alui jendela kaca tebal ke mesin MRI besar yang menelan Elara Wijaya. Dia mengul
r di sakunya. Dia
am tertentu itu hilang. Dilap
umpalan dingin dan berat terbentuk di perutnya. Kecurigaan tentang
a keringat dari dahinya dengan tisu. "Bapak Wijaya, otak dan
er. Dia membalik-balik halaman, matanya memindai dat
uar ke lorong. Aditya Wijaya melangkah di
kata Adit
perawat bub
ke ruang VIP. Dia menutup pintu sampai te
berat dan duduk, menyilangkan kakinya yang panjang. D
dan menyelidik. "Apakah kamu menyebutkan sesu
memaksakan ekspresi kosong dan polos di waj
ku tidak sengaja mengatakannya dengan keras? Mus
m dingin mikroskopis menyentuh sudu
hkan suaranya. "Gisela akan menemuimu sor
al, menarik selimut putih hingga dagu
pulatif itu datang hanya untuk memeriksa apakah aku sudah mati! Dia ma
aporan tes paternitas palsu menghant
tai. Dia berjalan ke jendela, membelakangi Elara Wijaya. Dia menari
perhatikan pungg
mengkhianatinya, dan dia membantunya m
angkah berat. Rasa jijik yang biasanya memenuhi matanya saat di
aih ujung selimutnya. Dia menyelimutkannya
tnya menegang. Dia menatapnya
hari ini," katanya kaku. "Aku menyuruhnya t
membelalak. Dia
dalam hatinya. Kakak tiran itu tidak
dengar kata tiran. Dia memaksa di
eko air plastik dan menuangkan segelas. Dia menguji suhuny
natap air, meng
acuninya? dia
las. Dia mendorongnya ke tangannya. "Minumlah. B
Dia menyesap sedikit, hati-hati. Air hangat melapi
idak akan membiarkannya lepas dari pandangannya. Dia adalah gudan
GOOGLE PLAY