img Pembantu Kaya Tuan Tampan  /  Bab 3 Part_3 LALA MELARIKAN DIRI | 3.23%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Part_3 LALA MELARIKAN DIRI

Jumlah Kata:1305    |    Dirilis Pada: 06/01/2022

ahkan dirinya adalah putri bungsu dan pemilik 'Ha

a hampir ada di setiap provinsi. Kiprah pasangan Harjito Pribadi dan Iriani Retno Wulanda

a sampai terdampa

erdampar. Lala pergi a

membicarakan sesuatu. Lala tidak begitu dekat dengan Aya

sti pe

ebih cepat? Atau Lala sudah melakukan sebuah k

to memulai

" jawab La

Harjito dengan senyuman yang melengkung sempurna di bibirnya. Mereka duduk b

anji akan selalu buat aya

u setelah ini ayah akan memberikanku hadiah?" batin Lala s

untuk kuliahmu nanti. Besok pagi jam sembilan siapkan berkas-berkasmu, Pak Darm

terima," ucap Lala pelan dengan pandangan tertunduk. Sebab sudah dipastikan, setelah ini dir

pilih di mana pun, asal jurus

akutkan. Sama seperti yang telah dilewati kedua ka

menolak sepert

Lala sepelan mungkin, bahkan dirinya

KKK

ucapkan. Harjito menggebrak meja kerjanya. Senyum yang semula ter

pun anak Ayah, yang mau menden

i di ruangan itu. Sepertinya san

eluar dari ruang kerja Harjito menuju ka

ala menumpahkan semua k

. Lala selalu mengiyakan semua ucapan Ayah dan Bundany

mereka adalah kesedihan bagi Lala. Tapi bolehkah untuk saat ini L

snya sejenak. Lala mengangkat wajahnya yang sed

rinya tidak mengetahui sejak kap

?" ucap Iriani seraya meraih dan memeluk putrinya. T

terbaik buat putrinya" ucap Iriani sambil membelai rambut c

einginan Lala

a dipaksa. Kamu tahu sendiri 'kan cita-cita bunda ingin jadi chef? Tapi akhirnya Bunda menepikan ego Bunda. Dan lihatlah! Sekarang Bunda

sorot mata itu. Tapi Lala gagal, Lala tidak menemukan ap

pa harus L

menjadi dokter, Nak. Kami sudah cukup kecewa dengan k

n orang tuanya. Reno memilih menjadi sarjana pertanian dan sekarang bekerja di daer

ilmu sosial dan ilmu politik. Adrian tetap tinggal serumah

diri. Tidak perlu ambil keputusan sekarang, nanti jika

melepas langkah Iriani yan

dan kembali menutup pintu. "Lala butuh waktu untuk berpikir" b

yaring. Lala mengusap air matanya yang tetap saja mengalir denga

ekkk

rang cowok berwajah ganteng. Iya. D

ika mendapati sang adik tengah menangis dan

era melompat dari kasurnya d

tap wajah kakaknya serius. Ide gila mulai terbe

tu tidak membuatnya berubah pikiran. Sejak kecil Lala b

rinya seorang putri dan boneka-boneka miliknya a

s. Tulisan pertamanya dimuat di majalah dinding se

. Dirinya begitu rajin mengikuti lomba menulis pui

nggak minta

Kak, t

angan yang a

ulai terfokus pada rak sebelah kiri kamar itu. Ruangan ini leb

abur dari r

lang kau sudah p

abur. Bukannya mau kawin

kabur-kaburan masih bau kencur, bau ba

bumbu seblak? Ka

ah umur dek. Apa siap ham

kakak? Pacar kakak bahk

tapi

Lala?" ucap Lala sedih. Bulir air mata pun kembal

t seorang gadis mengeluarkan senjata utamanya, yaitu nangis. Herannya kenapa s

minta bantuan apa?"

Lala juga takut pacaran takut k

Dek. Tapi kakak memang b

s, Lala diterima di fakultas sas

ak akan mendukungmu! Tapi jika Ayah samp

cemen, penakut!"

sampai menghentikan biaya kuliah

nterin sampai terminal saja. Aya

itu, Dek? Kamu tahu hidup di kota orang itu keras? Bah

berjuang demi mimpiku kak, yang paling pen

*

SAM

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY