img Pembantu Kaya Tuan Tampan  /  Bab 4 PART_4 MENUJU KOTA VIOLENS | 4.30%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 PART_4 MENUJU KOTA VIOLENS

Jumlah Kata:1179    |    Dirilis Pada: 06/01/2022

tara mewujudkan cita-cita orang tua atau mewujudkan cita

tur strategi. Pergi tidak, pergi tidak, kata

pagi itu, tidak ada kehangatan sama sekali. Biasanya mereka sarapan sa

dingin hati Harjito. Raut wajah lelaki

denting sendok dan garpu yang beradu deng

ya terasa lezat, pagi ini juga terasa begitu ha

Narti bikin nasi goreng, Lala selalu meminta ditambahkan potongan wortel, tomat, sawi, dan kubis. Ta

an kantong mata yang terlihat jelas.

pukul sembilan nanti. Pak Dirman Akan menjempu

Lala tanpa berani

apan Ayah! Seperti dua kakakmu!" ucap Har

ngunyah sarapannya. Tapi Adrian sudah terbiasa disindir-sindir seperti

Lala!" Kembali sua

liah di fakultas sastra, Yah," jawab

ayahmu sekali ini sa

an," ucap Lala dengan tatapan me

ikan!" Tuan Harjito Pribadi meninggalkan meja makan, dalam hatinya berpikir pasti putri kecilnya itu a

ti menurut. Mengingat gadis itu begitu patuh p

ucap Iriani lembut. Kemudia

waktu dalam bekerja. Mereka hanya punya waktu sebentar di rumah. Sisanya merek

'. Sebuah harapan besar jika salah satu dari anakny

rpihak pada mereka. Anaknya tidak satu

, sepasang kakak beradik beda us

!" tanya Adrian. Menanya

k" jawab L

dah habiskan dulu nasi gorengmu, janga

tatapan malas. Tapi, kata Bi Narti setiap makan haru

n dengan keput

ngguk seba

kak, takut Pak Darmin ke

n mengambil ransel yang sudah dia siap

p Lala sambil mengulurkan amplop yang berisi sepucuk surat untuk

ng telah diisi dengan beberapa hela

Pikiran seorang gadis yang baru lulus SMU. Merasa tabungan yang hany

bandel di kota

e,

n paca

Harusnya nasehat itu kakak

tidak banyak resik

, Kak A

bisa hamil dek. Kal

ubit lengan kakaknya ya

tttt

ekas cubitan Lala. Reflek kakinya meng

menubruk dashboard. "Kakak, k

ak lagi nyetir!" ucap Adrian kesal

udah nggak di rumah, jaga Bunda

.." jawab

u tidak mau ponakanku

yang penting jaga diri. Nanti sampai sana cari

h memikirk

nganmu cu

Lala banyak kok," u

obilnya, Adrian menggandeng tangan kecil Lala. Mema

k menawarkan dagangannya, asap knalpot dan deru mesin dari

edikit seram karena melihat kumis tebal yang membingkai bibir hitamnya. Tapi bapa

ns, Bang!"

" teriak seorang kondektur

t, setelah itu mengizinkan t

nuh itu, mata lentiknya mencari kursi yang m

copet. Lala harus waspada dan tidak boleh lengah. Kare

beringsut merapat ke dinding bus. Hingga dirinya masih menemukan

rjalan Adrian pun beranjak pulang, dengan segal

muatan. Tenggorokan Lala terasa begitu kering. Lala menge

tanya si Abang yang

botol air mineralnya dan kembali menyimpan di dalam r

rang yang duduk di samping Lala pun,

kit rasa kosong di sudut jiwanya. Lala merasa benar-benar sendiri

ipertemukan dengan orang baik pula," Lal

dengan orang di sekitarnya dan sejenak membuang pre

nghadapi kerasnya keh

ang malah terlibat

*

SAM

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY