terdengar sehalus sutra di telepon. "Ada acara kumpul-kumpul kecil malam ini di
"Entahlah, Adit
kan kepada semua orang betapa bangganya aku
habis. Aku ingin percaya bahwa pria yang kucintai masih
rbangun bukan di tempat tidurku, mela
u berada di dalam ruangan yang terbuat dari kaca, seperti etalase pajangan. Udaranya membekukan, dan aku bisa melihat e
ku, terasa panas dan tajam
mendeng
n gelas sampanye di tangan mereka. Mereka adalah kaum elite ko
ang Dewi Nabila. Perempuan itu bersandar padanya, dengan seringai kemenangan di wajahnya. Dia ti
suaranya diperkeras oleh pengeras suara di da
"Istriku akhir-akhir ini begitu pemarah
ri dinding-dinding kaca. Dewi menatapku, matanya penuh racun
tidak diikat. Mereka tidak mengambil tasku. Aku meraba-raba ke dal
jek, aku mencari nomor itu dan menekan to
suaraku serak.
t. Para sosialita saling
bahak. "Oh, Isya. Masih saja
meneteskan simpati palsu. "Semua orang tahu itu. Inov
menyaksikan saat Aditya membongkar warisan keluargaku sepotong demi
aku bergetar. Mungkinkah? Apakah Adity
suara tenang dan familier terdengar mela
ku begitu kuat hingga
ngunciku di dala
gkah lebar mendekati kaca. "Dengan siapa kamu bi
a lagi. Tidak ada ayah, tidak ada perusahaan, tidak ada ke
kerumunan. "Mari kita

GOOGLE PLAY