img Perjalanan Zera  /  Bab 3 Chapter 03 | Hidup Kembali | 30.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Chapter 03 | Hidup Kembali

Jumlah Kata:1470    |    Dirilis Pada: 15/12/2021

a sangat nyaman dan enggan untuk memb

nding berwarna cream dengan pintu yang beruki

h di rak dinding, kemudian lemari pakaian

enak, namun ia tak bisa menolak tawaran Aisyah dan Ali se

a. Terkadang ada masalah yang bisa kita atasi sendiri, namun ad

n tangan si pencabut luka yang ada di diri Zera, senyuman terb

ya Utsman," gumam Zera sambil menegakkan

t Zera tertidur pulas, sampai ia ta

k

Zera mengalihkan pandanganny

mi

udah ban

rambut Zera dengan sayang, senyuma

siangan," cicit Zer

kamu di sini dulu. Kamar mu sedang mas Jidan beresk

Zera mau ucapin makasih ya sama umik, umik t

nurut sama umik. Mulai sekar

ir deras, mendengar

ak luka

hati yang menyeli

siang hari ini. Di meja makan ndalem itu

di anggota keluarganya. Namun Ali yang juga mengerti ak

h tercatat memiliki kedua orang tua lengk

luarga pada Zera, bukan enggan tapi mer

di ungkapkan, kelak ketika Zera sudah bisa berdamai dengan dir

segar, mengenal apa itu tertawa tanpa beban, dan menjalani h

panggilan di kampusnya, gadis itu

emberikan Zera tugas pertamanya di pesantren dan s

rtinggalan," ucap Ali dengan pandangan tidak melihat pada Zera,

ondok, Zera sekolah formal seb

kalau kamu niat dan mau. Formal atau pondok sama

bih panjang dari Ali, lelaki itu sama sekali

menji

annya yang ia kenakan hari ini adalah pakai

endak pergi namun langkahnya kembali te

mu ke sana. Malam ini saya tidur di kamar saya," ucapnya

h melihat wajah kebingungan Zera, rupa

udah mendidik Zera menjadi

kaian Zera jelek yah? At

l menyeruput teh hangatnya, ia sudah mengerti arah pembica

aran dan cara penyampaian nasihatnya sangat baik. Bisa

jak anak muda untuk berdakwah, dan bagaim

annya tanpa terpaksa atau marah, dan yang tua

Ali gak mau

enyeruput teh hangatnya, la

, umik mau liat,"

apan abi Hanan dan umik Hann

h tidak mengerti apa yang salah pada dirinya.

. Ya bi?" respon umik Hanna, semb

Tapi, Zera mau tau gak

an kembali duduk di kursinya. Menatap p

terinya itu sudah sibuk dengan urusan kedokterannya, sampai waktu bersama keluar

askan secara per

k. Sangat cantik, sampai saking terlalu

, kan cantik? Nan

li terdengar dan membu

ya Allah memerintahkan untuk menutup auratnya. Karena mereka sanga

erikil beda gak?" lanjut abi Hanan

a, d

nya a

alan, dimana - mana ada. Kalau mutia

mutiara sam

p, jadi cantiknya terjaga. Kal

ditutupi. Kalau terbuka, apa bedanya sama kerikil? Kerikil ada dimana - mana, bahkan di p

dari abi Hanan, bukan ia tak mengert

endengar bahwa dirinya san

ar Zera ke penderitaan begini seperti kerikil yang tiada

pun. Akan tetapi mendengar penjelasan abi Hanan, Zera jadi me

tidak melihat sembarangan di saa

nlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "H

ya adalah dari kata 'aar yang berarti aib. Kalau aurat itu bisa di kataka

dalil, ketika raut wajah lawan bicaranya nampak

ti membuka

terima oleh Zera. Yang menandakan

ka ia tak menerima nasihat dari orang lain, tida

kak Aisyah dan umiknya Zera," jawab abi Han

strinya, ketika di hadapan anak - anaknya. N

masingnya. Karena suami bukan orang tua istrinya, dan istri bukan orang tua suaminya. Ma

ah Al-Fiqhiyah Al-K

َ الْجِسْمِ سَوَاءٌ مِنَ

dari tubuh laki -laki maupun perem

ambut Zera

ke kamar kak Aisyah? Nanti umik

au

Zera antusias, termasuk seseorang di bali

a Zera kini mulai berbinar dan melunturk

mbung

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY