img Broken Vessel  /  Bab 7 Chapter 7 | 7.22%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Chapter 7

Jumlah Kata:1062    |    Dirilis Pada: 16/12/2021

berada di kantor Kapten. Entah apa alasannya mem

pten sambil melipat tangannya di atas meja. Kami menggelengkan kepala bersamaan

sendiri pertanyaan yang ditanyakannya. Sidang Treis, sesuai namanya

ap ke arahku, aku tersentak kaget bercampur heran. 'Kenapa aku juga harus menghadiri

wasi tempat ini selama kami pergi,

annya ingin mengutarakan pendapatnya. Kapten mengan

an sopan. Kapten terdiam, heran tidak menyangka salah satu orang kepercayaan

melakukannya?" tanya Kap

masalah personal sehingga saya tidak dapat memberitahukannya kepada Kapten," jawab La

elalu muncul di kenangan burukku. 'Untuk apa dia mau bertemu dengan Nona Tabel

suara asisten Kapten mengingatkan atasannya akan jadwalnya.

it dari kursinya dan berjalan menuju pintu

juan, Istana Putih, istana pemerintahan negara

gerbang bercat emas menghalangi jalan kami. Dua orang ber

da pengenalnya. Penjaga gerbang menganggukan kepalany

i bagian dalam area ini. Pohon-pohon yang daunnya dipotong me

patung lambang negara yang terbuat dari emas, dan kolam air mancur deng

nya sebagian besar uang pajak dialokasikan untuk pembang

t ini dihentikan di depan pintu masuk bangunan itu. Kami ber-3 menuruni sedan hitam ini sedangka

langit ruangan, dan perabotannya. Kami melewati lorong yang san

kiran emas pada kusen pintu. Kapten memegang gagang pintu yang

engahnya. Penampakan yang sudah lama tidak kulihat. Terdapat dua oran

erah jambu dan mengenakan mantel lab putih, Prof. Horatius Maui Zurvan. Ia adalah ketua As

ona Tabella," jawab Layla sambil te

navy, Nona Tabella Lex Coangusto. Ia adalah pemimpin Treis. Meskipun 'Arte'-nya tidak seku

Ini keperluan mendesak," pinta Layla dengan raut m

a." Nona Tabella berdiri dari kursinya.

Kapten dan Prof. Hora memberi izin la

rbicara," ajak Nona Tabella yang berjalan ke arah ka

yang mengancam dari Nona Tabella yang berjalan di depan kami. '

ebelumnya. Terdapat 3 sofa bludru putih dan sebuah meja kaca di tengah-tengah ruangan

menatap kepada kami berdua lalu bert

"Batalkan kontrak pada Trystan." Aku terkejut menden

mengiyakannya semudah itu?! Kupikir dia akan berkoar-koar tentang

isan yang menempel di leherku memancarkan cahaya yang san

suatu beban menghilang dariku. 'Apa kontraknya sudah dibatalkan?' Aku mene

mbil menatap jemari tangan kanannya. Dia tampak seperti orang ling lung. 'K

lu menatap mata biru cerahnya dan berkata, "Lu

h. Dia tersungkur di permukaan lantai yang dingin ini

i?" tanyaku kebingungan, tidak me

segera pergi dari sini." Layla meletakkan jari telunj

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY