknya di ganggu. Adelia me

rani nyium dia didepan mata gue? Urat malu lo kemana anjing?!" bentak Adelia. Tampak sekal

an tangan Adelia yang menurut

tangan Adelia itu penuh kotoran. Kemud

a sama kaca," ucap Rallin sambil memainkan k

par Rallin. Namun gerakannya terhenti saa

ing ia beri untuk Rallin benar-benar tidak mempan. Ibaratnya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Gadis itu bebal sekali. Bahkan N

udian mengecup singkat bibir Adelia. Dia

arik Adelia keluar. Tampak seringaian jahat keluar dari bibi

ganti menjadi senyum sendu. Didan dan Rangga mendekati Rallin.

a sejak mereka masuk SMA, kecuali Didan. Lelaki itu sudah berteman dengan Nadiv sejak kecil. Dan Rangga adalah

menyukai Nadiv dan mengejar lelaki itu, perlahan nama Rallin sudah akrab di telinga mereka. Berteman dengan Rallin bukanlah hal yang buruk. Dia adalah gadis

yang bergetar. Iya, gadis

e gak punya?" tanyanya pelan.

in," ucap Rangga

pa dimata Nadiv gue imperfect?" Tanyanya lirih kemudian tubuhnya luruh k

v mesra dengan Adelia. Apalagi berciuman seperti tadi. Bohong kalau Rallin tidak lelah mengejar Nadiv. Lelaki itu semakin

mendapatkan lelaki yang lebih baik dari Nadiv. Bahkan disekolah ini saja banyak yang mengantri untuk menjadi pacarnya. Yang tentunya cinta dengan gadis itu

yakin lo bisa dapatin orang yang cinta sama lo dengan tulus. Bukan kayak Nadiv yang selalu bersikap kasar sama

selalu makan hati. Kita gak mau lo kebanyakan nangis. Kita gak mau lo

ah lama. Dia lebih baik daripada Nadiv. Ya walaupun gesreknya sama a

kan Gandi bukan siapapun. Cuma Nadiv!" keke

ngar itu terdiam kemudian menangis lagi. Didan yang menyadari itu, segera m

u ya buat Nadiv

seorang yang berdiri diambang pintu

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY