img SALAH KIRIM KADO  /  Bab 5 Telepon | 12.50%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Telepon

Jumlah Kata:1292    |    Dirilis Pada: 12/01/2022

besok, kan? Ajak sekalian geb

a aku dekat dengan siapa pun. Bahkan saat aku share liburan atau makan-makan di whatsapp g

snya di luar negeri. Pa

mantanku yang kedua setelah Zian. Sama seperti Zian, dia juga dijodohkan dengan perempuan lain oleh mamanya.

duniaku runtuh kok. Nyatanya aku mudah mendapatkan pengg

padaku. Apalagi sejak empat bulan terakhir ini sah me

saja bersamanya meski dijadikan yang kedua. Tak apa, toh fasilit

aktu bersama. Dia selalu pulang ke rumah si Sarah istri tuanya itu. Tapi

menjadi impianku menurun satu tangga. Dulu aku selalu bermimpi mendapatkan seor

ak bergelimang dalam zina. Kuakui jika aku memang matre, tapi aku juga

uhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang

iku. Tak perlu juga menceramahiku sedemikian rupa karena aku masih cukup

berhak untuk itu. Toh dalam agama, laki-laki diperbolehkan memiliki is

erbolehkan dalam agama. Jadi tak perlu saling mencela apalagi jika istri pertama mandul atau susah mendapatka

kamu. Ohya, kamu sudah berumur, Sis. Jangan kelamaan pacaran. Yang

s cinta. Entah apa salahku padanya. Dia memang selalu iri melihatku yang dihujani banyak cinta. Apalagi jika

tu, Fel. Tanpa Zian hidupku juga baik-baik saja. Bahagia dan tak kekurangan suat

sebagai balasan. Dasar tak punya akhlak. Bahagia sekal

l cantik di acara reuni nanti. Kamu tahu kan, kalau aku tak ingin kalah

iasaan kalau di rumah Sarah, dia pasti tak memiliki banyak waktu untuk meng

Bahkan saat tengah malam biasanya dia mengabariku pun,

n kamu sepatu, oke? Tapi tolong jangan menerorku kalau sud

enenangkan malah seenak jidatnya. Aku nggak mau tahu, dia harus membelikan dress dan sepatu mahal seb

nkan. Aku memilih tiga potong dress yang begitu cantik dengan harga lumayan. Mas I

jauh dari butik itu. Berulang kali kuminta namun Mas Indra menolak dengan alasan ada urusan penting yang tak bisa dia tinggalkan di kant

sempat membelikanmu. Tapi sekarang aku sengaja mengirimkannya untukmu. Sepatunya cantik, senad

mkan sepatu cantik itu untukku. Itulah mengapa aku semakin cinta dan tak bisa berpaling dari

g datang. Kupikir, mungkin bakda isya namun ternyata dugaanku sa

malam begini nggak nongol juga itu kurir. Kalau memang nggak mau bel

Indra bilang berulang kali kalau dia memang sudah

cara soalnya barusan ku telepon juga nggak diangkat. Tapi percayala

Biar saja dia tahu kalau ak

kamu sejak dulu, kan? Aku terlalu mencintaimu, Siska. Baiklah, pulang kerja aku akan cari paket itu, jika sudah dap

a. Dia memang suami idaman setiap wanita. Waja

abar. Terpaksa aku kembali meneleponnya meski kutahu saat ini dia sudah berada di

matikan panggilanku. Di panggilan k

napa tad-- Belum selesai kulontarkan emosiku, su

sama situ. Jangan ditelepon berulang kali. Sedikit tahu diri gitu bisa, kan? Lagipula yang kamu telepon itu sud

r dalam masalahku, sih! Dia pikir, cuma dia

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY