Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4

Jumlah Kata:603    |    Dirilis Pada: Hari ini11:56

ft, naik dari lobi setelah urusan singkat untuk men

h manajer senior, mengenakan blazer rapi, memegang kopi es. Mereka b

ya salah satu dari mereka, memoles kemb

. "Tapi dengar ini-Finley Budiman terlihat mengantar seoran

berharap bisa menghilang. Dia menatap angka-an

pa d

an dia mengenakan Chanel. Sepert

itu erat hingga berkerut keras. Para wanita itu meliriknya, terg

ahan lama. Ezra Wijaya tidak menjal

elum pintu bisa terbuka, lift berhent

geser

rdiri d

anggota dewan lainnya. Udara

ngan jelas. Mereka meluruskan punggung m

mpak, suara mereka bergetar den

apannya langsung melewati kepala m

; sekarang terasa mikroskopis. Dia tidak berdiri di depan.

annya. Panas yang memanc

kan tombol untuk lant

a. Kedua manajer itu menahan nap

nya. Dia tidak melihat Hal

di bagian D

k. "Uh, tidak, Tuan W

lina. Matanya tertuju pada kerah

uaranya turun satu oktaf. "Sampai

hu. Dia tahu persis mengapa dia memaka

lina berhasil berkata, sua

berkedut. S

amnya. "Bukan i

manajer itu bergegas keluar seolah-olah mobil i

engikuti mereka, putus

sini," k

pintu tetap terbuka, wajahny

danya. Dia meng

entak, mund

ri-jarinya, hangat dan kasar, menyentuh kulit sensitif di bawah t

ncuat," dia

lam sebelumnya. Sengatan listrik murni yang tak terbantahkan menjalar di tulang

a berbisik yang hanya

k, Halina. Aku tidak

kembali ke ekspresi dinginn

iri di sana sejenak, kakinya gemetar, kulitny

aja? Kamu sudah p

h keluar dari lift dan berjalan menuju pintu kayu berat, tahu bahwa

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY