img SALAH KIRIM KADO  /  Bab 7 Sandiwara | 17.50%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Sandiwara

Jumlah Kata:1220    |    Dirilis Pada: 12/01/2022

memuakkan itu. Bayang-bayang kemesraan dan tawa dua manusia tak tahu

elaskan sesuatu padamu," ucap

t koyak di bagian lengan, rambutnya pun acak-acakan bahkan make upnya

Lihat perempuanmu itu, kasihan sehancur itu!" Gegas aku masuk ke

yang kunaiki. Dia merentangkan kedua tangannya seolah pasrah untuk kut

h bosan hidup hingga berdiri di depan

u dia nggak mau pergi, tabrak

ghfar, Bu ...." Pak Mart

istighfar bsrkali-kali. Oh Allah, sakit hati ini memang terlalu dalam. Cinta

punya. Kutinggikan derajatnya di mata manusia. Kuhormati dan kusa

ilihnya untuk kujadikan sebagai pasangan hidup demi meraih cintaNya mes

an, perhatian dan bertanggungjawab. Tak lelah kurayu ibu untuk menerimanya sebagai menantu karena aku tu

ki-laki pilihan ibu yang bernama Rama. Tapi ibu tetap menghargai pilihan

harta yang cukup lumayan karena kakakku Attar memiliki bisnis batu bara di luar jawa bersama kawannya. Dan di kota ini, dia membangun usaha di bid

biasa, kini memiliki jabatan penting di kantor kakakku dengan gaji yang tak bisa

sana dengan wajah memohon. Kubuka setengah kaca mobil dengan tatapan benar-benar tak bersahabat. Di belakangnya, perempuan

a. Kita bicara di rumah, ya? Aku ikut ke mobilmu, karena mobilku masih di bengkel.

Itu juga mobilk

n masalah ini di rumah agar kita sama-sama

dia? Sudah kubilang tak perlu ada yang d

cara. Dia kembali menarik lengan Mas Indra, aku pura-pura tak melihatnya. Kututup kemb

ha membuka pintu mobilku yang sudah terkunci. Tak

cukup serius ingin membahas masalah ini di rumah. Apa dia kembali luluh dengan tatapan iba dan manja pe

lahan menuju sofa tempatku duduk dengan sedikit senyum seolah tak terjadi apa-apa. Ada sebuah buket bunga

tuk perempuan cantik pula," ucapnya denga

sekarang aku justru jijik melihatnya. Entah berapa banyak bu

ayang? Kam

atau kamu yang menjatuhk

g saat mendengar pertanyaanku. Dia masih tak

aku selalu menutupi kekurangannya di depan almarhum ibu, di depan saudara ataupun Kak Attar. Bukan karena aku di

engan mendua. Gila bukan? Ya, kupikir dia mem

anmu, Sarah. Aku mencintaimu," ucapnya d

ang dari pengadilan, karena aku ya

dua tanganku untuk memohon. Kutepis tangannya pelan, aku

Masak hanya karena masalah ini kita akan berpisah

dia bilang 'hanya karena masalah ini'? Seolah pengkhianatan yang dia berikan sekadar masalah kecil yang tak

buat dari batu yang tak bisa sakit hati? Atau kamu kira aku sudah

a sekadar iseng berhubungan dengannya. Cinta tulusmu tak akan mungki

kini siapa? Begitu mudahnya kamu mengkhianati rumah tangga kita setelah kamu memiliki gaji yang tak biasa. Sekarang kamu pergi dari rumah ini, karena besok

n kakakku. Hanya dia yang kumiliki dan dia berha

ang siap babak belur dihaj

an napas panjan

ngkan gugatanmu, aku rela melakukannya" Mas Indra menatapku

ra apa

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY