img Broken Vessel  /  Bab 3 Chapter 3 | 3.09%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Chapter 3

Jumlah Kata:1110    |    Dirilis Pada: 16/12/2021

eberapa pasang pakaian. Setelah itu, kulangkahkan kakiku memasuki kamar man

Kutatap pantulan diriku di cermin. Penampilanku berantakan sek

r yang berupa seperti tato putih melingkar di

k akan hidup seperti boneka mereka." Jariku menggaru

eran agar airnya tidak meluap ke lantai. Kucelupkan badanku ke air lalu menyandar

ngenakan pakaian yang kering dan nyaman. Kulangkahkan k

kayu itu. Kuambil ponselku dan mencoba menyalakannya. Alat komunikas

Kuletakkan kembali benda itu di atas

ejenak. Kurebahkan badanku di atas

*

but hijau gelap dan wanita berambut ungu magenta duduk berhadapan. Secarik kertas terletak di at

bagian kosong di sudut kiri bawah. Anak itu menganggukan kep

s, terbang ke arah bocah itu dan melilit lehernya. Dia terjatuh dari kursi

n itu dari kursinya. Mata biru cerah wanita itu memandang rendah anak

ntuk membunuh orang lain tanpa seizin kami, dan jadilah kaki tangan Treis." Dia bangkit dari ku

*

nangan buruk itu. Aku terduduk di tepi ranjang sambil mengumpulkan nyawa setel

pintu. Tanganku memutar kunci yang menempel pada luba

intu ini. Air mukanya tampak mencemaskan sesuatu. Dia membuk

nganku hingga urat-urat timbul di permukaan kulit. Rahangku men

a?" tanyaku den

n dengan kasus 13 tahun

alu? Untuk apa mereka mencari-cari dokumen itu?' Seketika inga

amu tidak ikut campur dalam masalah ini lagi. Inga

radaanmu di sini, jangan sampai para 'anjing' itu mengendus

hingga tak terlihat lagi. 'Maaf, Kapten, sepertinya aku tidak akan mengindahkan laranganmu. Aku

keluar dari asrama. Saat hendak berbelok ke kanan, aku merasakan sesua

yakin jika aku merasakan 'Arte' milik orang lain di sekitar sini, tetap

Hening, tidak ada jawaban yang kuterima. 'Ha, kamu ingin b

ini. Permukaan datar yang berwarna putih berubah menjadi hitam.

n bergerak ke sebelah kanan. Kuhantam di

n menampakkan dirinya. Orang itu adalah wanita beram

ku-buku jariku yang sakit setelah memukul dinding. Dia t

tetapi kutahan pergelangan

a di sini?" Dia bertanya balik kepa

tanyaanku. Dimana. Layla?" Aku mengula

is jendela. Jadi, seharusnya dia masih ada di sana,"

ol Layla. Terdengar suara tulangnya yang retak dan diikuti oleh suara pekikan kes

itu menyerahkan 2 buah kunci ke telapak tanganku. Kusimpan ke

i pandanganku ketika bayangan itu lenyap. Aku menggunakan 'Arte'-ku

ang tadinya berwarna hitam kini kembali menjadi putih. Tanpa

runi 2 lantai sekaligus tanpa berhenti. Kumasukkan salah satu kunci itu ke

sandar pada dinding. Kedua tangannya terangkat ke atas dengan borgol yang men

a. Kemudian mataku mengarah ke pergelangan tangannya. Kedua alisku berkerut setel

lalu kuturunkan kedua tangannya ke atas perutnya kemudian

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY