Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Dimanja oleh Konglomerat Dingin yang Bisa Membaca Pikiran

Dimanja oleh Konglomerat Dingin yang Bisa Membaca Pikiran

Penulis: Finn Blake
img img img

Bab 1

Jumlah Kata:683    |    Dirilis Pada: Hari ini13:37

enembus jendela rumah sakit, menusuk retinanya. Ia mengangkat tangan yang lemah da

tinggi seketika

ngi jendela, menciptakan kehadiran yang gelap dan menyesakkan di atas ranjang

hangatan sedikit pun. "Apakah ini strategi barumu untuk menghin

elalui tenggorokannya yang kering. Ia menyusut ke bantal, me

. Ia mengulurkan tangan dan menekan jarinya k

nya-penglihatan mengerikan dari komanya. Kehancuran Keluarga Wijaya. Kematiannya sendiri yang me

ikirannya. Dia masih memarahiku karena pewaris palsu Gisela itu. Dia bahk

i tombol plastik. Buk

dan gelap terkunci pada wajah Elara. Ia memi

lehernya. Ia dengan cepat memejamkan mata,

Tidak ada pengeras suara. Tidak ada orang l

angan palsu, Elara mengeluh dalam benaknya, matanya tetap terpe

epala Aditya. Itu bukan suara di ruangan itu. I

i ranjang dalam dua langkah panjang

menatapnya dengan ketakutan murni. Ia menggigit

nya desisan rendah dan berbahaya. Ia mendekat, rahangn

ngkan kepalany

pakah dia akan mencekikku sampai mati se

ngan tangannya seolah-ola

nding plester yang dingin. Ia menatap tangannya sendiri, napasn

ter yang merawat bergegas mas

k di atas Elara. "Nona Wijaya, bagaimana

sik Elara. Suarany

kspresi patuh dan penu

i otaknya lagi. Aku pasti gegar otak karena

. Ia diberitahu Elara terpeleset. Gisela menangis

meraih kerah jas putih dokter yang meraw

perintah Aditya, suaranya bergetar karena kemaraha

engkeram pergelangan tangan Aditya. "Y-ya, Bap

rgegas maju, dengan hati-hati membant

eka memindahkannya,

u menemukan penyakit mematikan. Aku tidak ingin tinggal

nya jauh ke dalam saku celananya, mengepalkan jari-jarin

nya. Ia mengeluarkan ponselnya dengan tangan kaku dan mengetik pesan kepada asisten eksekut

img

Konten

img
  /  3
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY