Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3

Jumlah Kata:526    |    Dirilis Pada: Hari ini17:35

terdengar sehalus sutra di telepon. "Ada acara kumpul-kumpul kecil malam ini di

"Entahlah, Adit

kan kepada semua orang betapa bangganya aku

habis. Aku ingin percaya bahwa pria yang kucintai masih

rbangun bukan di tempat tidurku, mela

u berada di dalam ruangan yang terbuat dari kaca, seperti etalase pajangan. Udaranya membekukan, dan aku bisa melihat e

ku, terasa panas dan tajam

mendeng

n gelas sampanye di tangan mereka. Mereka adalah kaum elite ko

ang Dewi Nabila. Perempuan itu bersandar padanya, dengan seringai kemenangan di wajahnya. Dia ti

suaranya diperkeras oleh pengeras suara di da

"Istriku akhir-akhir ini begitu pemarah

ri dinding-dinding kaca. Dewi menatapku, matanya penuh racun

tidak diikat. Mereka tidak mengambil tasku. Aku meraba-raba ke dal

jek, aku mencari nomor itu dan menekan to

suaraku serak.

t. Para sosialita saling

bahak. "Oh, Isya. Masih saja

meneteskan simpati palsu. "Semua orang tahu itu. Inov

menyaksikan saat Aditya membongkar warisan keluargaku sepotong demi

aku bergetar. Mungkinkah? Apakah Adity

suara tenang dan familier terdengar mela

ku begitu kuat hingga

ngunciku di dala

gkah lebar mendekati kaca. "Dengan siapa kamu bi

a lagi. Tidak ada ayah, tidak ada perusahaan, tidak ada ke

kerumunan. "Mari kita

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY