Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4

Jumlah Kata:688    |    Dirilis Pada: Hari ini17:35

n perhatiannya kembali kepadaku. Dia memberi isyarat kepada dua

tya mengumumkan kepada para penontonnya. "Mari kita i

aku. Rasa dingin semakin menusuk, terasa seperti pukulan fisik. Mereka melangkah masuk, wajah mereka tanpa ek

u memperingatkan, suara

keram lenganku. Aku memberontak, menendang dan menggeliat, tetapi sia-sia.

i ruangan sempit itu. Mereka merenggutnya, meninggalkanku hanya dengan pakaian dalam, tersing

matanya menyapu perut buncitku. "Bunti

Rasa malu membakar diriku, lebih p

tu dan air sedingin es menyebar menjadi genangan luas di dekat kakiku. Rasa dingin dari lant

ingin itu adalah rasa sakit yang membakar, bagaikan ribuan pisau kecil yang menusuk ke dalam tubuhku

u bisa merasakannya. Penderi

suaraku tercekat. "Bayiku

kilatan di mata Aditya. Mungkin ker

angan yang lembut di lengannya. Dia menatapku, m

ngan kepedulian palsu. "Aditya, sayang, mungkin

itujukan kepadanya, sebuah manipulasi halus. Dia memos

bangkit, gerakan itu membuat kulitku terkoya

melihat kebencian murni dan tak tercemar di dalamnya sebelum dia

dulu," kata Dewi lembut, suaranya tercekat. "Begitu din

h rasa kemanusiaan yang singkat itu hi

peduli pada siapa pun kecuali dirinya sendiri. Dia harus diber

menarik sebuah jepit rambut kecil berhias dari rambutnya dan, sambil meringis, menusuk t

sakit yang dibuat-buat. "Dia begitu kejam... dia membuatku sangat stres, maag l

egitu teatrikal, hingga seharusnya menggeli

ihat apa yang kau lakukan? Kau menyakiti semua

osong. "Ambil lagi. Lebih banyak es. Lebih banyak air. S

mar-samar kukenali, melangkah maju. "Aditya,

pernah peduli dengan kesehatanku," bisiknya kepada Aditya, cukup k

menatapku, terperangkap dan membeku di la

perintahnya

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY